Kristen Santo Tomas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kristen Santo Thomas, juga dikenal sebagai Nasrani Syria Malabar merupakan kelompok etnoreligius dari Kerala, India yang dekat dengan ragam gereja dari tradisi Kristen Santo Thomas. Mereka juga dikenal dengan orang-orang Kristen Syria Malabar, orang-orang Kristen Suryani atau orang-orang Kristen Syria. Mereka juga disebut dengan Nasrani Mapillas. dan merupakan keturunan orang-orang Yahudi Kokhin yang secara tradisional mengikuti Halakah Yudaisme yang dikenal dengan Juda Mappila. Orang Nasrani menganggap diri mereka sebagai keturunan mereka yang menjadi orang-orang Kristen di pantai Malabar pada permulaan Kekristenan, termasuk penduduk asli dan orang-orang Yahudi diaspora di Kerala.

Diduga bahwa istilah Nasrani berasal dari nama Nazarene yang dipergunakan oleh orang-orang Kristen Yahudi di Timur Dekat yang mempercayai keilahian Yesus namun tetap bertaut pada banyak perayaan-perayaan berdasarkan hukum Musa. Mereka mengikuti tradisi Kristen Ibrani Syria yang khas termasuk beberapa unsur Yahudi sekalipun mereka menyerap juga kebiasaan-kebiasaan Hindu. Asal usul mereka adalah Syria Kerala, kebudayaan mereka adalah India Selatan sementara iman mereka adalah Kristen Santo Thomas adapun bahasa mereka adalah Malayalam Banyak dari tradisi Yahudi yang telah dilupakan khususnya setelah Portugis menyerbu Kerala pada awal tahun 1500-a.n. Mereka secara umum dikenal sebagai orang-orang Kristen Syria yang dimaksudkan adalah liturgi Syria yang dipergunakan ibadat gereka pada awal kekristenan di India.

Orang Nasrani Syria Malabar terdiri dari beberapa umat perdana yang bergabung dengan Kekristenan di India dan banyak orang-orang Yahudi Malabar dari orang Yahudi diaspora di era Pra Kristen yang telah menetap di Kerala. Kemungkinan petobat awal menjadi bagian atau sepenuhnya dari “10 Suku Israel yang hilang”, tidaklah dapat dipastikan. Komunitas ini juga terdiri dari beberapa orang Kristen Aramaik kuno yang telah tinggal di Kerala termasuk di dalamnya orang-orang Nestorian yang melarikan diri dari penganiayaan. Imigrasi yang perdana terjadi selama Abad IV dan IX Ms. Orang Nasrani Knanaya mengklaim merupakan keturunan dari sejumlah kelompok imigran yang berangkat pada Abad IV.

Beberapa penulis mengklaim bahwa para petobat awal kebanyakan dari kalangan para Brahmin di Kerala yang disebut dengan Namboothiris namun beberapa yang lain menyatakan bahwa pernyataan tersebut dibuat oleh orang-orang Kristen kemudian hari untuk mendapatkan status kasta khusus dalam sistem kasta yang berlaku di India dan menyatakan tidak ada satupun bukti sejarah yang mendukung pernyataan tersebut. Pendapat tersohor menyatakan bahwa sejarah Namboothiri bermula di Kerala pada Abad VII Ms. sementara Kekristenan di India berasal dari Abad I Ms setelah Santo Thomas diduga mendarat di Kerala pada tahun 52. Ms. Selain itu beberapa orang lokal yang telah bergabung dengan Kekristenan perdana, kembali kepada iman mereka semula selama kebangunan Shaivite oleh sarjana Shaivite bernama Manikkavacakar.

Demikianlah komunitas yang terdiri dari banyak kelompok etnis Kerala termasuk kelompok Yahudi diaspora dari zaman pra Kristen, kelompok diaspora pedagang yang berbeda dari Muziris, para petobat lokal Malayalee, orang Kristen Aramaik yang telah menetap selama berabad-abad dan para Knanay.

Pesisir pantai selatan anak benua India tidak bisa dianggap remeh (sebagaimana hipotesa sejarawan Yahudi bernama Flavius Josephus, sebuah tempat yang disebut dengan Ophir dalam Perjanjian Lama) menjadi pintu gerbang dari dunia Mediterania menuju Kerala. Orang berdagang kayu jati, gading, rempah-rempah dan merak serta merupakan wilayah yang diberkahi dengan garis pantai yang indah dengan sejumlah pelabuhan dari Mangalapuram ke Kodunggallur yang juga dikenal dengan Cranganore, Di zaman lampau tempat tersebut dinamai Muziris dalam bahasa Latin dan Muchiri dalam bahasa Malalayam.

Rute perdagangan membawa bersama mereka bukan hanya kekayaan namun negara tanpa kebangsaan dan lahirnya pandangan dunia (worldviews). Cranganore menjadi salah satu tempat tinggal mula-mula dari para Yahudi diaspora dari zaman Perjanjian Lama. Mereka melanjutkan perdagangan dengan dunia Mediterania sehingga mendirikan jalur kuat di antara pesisir pantai sebelah selatan semenanjung India dan dunia Yudeo Romawi. Hal ini meletakkan hubungan atau fundasi bagi apa yang kemudian menjadi diaspora Yudeo Nazarean. Orang-orang Kristen yang berbahasa Aramaik yang kemudian datang ke Kerala dari Timur Tengah (yang mana mereka memiliki kerabatan dengan orang Yahudi yang tinggal di Kodunguloor) yang merupakan asal usul etnis Yahudi terbesar.

Peneliti Inggris bernama William Dalrymple melakukan perjalanan melintasi Laut Arabia menuju Kerala dengan perahu dengan cara yang sama sebagaimana yang disebutkan dalam naskah-naskah Yahudi kuno dan Romawi serta menujukkan bagaimana orang Yahudi Nasrani telah melakukan perjalanan dari Timur Tengah menuju Kodunguloor. Dia mengikuti jalan yang sama sebagaimana disebutkan dalam Kisah Thomas yang merupakan salinan yang masih tersedi di biara Gunung Sinai.

Istilah Nasrani Syria Malabar merupakan susunan yang terdiri dari aspek-aspek elemen tradisi kuno. Dalam istilah Syria sesungguhnya menunjuk pada orang Yahudi yang berbicara dalam bahasa Aramaik sibandingkan kota Syria itu sendiri, sementara istilah Malabar merupakan nama dari wilayah kuno yang masih tetap ada sampai hari ini di Kerala India. Istilah Nasrani Syria Malabar selanjutnya bermakna tradisi orang Kristen Yahudi dan keturnan mereka yang mengikuti Yesus dari Nazaret serta yang berasal dari pantai Malabar yang berada di selatan India.

Syair kepahlawanan Tamil yaitu Manimekkalai yang ditulis antara Abad II dan III Ms dari zaman literatur Sangam menyebutkan orang Nasrani dengan sebutan Essanis yang menunjuk pada salah satu dari sekte Yahudi yang terpisah dalam tubuh Nasrani yang disebut Essenes. Duta Besar Alfred pada tahun 833 Ms mengambarkan orang-orang Kristen Syria Nestorian orang yang makmur dan menikmati status yang tinggi di pesisir pantai Malabar. Marco Polo menyebutkan para Nasrani dan gereja kuno mereka di pesisir pantai Malabar dalam tulisannya yaitu Il Milione .

Orang-orang Kristen Yahudi ini percaya pada Yesus sebagai Mesias sekalipun tetap melanjutkan banyak dari tradisi Yahudi dan hukum Musa serta menyebut diri mereka sebagai Nazaren atau Nazrani yang artinya orang-orang Yahudi yang mengikuti Mesias Nazarene. Istilah Nazaren disebutkan untuk pertama kalinya dalam Kisah Rasul 24:5 di Kitab Perjanjian Baru. Istilah Nasrani sejatinya dipergunakan untuk menyebutkan pengikut-pengikut Yesus dari Nazare sementara istilah Kristianos atau Kristen dipergunakan sebagai penanda yang menunjuk kepada orang-orang non Yahudi yang mengikuti Kristus (Kis 11:26) (22). Sampai kedatangan Portugis pada tahun 1500-an, etos proto Nasrani Yahudi di Kerala bertumbuh subur bersamaan dengan adat istiadat dan tradisi Syria Persia.

Mereka memelihara upacara asli dari Kristen Yahudi perdana seperti kerudung untuk kepala mereka selama mereka beribadah. Pelayanan ibadah seperti dahulu dan tetap disebut dengan Qurbana yang berasal dari bahasa Ibrani Korba yang bermakna “persembahan”. Upacara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu dalam tradisi Sabat Yahudi. Qurbana Nasrani dipergunakan sebagai nyanyian dalam bahasa Aramaik dan Suryani. Mereka juga percaya bahwa orang-orang Romawilah yang membunuh Yesus karena secara historis Yesus disalibkan; sementara bentuk eksekusi resmi Yahudi adalah dirajam namun bentuk resmi eksekusi Romawi adalah disalibkan. Arsitektur gereja perdana mencerminkan paduan antara gaya Kerala dan Yahudi.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Aprem, Mar. (1977) The Chaldaean Syrian Church in India. Trichur, Kerala, India: Mar Narsai, 1977.
  • Brown, Leslie (1956) The Indian Christians of St. Thomas. An Account of the Ancient Syrian Church of Malabar, Cambridge: Cambridge University Press 1956, 1982 (repr.)
  • Iyer, K.V. Krishna, Kerala’s Relations with the Outside World, pp. 70, 71 in "The Cochin Synagogue Quatercentenary Celebrations Commemoration Volume", Kerala History Association, Cochin, 1971.
  • Joseph, T. K. The Malabar Christians and Their Ancient Documents. Trivandrum, India, 1929.
  • Landstrom, Bjorn (1964) "The Quest for India", Double day English Edition, Stockholm.
  • Mariamma Joseph (1994).Marriage Among Indian Christians.Jaipur: Rawat Publications
  • Mathew, N. M. St. Thomas Christians of Malabar Through Ages. CSS Tiruvalla. 2003.
  • Menachery, Professor George. (2000) Kodungallur – The Cradle of Christianity In India, Thrissur: Marthoma Pontifical Shrine.
  • Menachery, Professor George(Ed.). (1982) The St. Thomas Christian Encyclopaedia of India, VOL.I, Thrissur.
  • Menachery, Professor George(Ed.). (1973) The St. Thomas Christian Encyclopaedia of India, VOL.II, Thrissur.
  • Menachery, Professor George(Ed.). (2010) The St. Thomas Christian Encyclopaedia of India, VOL.III, Ollur,Thrissur.
  • Menachery, Professor George(Ed.with Ponnumuthan, Aerath). (2006) Indian Christians and Nation Building, CBCI-KCBC Kochi-Alwaye.
  • Menachery, Professor George(Ed.with Snaitang). (2011) India's Christian Heritage, Church History Assn. of India, Bangalore (DVK).
  • Menachery George & Chakkalakal Werner (1987) "Kodungallur: City of St. Thomas", Azhikode
  • Miller, J. Innes. (1969). The Spice Trade of The Roman Empire: 29 B.C. to A.D. 641. Oxford University Press. Special edition for Sandpiper Books. 1998. ISBN 0-19-814264-1.
  • Mundadan, A. Mathias. (1984) History of Christianity in India, vol.1, Bangalore, India: Church History Association of India.
  • Philip, E.M. (1908) The Indian Christians of St. Thomas (1908; Changanassery: Mor Adai Study Center, 2002).
  • Podipara, Placid J. (1970) "The Thomas Christians". London: Darton, Longman and Tidd, 1970. (is a readable and exhaustive study of the St. Thomas Christians.)
  • Poomangalam C.A (1998) The Antiquities of the Knanaya Syrian Christians; Kottayam, Kerala.
  • Puthur, B. (ed.) (2002): The Life and Nature of the St Thomas Christian Church in the Pre-Diamper Period (Cochi, Kerala).
  • Rawlinson, H. (1926) Intercourse between India and the Western World from the Earliest Times to the Fall of Rome
  • Susan Visvanathan (1993) The Christians of Kerala: History, Belief and Ritual Among the Yakoba. New Delhi/Madras/New York: Oxford University Press
  • Susan Visvanathan (1989) "Marriage, Birth and Death-Property Rights and Domestic Relationships of the Orthodox Jacobite Syrian Christians of Kerala", Economic and Political Weekly,Vol - XXIV No. 24, June 17, 1989.
  • Susan Visvanathan (1986) "Reconstructions of the Past among the Syrian Christians of Kerala", Contributions to Indian Sociology (Sage Publishers), July 1986; vol. 20, 2: pp. 241–260.
  • Susan Visvanathan (2010)."The Status of Christian Women in Kerala",in 'World Christianity:Critical Concepts in Religious Studies', edited by Elizabeth Koepping, London: Routledge, 2010.
  • Susan Visvanathan (2011) "The Eucharist in a Syrian Christian Church", in T.N.Madan (edited) 'India's Religions : Perspectives from Sociology and History'.New Delhi: Oxford University Press
  • Tamcke, M. (ed.) (2001) : Orientalische Christen zwischen Repression und Migration (Studien zur Orientalischen Kirchengeschichte 13; Münster: LIT).
  • Thayil, Thomas (2003). The Latin Christians of Kerala: A Study on Their Origin. Kristu Jyoti Publications. ISBN 81-87370-18-1
  • The Land of the Perumals, or Cochin, Its Past and Present – Madras: Gantz Brothers – 1863.
  • Thomas, P. J; (1932) "Roman Trade Centres in Malabar", Kerala Society Papers, II.
  • Tisserant, E. (1957) Eastern Christianity in India: A History of the Syro-Malabar Church from the Earliest Times to the Present Day. Trans. and ed. by E. R. Hambye. Westminster, MD: Newman Press.
  • Vellian Jacob (2001) Knanite community: History and culture; Syrian church series; vol. XVII; Jyothi Book House, Kottayam
  • Veluthat, K. (1978). Brahmin settlements in Kerala: Historical studies. Calicut: Calicut University, Sandhya Publications.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]