Kolonisasi Mars

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kolonisasi Mars merujuk pada konsep permukiman permanen manusia di planet Mars. Gagasan yang awalnya merupakan gagasan dalam fiksi ilmiah ini kini telah diteliti secara serius.

Kemiripan relatif dengan Bumi[sunting | sunting sumber]

Walaupun ukuran dan gravitasi permukaan Bumi lebih mirip dengan Venus, Mars lebih dapat dipertimbangkan untuk kolonisasi karena kemiripan berikut:

  • Durasi hari Mars (atau sol) sangat mirip dengan Bumi. Hari matahari di Mars tercatat selama 24 jam 39 menit 35,244 detik.
  • Luas permukaan Mars kurang lebih 28,4% Bumi, sedikit lebih rendah dari jumlah tanah kering di Bumi (yang meliputi 29,2% permukaan Bumi). Jari-jari Mars tercatat setengah dari Bumi dan massanya sepersepuluh Bumi. Hal ini menunjukkan bahwa Mars memiliki kepadatan rata-rata dan volume yang lebih rendah dari Bumi.
  • Mars memiliki kemiringan sumbu sebesar 25,19°, sementara kemiringan sumbu Bumi 23,44°. Akibatnya, Mars memiliki musim, walaupun musim berlangsung hingga hampir dua kali lebih lama karena satu tahun di Mars sama dengan 1,88 tahun Bumi. Kutub utara Mars saat ini mengarah ke rasi bintang Cygnus, sementara kutub utara Bumi mengarah ke Ursa Minor.
  • Pengamatan yang dilakukan oleh Mars Reconnaissance Orbiter NASA, Mars Express ESA, Phoenix Lander NASA memastikan keberadaan es air di Mars.

Perbedaan dengan Bumi[sunting | sunting sumber]

Mars juga memiliki beberapa perbedaan yang harus dipertimbangkan untuk memungkinkan kolonisasi manusia:

  • Walaupun terdapat mikroorganisme dari Bumi yang mampu bertahan dalam keadaan yang amat ekstrem, termasuk dalam keadaan yang menyimulasikan keadaan di Mars, secara umum tumbuhan dan hewan tidak dapat bertahan hidup di permukaan Mars.[1]
  • Gravitasi permukaan Mars hanya 38% Bumi. Walaupun mikrogravitasi dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti hilangnya otot dan demineralisasi tulang,[2] masih belum diketahui apakah gravitasi Mars akan menyebabkan hal yang sama. Mars Gravity Biosatellite merupakan proyek yang diusulkan untuk mempelajari pengaruh gravitasi Mars yang rendah terhadap manusia.[3]
  • Mars jauh lebih dingin dari Bumi, dengan rata-rata suhu permukaan antara 186 hingga 268 K (−87 °C dan −5 °C).[4][5] Suhu terendah yang pernah tercatat di Bumi adalah −93,2 °C di Antarktica.
  • Karena Mars lebih jauh dari Matahari, jumlah energi matahari yang memasuki atmosfer atas per satuan wilayah (konstanta matahari) kurang dari setengah yang memasuki atmosfer atas Bumi. Namun, karena atmosfer Mars lebih tipis, lebih banyak energi matahari yang mencapai permukaan.
  • Orbit Mars lebih eksentrik dari Bumi, sehingga meningkatkan variasi suhu konstanta matahari.
  • Akibat ketiadan magnetosfer dan atmosfer yang tipis, Mars menerima radiasi ultraviolet yang tinggi yang akan menyebabkan masalah bagi manusia yang menetap di planet tersebut.
  • Tekanan atmosfer di Mars tercatat sebesar ~7,5 mbar, yang berada jauh di bawah Batas Armstrong (61,8 mbar). Karena teraformasi tidak dapat menjadi solusi jangka pendek, struktur yang dapat dihuni perlu di Mars memerlukan bejana tekan yang mirip dengan wahana angkasa yang dapat memiliki tekanan antara 300 hingga 1000 mbar.
  • Atmosfer Mars terdiri dari 95% karbon dioksida, 3% nitrogen, 1,6% argon, dan gas-gas lain termasuk oksigen dengan kandungan lebih rendah dari 0,4%.
  • Udara Mars terdiri dari 950.000 ppm CO2 (sama dengan sekitar 10.000 ppm setelah disesuaikan dengan tekanan), sementara di Bumi terdapat 390 ppm CO2. CO2 dapat meracuni manusia pada angka 1.000 ppm. Bahkan CO2 sebesar 1.500 ppm beracun untuk tumbuhan. Akibatnya, udara Mars beracun bagi tumbuhan dan hewan.

Keterhunian[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan bukti yang dikumpulkan oleh satelit serta wahana pendarat dan penjelajah seperti Curiosity, Mars tidak dapat dihuni oleh manusia atau kehidupan lain di Bumi secara umum. Antarktika memiliki suhu yang dapat dibandingkan dengan Mars, walaupun Mars lebih dingin, namun keadaan lingkungan lain tidak sama dengan Bumi dan mematikan bagi semua kehidupan (kecuali mikroorganisme ekstremofil yang dapat bertahan dalam keadaan yang menyimulasikan keadaan Mars),[6] terutama tekanan udara yang rendah, atmosfer yang terdiri dari 95% karbon dioksida, kurangnya oksigen, gravitasi yang lebih rendah, dan ketiadaan air dalam bentuk cair (walaupun es air telah ditemukan di Mars). Walaupu begitu, beberapa orang menganggap Mars dapat dihuni, namun hal ini akan membutuhkan sistem penopang kehidupan yang kompleks. Manusia harus hidup dalam lingkungan buatan.

Teraformasi[sunting | sunting sumber]

Penggambaran Mars yang telah diteraformasi (2009).

Mars mungkin dapat diteraformasi agar dapat menopang kehidupan seperti manusia.[7] Pada April 2012, telah dilaporkan bahwa beberapa lumut kerak dan cyanobacteria dapat bertahan dan menunjukkan kemampuan adaptasi dalam berfotosintesis setelah 34 hari berada dalam keadaan yang menyimulasikan keadaan Mars di Mars Simulation Laboratory (MSL).[6][8][9]

Kemungkinan lokasi[sunting | sunting sumber]

Wilayah kutub[sunting | sunting sumber]

Kutub utara dan selatan Mars telah menarik perhatian karena tudung es kutub telah lama ditemukan dengan menggunakan teleskop di Bumi. Mars Odyssey menemukan konsentrasi air yang besar di dekat kutub utara, namun juga menunjukkan bahwa air mungkin ada di wilayah dengan lintang lebih rendah, sehingga wilayah kutub tidak harus menjadi tempat permukiman. Seperti di Bumi, pada musim panas matahari akan terus bersinar, sementara pada musim dingin matahari akan selalu tenggelam.

Wilayah khatulistiwa[sunting | sunting sumber]

Mars Odyssey menemukan gua alami di dekat gunung berapi Arsia Mons. Diduga para penetap dapat memanfaatkan gua tersebut untuk melindungi diri dari radiasi dan mikrometeoroid. Energi geotermal juga diduga terdapat di wilayah khatulistiwa.[10]

Valles Marineris[sunting | sunting sumber]

Valles Marineris memiliki panjang sebesar 3.000 km dan rata-rata kedalaman 8 km. Tekanan atmosfer di dasar 25% lebih tinggi dari rata-rata permukaan (0,9 kPa vs 0,7 kPa). Terdapat saluran yang mengarah ke lembah dan diduga wilayah tersebut sebelumnya berair.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ ORACLE-ThinkQuest
  2. ^ Gravity Hurts (so Good) - NASA 2001
  3. ^ "Mars Mice". science.nasa.gov. 2004. 
  4. ^ Hamilton, Calvin. "Mars Introduction". 
  5. ^ Elert, Glenn. "Temperature on the Surface of Mars". 
  6. ^ a b Baldwin, Emily (26 April 2012). "Lichen survives harsh Mars environment". Skymania News. Diakses 27 April 2012. 
  7. ^ Technological Requirements for Terraforming Mars
  8. ^ de Vera, J.-P.; Kohler, Ulrich (26 April 2012). "The adaptation potential of extremophiles to Martian surface conditions and its implication for the habitability of Mars". European Geosciences Union. Diakses 27 April 2012. 
  9. ^ Surviving the conditions on Mars - DLR
  10. ^ Fogg, Martyn J. (1997). "The utility of geothermal energy on Mars". Journal of the British Interplanetary Society 49: 403–22. Bibcode:1997JBIS...50..187F. 

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]