Krama Yudha Tiga Berlian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Krama Yudha Tiga Berlian
[[ |200px|Logo PS Palembang]]
Nama lengkap Krama Yudha Tiga Berlian Palembang
Julukan '
Stadion Palembang,
Palembang,
Sumatera Selatan, Indonesia
Sekretaris Bendera Indonesia
Bendahara Bendera Indonesia
Manajer Bendera Indonesia
Liga Galatama
Posisi Galatama Galatama,

Krama Yudha Tiga Berlian Palembang (disingkat KTB Palembang ) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim ini merupakan tim yang dimiliki oleh PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor Palembang

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • Sebagai juara Piala Liga V/1989, KTB mewakili Indonesia di Piala Winners Asia I/1990-1991. Pertandingan babak I melawan Geylang International (Singapura) pun dilakukan secara sistem home and away. Di Indonesia (23 Desember 1990), kedua tim bermain imbang 1-1. Begitupun di Singapura (29 Desember 1990), kedua tim bermain imbang 2-2. Meskipun secara agregat gol berimbang (3-3), KTB unggul gol tandang dan sekaligus lolos ke babak II yang akan menghadapi Dalian (China).
  • Pertandingan babak II yang dilakukan secara home and away pun telah ditetapkan. Namun, karena cuaca di China sedang kurang baik, AFC menetapkan tempat pertandingan di Singapura (29 dan 31 Januari 1991).
  • Untuk mempersiapkan diri, KTB meminjam Yusuf Ekodono (Persebaya Surabaya), Fachri Husaini (Petrokimia Putra Gresik), dan Gunung Ginting (Bentoel Jember), serta empat pemain Persib (Robby Darwis, Adjat Sudradjat, Dede Iskandar, dan Sutiono Lamso).
  • PSSI melarang Robby Darwis untuk memperkuat KTB karena sedang berkonsentrasi di pelatnas timnas Indonesia asuhan A.F. Polosin untuk Merdeka Games Cup 1991. Lalu, KTB pun berencana untuk menggantinya dengan Adeng Hudaya. Di dalam timnas Indonesia sendiri, KTB mengikutsertakan tiga pemainnya (Eddy Harto, Toyo Haryono, dan Kashartadi).
  • Pertandingan KTB vs Dalian batal. AFC pun menetapkan jadwal baru: di Palembang (28 Februari 1991) dan di Dalian (6 Maret 1991). Kali ini, KTB menambah Nyanyang (Persib) untuk turut memperkuat tim, termasuk Robby Darwis yang diminta lagi karena tidak berbarengan dengan Merdeka Games Cup 1991.
  • Pertandingan KTB vs Dalian batal lagi. Jadwal pun menjadi tidak menentu. Lalu, KTB menuntut ganti rugi dan sekaligus meminta AFC agar bersikap tegas.
  • PSSI melalui Sekretaris Umum Nugraha Besoes menyatakan bahwa kemenangan bagi KTB 2-0 secara WO
  • Apa pun hasilnya, KTB tetap mempersiapkan diri kembali. Kali ini (Maret 1991), enam pemain Persib dipinjam. Mereka adalah Adjat Sudradjat, Sutiono Lamso, Nyanyang, Yusuf Bachtiar, Robby Darwis, dan Dede Iskandar.
  • Dalam perkembangannya (April 1991), KTB siap mentransfer lima pemain Persib (Adjat Sudradjat, Dede Iskandar, Nyanyang, Robby Darwis, dan Iwan Sunarya) selama empat bulan.
  • PSSI mempertanyakan kasus KTB vs Dalian. AFC pun memutuskan pertandingan diulang. Faktanya, pertandingan tersebut tidak pernah terjadi.
  • KTB dinyatakan menang atas Dalian. Sjarnoebi Said pun memuji usaha Kardono (Ketua Umum PSSI) dan Nugraha Besoes (Sekretaris Umum PSSI). Namun, Nugraha Besoes mengaku tidak pernah memberikan pernyataan soal KTB tersebut.

Galatama[sunting | sunting sumber]

  • Putaran I Galatama XI/1990-1992 berakhir pada 30 Mei 1991 dengan menampilkan pertandingan Pelita Jaya (Jakarta) vs KTB (Palembang) 1-1 di Stadion Sanggraha Pelita Jaya, Lebakbulus (Jakarta Selatan). Hasil pertandingan ini membuat Pupuk Kaltim menempati peringkat pertama dengan mengatasi Pelita Jaya (runner-up). Pada masa ini, putaran II direncanakan bergulir pada akhir Juni atau awal Juli 1991.
  • Eddy Harto (penjaga gawang KTB dan timnas Indonesia) diijinkan ke President’s Cup 1991 di Seoul, Korea Selatan. Timnas Indonesia gagal total dan Eddy Harto sempat kemasukan 12 gol.
  • KTB mengundurkan diri dari Piala Winners Asia I/1990-1991. Selain kecewa di Piala Winners Asia I/1990-1991, “rumors”-nya, Sjarnoebi Said (pemilik KTB) menganggap “mental” Eddy Harto terganggu karena telah kemasukan 12 gol.
  • Abdul Kadir, pelatih KTB, mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.
  • Pada Juni 1991, KTB sudah dilaporkan mundur. Dalam perkembangannya pula, KTB didiskualifikasi dari Piala Winners Asia I/1990-1991.
  • AFC menjatuhi denda 3.000 Dolar kepada KTB.
  • KTB pun akhirnya bubar dan tentu saja tidak ikut serta dalam (putaran II) Galatama XI/1990-1992.