Komunikasi pemasaran terpadu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Marketing Mix sebagai salah satu unsur utama dari Integrated Marketing Communication

Komunikasi pemasaran terpadu adalah sebuah proses perencanaan marketing komunikasi yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti public relation, advertising, direct selling, sales promotion, dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum.[1] Komunikasi Pemasaran Terpadu sering disebut dengan IMC merupakan sebuah proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang intinya untuk menggerakkan brand value.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Memasuki awal tahun 1990an, kegiatan bisnis, khususnya pemasaran tidak lagi mengacu kepada strategi pemasaran tradisional, melainkan lebih mengacu pada strategi pemasaran modern dengan konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion).[2] Kemunculan strategi 4P inilah yang menandai munculnya komunikasi pemasaran terpadu, dengan tidak hanya menggunakan iklan melainkan juga mengguakan PR.[2]

Tujuan dari IMC[sunting | sunting sumber]

Tujuan yang ingin dicapai IMC adalah untuk memengaruhi masyarakat dengan elemen promosinya sampai ke tingkat kognisi, affeksi, dan konasi.[3] Elemen promosi yang digunakan terbagi atas soft sell dan hard sell.[3]

Soft sell berupa advertising, public relation, CSR, interactive marketing yang bertujuan untuk memengaruhi konsumen ke tingkat kognisi dan affeksi.[1] Sedangkan, hardsell berupa personal selling, direct marketing, sales promotion untuk memengaruhi konsumen ke tingkat konasi.[3]

Tahapan evolusi IMC[sunting | sunting sumber]

1. Koodinasi taktis santo

Meliputi pengkombinasian komunikasi interpersonal dan cross-functional sebagai elemen promosi. Mampu melihat tujuan secara spesifik yang disesuaikan dengan tools penjualannya.[1]

2. Mendefinisikan Ruang Lingkup Marketing Komunikasi

Meliputi perluasan elemen komunikasi, memberikan informasi kepada pelanggan, dan mengevaluasi feedback.[1]

3.Mengaplikasikan teknologi informasi

Memanfaatkan teknologi informasi dengan membuat database manajemen untuk mengelola hubungan dengan konsumen.[1]

4.Integrasi Strategik dan Keuangan

Menyelaraskan program komunikasi dengan program keuangan dan memperkirakan Return on Customer Investment (aliran dana masuk dari konsumen).[1]

Strategi IMC[sunting | sunting sumber]

  • Target market vs target audience

Target market merupakan siapa yang mengonsumsi produk kita. Target audience merupakan siapa yang menjadi sasaran program komunikasi. Contoh : Produk Susu Formula Bayi ->Target Market : Bayi -> Target Audience: Orang Tua si Bayi.[1]

  • Message Strategy

Meliputi konsep, penetrasi pesan (pendekatan dan daya tarik), serta eksekusi pesan.[1]

  • Media strategy

Kombinasi penggunaan media massa, interpersonal, dan interaktif.[1]

  • Line Elements

Meliputi soft-sell dan hard-sell.[1]

  • Budget

Top-down atau bottom-up.[1]

Proses Perencanaan IMC[sunting | sunting sumber]

Dalam melaksanakan IMC, perlu merencanakan 5 hal sebagai berikut [4]

  • Mengidentifikasi konsumen dan kemajuan.[4]
  • Memperkirakan konsumen dan nilai kemajuan.[4]
  • Memperkirakan aliran dana masuk dari konsumen.[4]
  • Mengadakan evaluasi setelah membeli dan analisis masa depan akan permintaan konsumen terhadap produk.[4]

Proses Mengelola IMC[sunting | sunting sumber]

Ada 7 langkah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam komunikasi pemasaran terpadu[5]:

  1. Review of marketing plan[5]. Dalam tahap ini, perencana mempersiapkan data internal (situasi organisasi dan atribut produk) dan eksternal (situasi makro, target market, dan competitor).[5]
  2. Analysis of promotional program situation[5]. Dalam tahap ini, perencana menganalisa kelebihan dan kelemahan data, menemukan titik permasalahan, dan mencari solusinya.[5]
  3. Analysis of communication process[5]. Dalam tahap ini, perencana enganalisa tanggapan penerima informasi, tahapan dalam pengiriman informasi, dan saluran informasi yang digunakan.[5]
  4. Budget determination[5]. Dalam tahap ini, perencana melakukan cara penyusunan anggaran, apakah dengan top-down (modal sudah tersedia di awal) atau bottom-up (melihat berapa biaya yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana dan bagaimana pengalokasiannya).[5]
  5. Develop IMC program[5]. Perencana mengembangkan program komunikasi pemasaran yang akan ditempuh.[5]
  6. Integrate and implement IMC strategies[5]. Perencana menggunakan kombinasi strategi marketing mix, memproduksi iklan, membeli media time dan space, serta melaksanakan desain yang telah ditetapkan sesuai dengan program yang ditempuh.[5]
  7. Monitor, evaluate, and control IMC program[5]. Dalam tahap ini, mengevaluasi hasil kinerja apakah sudah efektif atau belum dan melihat apakah taktik yang ditempuh sesuai dengan strategi yang diambil.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l Duncan, Tom. 2004. IMC: Using Advertising & Promotion to Build Brand. First Edition. McGraw-Hill, Inc.
  2. ^ a b Ruslan, Rosady. 2008. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  3. ^ a b c (Inggris) Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC. Second Edition. Mc. Graw Hill.Inc. Bab 18.
  4. ^ a b c d e f Proses Perencanaan IMC.[1]. Diakses 5 Mei 2010.
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC. Second Edition. McGraw-Hill, Inc.