Kepanikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kepanikan adalah suatu kondisi kecemasan yang sangat berat yang disertai dorongan untuk lari atau bersembunyi sewaktu menghadapi suatu kondisi yang dirasakan berbahaya atau mengancam. Rasa takut yang muncul tiba-tiba ini dapat menghilangkan kemampuan berpikir dan memengaruhi kelompok atau individu manusia atau hewan yang awalnya cenderung untuk menyebabkan sikap diam tak bisa berbuat apa-apa. Panik umumnya timbul pada kondisi bencana, atau kekerasan seperti perampokan dan penjarahan yang dapat membahayakan kesehatan atau jiwa. Kata ini berasal dari nama dewa mitologi Yunani Pan yang memiliki kemampuan menimbulkan ketakutan untuk sendiri atau berada di daerah terbuka.

Panik sebenarnya adalah kondisi alami pada setiap orang. Panik dalam kadar ringan yang datang hanya sesekali, adalah hal biasa. Tapi, jika cemas atau panik datang berulang dalam kadar tinggi, sehingga aktivitas kerja Anda terganggu, sebaiknya Anda waspada. Pasalnya, ada kemungkinan, panik Anda sudah menjadi gangguan klinis. Tiga dari empat penderita gangguan panik adalah wanita. Wanita karier seringkali mengalami panik. Gangguan panik yang parah bisa berujung pada agoraphobia (fobia berada di tengah banyak orang). Penderita agoraphobia sering takut tanpa alasan jelas, bila dirinya berada di tempat terbuka atau harus keluar dari rumah.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Seseorang mengalami kepanikan karena dirinya mempersepsikan sesuatu secara berlebihan. Persepsi berlebihan itu bisa muncul akibat trauma kegagalan di masa lalu.

Kepribadian seseorang juga turut menentukan muncul atau tidaknya rasa panik. Mereka yang senang berimajinasi berlebihan, berkepribadian perfeksionis atau berpendirian kaku, biasanya lebih rentan terserang panik. Demikian pula mereka yang selalu ingin memegang kontrol terhadap segala sesuatu.

Selain itu, faktor-faktor fisik seperti genetis dan kesehatan fisik ikut berperan. Mereka yang punya riwayat depresi atau panic disorder dalam keluarga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami serangan panik. Pada mereka ini, serangan panik bisa muncul tiba-tiba, sekalipun ketika kondisi fisik baru sedikit menurun.

Gejala[sunting | sunting sumber]

Gejala fisik[sunting | sunting sumber]

Beberapa gejala fisik dari orang yang panik antara lain:[1]

Gejala psikologis[sunting | sunting sumber]

Sedangkan beberapa gejala psikologis dari orang yang panik antara lain:[1]

  • Ketegangan batin
  • Gelisah
  • Takut kehilangan kontrol
  • Cemas bahwa ada bencana yang akan terjadi
  • Takut kematian dekat
  • Depersonalisasi
  • Derealisasi
  • Merasa sendirian

Penanggulangan[sunting | sunting sumber]

Orang yang mengalami panik harus menjauhi:

Pengobatan[sunting | sunting sumber]

Alprazolam digunakan sebagai pengobatan untuk mencegah serangan panik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]