Kucica korea

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Kucica korea
Kucica korea dewasa di Daejeon
Kucica korea dewasa di Daejeon
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Corvidae
Genus: Pica
Spesies: P. pica
Upaspesies: P. (p.) sericea
Nama trinomial
Pica (pica) sericea
Gould, 1845
Merah tua/jingga/cokelat-abu-abu: sebaran P. (p.) sericeaMerah: sebaran P. (p./s.) bottanensis
Merah tua/jingga/cokelat-abu-abu: sebaran P. (p.) sericea
Merah: sebaran P. (p./s.) bottanensis
Sinonim

Pica pica jankowskii
Pica pica japonica

Kucica korea (korean magpie) adalah burung nasional Korea Selatan.[1] Panjang 45 cm, bulu hijau mengkilap atau hitam keunguan. Bulu skapula, sayap dan perut berwarna putih, ekor dan sisanya hitam. Semenjak tahun 1964 dilindungi sebagai burung nasional.

Hidup di dataran rendah, cenderung dekat dengan permukiman manusia, kucica korea dapat berkembang biak di pepohonan tengah-tengah desa dan kota besar di Korea, seperti Seoul.

Kucica mengeluarkan suara keras "chak-chak-chak-chak" atau "chat-chat-chat-chat." Pada musim semi kicau percakapan yang bervariasi lebih sering terdengar. Burung ini berkembang biak di atas pepohonan tinggi pada akhir Maret sampai April, biasa menelurkan 5-6 butir telur. Masa inkubasi 17-18 hari. Makanannya serangga, mamalia kecil, burung lain, moluska dan buah-buahan.

Orang Korea menyebut kucica "kkachi", burung pembawa keberuntungan yang sudah lama dikenal dalam cerita-cerita rakyat dan legenda.[2][3] Dalam mitos pendiri Silla, kucica-kucica berkumpul dan menarik perhatian orang-orang saat kelahiran Seok Tal-hae di atas sebuah perahu.[1]

Kedatangan kucica dianggap dapat membawa kabar baik, meramalkan cuaca, menyembuhkan sakit dan memberitahukan bahwa tamu akan datang.[1][3] Sepasang kucica melambangkan huruf "hui" (囍) yang bermakna "kebahagiaan".[1] Orang Korea percaya dengan mendengarkan suara kucica di hari pertama tahun baru, maka satu tahun ke depan kehidupan mereka akan bahagia.[1] Jika sarangnya dibakar dipercaya hantu akan lari dan sakit akan sembuh.[1]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 464–466. ISBN 89-8546-98-1 Check |isbn= value (help). 
  2. ^ (Inggris)Korea Animals, lifeinkorea. Diakses pada 11 Juni 2011.
  3. ^ a b (Inggris)Thief, Omen, or Bearer of Good Tidings, ohmynews. Diakses pada 11 Juni 2011.