Kesederhanaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kesederhanaan adalah properti, kondisi, atau kualitas ketika segalanya dapat dipertimbangkan untuk dimiliki. Kesederhanaan biasanya berhubungan dengan beban yang diletakkan sesuatu pada seseorang yang mencoba untuk menjelaskan atau memahaminya. Sesuatu yang mudah dipahami atau dijelaskan adalah sederhana, berlawanan dari sesuatu yang rumit. Dalam beberapa hal, kesederhanaan dapat digunakan untuk mengartikan kecantikan, kemurnian atau kejelasan. Kesederhanaan juga dapat digunakan sebagai konotasi negatif untuk menandakan defisit atau ketidakcukupan nuansa atau kerumitan suatu benda, relatif terhadap sesuatu yang dianggap perlu.

Konsep kesederhanaan telah dikaitkan dengan kenyataan dalam bidang epistemologi. Menurut razor Occam, semua hal setara, teori tersederhana adalah yang paling benar. Dalam konteks gaya hidup manusia, kesederhanaan dapat menandakan kebebasan dari kerja keras, usaha atau kepanikan. Secara spesifik, kata ini dapat merujuk pada gaya hidup sederhana.

Kesederhanaan adalah tema dalam agama Kristen. Menurut St. Thomas Aquinas, Tuhan adalah [[kesederhanaan agung|kesederhanaan tidak terbatas. Ordo Fransiskan dalam agama Katolik Roma dan Anglikan juga menyuruh kepada kesederhanaan. Anggota Religious Society of Friends (Quakers) mempraktikkan Testimoni Kesederhanaan yang menyederhanakan hidup seseorang untuk memfokuskan diripada hal-hal yang paling penting dan mengabaikan atau menghindari hal-hal yang kurang penting.

Kesederhanaan dalam filosofi ilmu pengetahuan[sunting | sunting sumber]

Kesederhanaan adalah kriteria meta-ilmiah yang bertujuan untuk mengevaluasi suatu teori (lihat pula razor Occam dan referensinya). Konsep sejenis tentang Parsimoni juga digunakan dalam filosofi ilmu pengetahuan yang merupakan penjelasan atas suatu fenomena yang kurang penting dianggap memiliki nilai yang lebih superior dibanding fenomena yang lebih penting.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  • Craig, E. Ed. (1998) Routledge Encyclopedia of Philosophy. London, Routledge. simplicity (in Scientific Theory) p. 780–783
  • Dancy, J. and Ernest Sosa, Ed.(1999) A Companion to Epistemology. Malden, Massachusetts, Blackwell Publishers Inc. simplicity p. 477–479.
  • Dowe, D. L., S. Gardner & G. Oppy (2007), "Bayes not Bust! Why Simplicity is no Problem for Bayesians", Brit. J. Phil. Sci., Vol. 58, Dec. 2007, 46pp. [Among other things, this paper compares MML with AIC.]
  • Edwards, P., Ed. (1967). The Encyclopedia of Philosophy. New York, The Macmillan Company. simplicity p. 445–448.
  • Kim, J. a. E. S., Ed.(2000). A Companion to Metaphysics. Oxford, Blackwell Publishers. simplicity, parsimony p. 461–462.
  • Maeda, J., (2006) Laws of Simplicity, MIT Press
  • Newton-Smith, W. H., Ed. (2001). A Companion to the Philosophy of Science. Malden, Massachusetts, Blackwell Publishers Ltd. simplicity p. 433–441.
  • Richmond, Samuel A.(1996)"A Simplification of the Theory of Simplicity", Synthese 107 373-393.
  • Scott, Brian(1996) "Technical Notes on a Theory of Simplicity", Synthese 109 281-289.
  • Sarkar, S. Ed. (2002). The Philosophy of Science—An Encyclopedia. London, Routledge. simplicity
  • Wilson, R. A. a. K., Frank C., (1999). The MIT Encyclopedia of the Cognitive Sciences. Cambridge, Massachusetts, The MIT Press. parsimony and simplicity p. 627–629.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]