Komando armada Indonesia kawasan timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lambang Koarmatim

Komando Armada RI Kawasan Timur atau disingkat Koarmatim adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut yang lahir pada 30 Maret 1985. Komando ini bermarkas besar di Surabaya, Jawa Timur. Panglima Koarmatim yang sekarang menjabat adalah Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim. Ia dilantik tanggal 23 Mei 2014 menggantikan Laksamana Muda TNI Agung Pramono yang menjabat dua tahun.

Panglima[sunting | sunting sumber]

  1. Laksda TNI Gatot Suwardi (1985 - 1986)
  2. Laksda TNI R. Moh Arifin P.S (1986 - 1989)
  3. Laksda TNI Sumitro (1989 - 1991)
  4. Laksda TNI Tanto Kuswanto (1991 - 1993)
  5. Laksda TNI Mochammad Sochied (1993 - 1994)
  6. Laksda TNI Gofar Soewarno (1994 - 1995)
  7. Laksda TNI Bambang Surjanto (1995 - 1997)
  8. Laksda TNI Edi Suyadi (1997 - 1999)
  9. Laksda TNI Adi Haryono (1999 - 2001)
  10. Laksda TNI Syahroni Kasnadi (2001 - 2002)
  11. Laksda TNI I Wayan Rampih Argawa (2002 - 2003)
  12. Laksda TNI Slamet Soebijanto (2003 - 2003)
  13. Laksda TNI Sosialisman (2003 - 2005)
  14. Laksda TNI Yosaphat Didik Heru Purnomo (2005 - 2005)
  15. Laksda TNI Waldi Murad (2005 - 2006)
  16. Laksda TNI Moekhlas Sidik (2006 - 2007)
  17. Laksda TNI Adi Prabawa (2007 - 2008)
  18. Laksda TNI Lili Supramono (2008 - 2009)
  19. Laksda TNI Ignatius Dadiek Surarto (2009 - 2010)
  20. Laksda TNI Among Margono (2010 - 2010)
  21. Laksda TNI Bambang Suwarto (2010 - 2011)
  22. Laksda TNI Ade Supandi (2011 - 2012)
  23. Laksda TNI Agung Pramono (2012 - 2014)
  24. Laksda TNI Sri Mohamad Darojatim (2014 - Sekarang)

Pangkalan[sunting | sunting sumber]

Peta Wilayah Kerja Koarmatim

Koarmatim membawahi tujuh Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) dan 2 Gugus (Guskamla dan Gupurla) yang meliputi:

  1. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V (Lantamal V) di Surabaya
  2. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal VI) di Tarakan (rencana pembangunan)
  3. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VII (Lantamal VI) di Makassar
  4. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VIII (Lantamal VII) di Kupang
  5. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX (Lantamal VIII) di Manado
  6. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut X (Lantamal IX) di Ambon
  7. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XI (Lantamal X) di Jayapura
  8. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XII (Lantamal XI) di Merauke
  9. Gugus Tempur Laut Armada Timur (Guspurla Koarmatim) di Surabaya
  10. Gugus Keamanan Laut Armada Timur (Guskamla Koarmatim) di Biak

Armada[sunting | sunting sumber]

Beberapa kapal yang tergabung ke dalam armada timur adalah:

  1. KRI Ahmad Yani - 351
  2. KRI Slamet Riyadi - 352
  3. KRI Yos Sudarso - 353
  4. KRI Oswald Siahaan - 354
  5. KRI Abdul Halim Perdanakusumah - 355
  6. KRI Karel Sasuit Tubun - 356
  7. KRI Fatahillah - 361
  8. KRI Malahayati - 362
  9. KRI Nala - 363
  10. KRI Ki Hajar Dewantara - 364
  11. KRI Diponegoro - 365
  12. KRI Hasanuddin - 366
  13. KRI Sultan Iskandar Muda - 367
  14. KRI Frans Kaisiepo - 368
  15. KRI Untung Suropati - 372
  16. KRI Sultan Nuku - 373
  17. KRI Lambung mangkurat - 374
  18. KRI Hasan Basri - 382
  19. KRI Cakra - 401
  20. KRI Nanggala - 402 (kapal selam)
  21. KRI Teluk Semangka -512
  22. KRI Teluk Penyu - 513
  23. KRI Teluk Mandar - 514
  24. KRI Teluk Sampit - 515
  25. KRI Teluk Banten - 516
  26. KRI Teluk Ende - 517
  27. KRI Teluk Cenderawasih - 533
  28. KRI Teluk Berau - 534 (Tenggelam sebagai sasaran tembak AJ/XXXI[1] [2])
  29. KRI Teluk Jakarta - 541
  30. KRI Teluk Sangkulirang - 542
  31. KRI Multatuli MA-561
  32. KRI Kupang - 582
  33. KRI Nusa Utara - 584
  34. KRI Makassar - 590
  35. KRI Surabaya - 591
  36. KRI Mandau - 621
  37. KRI Rencong - 622
  38. KRI Badik - 623
  39. KRI Keris - 624
  40. KRI Singa - 651
  41. KRI Ajak-653
  42. KRI Pulau Rengat - 711
  43. KRI Pulau Rupat - 712
  44. KRI Pulau Raas - 722
  45. KRI Pulau Rimau - 724 (Satuan Kapal Ranjau)
  46. KRI Pandrong - 801
  47. KRI Sura - 802
  48. KRI Hiu - 804
  49. KRI Layang - 805
  50. KRI Suluhpari - 809
  51. KRI Katon - 810
  52. KRI Kakap - 811
  53. KRI Kerapu - 812
  54. KRI Tongkol - 813
  55. KRI Warakas - 816
  56. KRI Panana - 817
  57. KRI Kalakay - 818
  58. KRI Tedungnaga - 819
  59. KRI Piton - 821
  60. KRI Weling - 822
  61. KRI Tedungselar -824
  62. KRI Boiga - 825
  63. KRI Birang - 831
  64. KRI Mulga - 832
  65. KRI Patola -869
  66. KRI Taliwangsa - 870
  67. KRI Sambu - 902
  68. KRI Arun - 903
  69. KRI Sungai Gerong - 906
  70. KRI Sorong - 911
  71. KRI Soputan - 923
  72. KRI Waigeo - 961
  73. KRI Karang Pilang - 981
  74. KRI Karang Tekok - 982
  75. KRI Karang Banteng - 983
  76. KRI dr.Suharso - 990
  77. KRI Sutedi Putra - 878
  78. KRI Tanjung Dalpele - 972
  79. KRI Dewa Ruci
  80. KRI Arung Samudra

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]