Kisah Sedih di Hari Minggu (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kisah Sedih di Hari Minggu
Format Sinetron
Pembuat Sinemart
Pemeran Marshanda
Egi John Foreisythe
Dhea Ananda
Gading Marten
Chacha Frederica
Lagu pembuka Kisah Sedih Di Hari Minggu, Marshanda
Lagu penutup Kisah Sedih Di Hari Minggu, Marshanda
Negara Indonesia
Jumlah episode 78
Produksi
Produser Leo Sutanto
Lokasi Jakarta
Durasi 1 Jam
Siaran
Saluran asli RCTI
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Periode siaran Kamis, 15 Januari 2004–Kamis, 7 Juli 2005
Kronologi
Dilanjutkan oleh Anakku Bukan Anakku


Kisah Sedih di Hari Minggu merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di RCTI mulai hari Kamis, 15 Januari 2004 hinga Kamis, 7 Juli 2005. Pemain utama di sinetron ini ialah Marshanda, Egi John Foreisythe, Dhea Ananda, Gading Marten, Meriam Bellina, Mathias Muchus, Ira Wibowo, Laudya Cynthia Bella, dan masih banyak lagi. Jumlah episodenya adalah 78.

Sinetron ini diproduksi oleh Sinemart.

sinopsis[sunting | sunting sumber]

Imel (Marshanda) dan Ibunya Ira (Ira Wibowo) jatuh miskin karena ayah Imel bangkrut dan meninggal, terpaksa Imel dan Ira tinggal di rumah Om Usman (Adi Bing Slamet) Kaka Ira, namun ketika tinggal di rumah Om Usman, Imel menerima perlakuan buruk dari Tante Usman (Meriam Belina), yang tidak menginginkan Imel tinggal di keluarga itu. Sementara Ibu Imel, Ira yang merupakan adik suami Tante Usman juga yang mendapat perlakuan sama. Suami Tante Usman juga tak mampu menahan perlakuan buruk istrinya kepada adik dan keponakannya. Penderitaan demi penderitaan akibat perlakuan Tante Usman semakin menjadi, hingga Imel dan ibunya merasa sangat menderita. Karena tak tahan, Imel memutuskan pergi dari rumah tanpa memberitahu siapapun, termasuk pada ibunya. Selama kepergian Imel, Dea (Dea Ananda) , gadis manis sebaya Imel datang dan seakan menjadi penengah atas setiap perlakuan Tante Usman pada Ira. Ketika Imel memiliki kesempatan pulang ke rumah, Dea dengan sigap menyembunyikan Imel. Tetapi nasib kembali berkata lain, Tante Usman pada akhirnya memergoki Imel, dan kembali memperlakukan Imel dengan hal-hal yang membuat Imel menderita, seperti menyekapnya, menghukum dan lain-lain, bahkan Imel menjadi buta karena matanya dipukul Tante Usman dengan benda, selain Imel Dea juga ditusuk pisau oleh Tante Usman, namun Imel dan Dea keduanya sudah sembuh, Imel bisa melihat lagi dan tusukan pisau yang ada di perut Dea juga sudah sembuh. Hingga pada suatu hari Imel dapat melepaskan diri dan kemudian membalas semua kelakuan Tante Usman dengan menakut-nakuti Tante Usman berkostum hantu.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]