Kubah Shakhrah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kubah Shakhrah di Kota Lama Yerusalem.
Keramik ubin rinci.

Kubah Shakhrah (Arab: مسجد قبة الصخرة, translit.: Qubbat As-Sakhrah, Ibrani: כיפת הסלע, translit.: Kipat Hasela, Turki: Kubbetüs Sahra, Inggris: Dome of the Rock, arti harfiah: "Kubah Batu") adalah tempat suci umat Yahudi dan Islam dan marka tanah utama yang terletak di tengah-tengah di dalam tembok kompleks Al-Haram asy-Syarif, kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia.[1]. Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang menjadi tempat paling suci bagi umat Yahudi.

Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid, sebaliknya, merupakan sebuah kompleks yang terdapatnya sebuah batu besar yang dikatakan tempat Nabi Muhammad berdiri ketika peristiwa Isra dan Mi'raj. Qubbat As-Sakhrah terletak di Baitulmuqaddis di kawasan Al-Haram asy-Syarif. Qubbat As-Sakhrah bukanlah Masjid Al-Aqsa karena Masjid Al-Aqsa terletak tidak jauh daripada bangunan ini. Qubbat Al-Sakhrah seringkali disalahartikan sebagai Masjid Omar yang merupakan tempat Umar bin Khattab bersalat ketika tiba di Baitulmuqaddis.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Qubbat As-Sakhrah muncul dalam uang kertas Mandat Palestina.

Kubah Shakhrah dibangun antara tahun 687 hingga tahun 691 oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Ummaiyyah. Sejarah Qubbat Al-Sakhrah telah melewati berbagai zaman, yaitu zaman Islam, zaman Perang Salib, zaman Mandat Britania dan zaman pendudukan Israel.

Isra dan Mi'raj[sunting | sunting sumber]

Penaklukan Baitul Maqdis[sunting | sunting sumber]

Perang Salib[sunting | sunting sumber]

Denah lantai Kubah Sakhrah di tengah-tengahnya terdapat Sakhrah, kontruksi bangunan ini menginspirasi Ordo Bait Allah.

Selama Perang Salib, Kubah Shakhrah diserahkan kepada Augustinian, yang merubahnya menjadi gereja, dan Masjid Al-Aqsa menjadi istana Baldwin I tahun 1104. Ordo Bait Allah, yang mempercayai bahwa Qubbat As-Sakhrah merupakan lokasi Bait Salomo, mendirikan markas mereka di Masjid Al-Aqsa berdekatan dengan Qubbat As-Sakhrah pada abad ke-12.

Ayyubiyyah dan Mamluk[sunting | sunting sumber]

Yerusalem direbut oleh Salahuddin pada hari Jumat, 2 Oktober 1187 dan Al Haram Al Sharif dijadikan tempat ibadah Muslim. Salib di atas Kubah Shakhrah diganti menjadi bulan sabit emas. Keponakan Salahuddin al-Malik al-Mu'azzam Isa (615-24/1218-27) melakukan restorasi lain di Al Haram Al Sharif dan menambah serambi muka pada masjid Al-Aqsa.

Kesultanan Utsmaniyah 1517 - 1917[sunting | sunting sumber]

Renovasi berskala besar dilakukan selama era kekuasaan Mahmud II tahun 1817. Berdekatan dengan Qubbat As-Sakhrah, Utsmaniyah membangun Kubah Nabi tahun 1620.

Mandat Britania 1917 - 1948[sunting | sunting sumber]

Kubah Shakhrah mengalami goncangan akibat gempa bumi di Palestina pada hari Senin, 11 Juli, 1927. Banyak usaha perbaikan telah dilakukan.


Galeri[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • M. Irfan Zidny, M.A. ; MASJIDIL AQSHA Pusat Para Nabi dan Awal Mi'raj Rasul; Penerbit Antar Kota, Jakarta, 1986
  • Dan Bahat; CARTA's HISTORICAL ATLAS OF JERUSALEM A Brief Illustrated Survey; Carta, The Israel Map & Publishing Co. Ltd; Jerusalem; revised and expanded 1976.
  • Biblical Archaeology Review; Was the Temple Mount Once a Cemetry; May/June 1985 vol.XI No. 3

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rizwi Faizer (1998). "The Shape of the Holy: Early Islamic Jerusalem". Rizwi's Bibliography for Medieval Islam. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]