Kenampakan batu terbang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kenampakan batu terbang merupakan kenampakan sebuah objek berbentuk batu yang terlihat melayang di udara seakan ada tangan tak terlihat menyangganya. Entah objek itu sebuah UFO atau memang sebuah batu besar yang melayang karena fenomena alam, tidak ada yang bisa memastikannya.

Batu Terbang di Tanah Arab[sunting | sunting sumber]

Diceritakan bahwa terdapat batu besar di sebuah desa Hassa atau Al-Ahsa daerah bagian timur Arab Saudi terangkat 11 centimeter dari tanah sekali dalam setahun pada bulan April dan tetap terangkat selama sekitar 30 menit. Banyak cerita yang mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu, salah satu mujahid ditembak mati di balik batu ini karena ia bersembunyi di sana. Kejadian ini terjadi di bulan April 1989. Bahkan terlihat pula noda darah segar di atas batu itu. Paling mengejutkan lagi, ketika batu itu terangkat dari tanah, noda ini menjadi lebih gelap, lebih segar dan basah.

Penduduk setempat mencoba untuk menyeka noda beberapa kali, tetapi setelah beberapa waktu, noda itu muncul lagi di atas batu secara otomatis.

Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi’raj ke langit. Batu itu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.

Namun seseorang mengaku menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang. Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Batu tersebut ada, tetapi mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan Photoshop atau program pengolah gambar lainnya yang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.

Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:

Selain itu, ada beberapa keraguan lain mengenai cerita batu terbang:

  • Gambar batu terbang tersebut terlalu aneh untuk dipercaya karena terletak di tempat terbuka dan dekat perumahan yang artinya banyak orang akan menyaksikannya jika itu benar. Berita dari mulut ke mulut akan mengundang banyak orang, kru televisi, koran, dan radio tentu akan meliput dan menerbitkan gambar dan cerita batu terbang tersebut. Namun kenyataannya hanya ada satu jenis foto dengan keterangan samar tentang cerita batu tersebut.
  • Cerita tentang batu yang ingin terbang mengikuti nabi Muhammad juga kurang jelas asal-usulnya dan sandaran haditsnya.
  • Pada bagian bawah dari gambar batu melayang dalam bayangan jika diperbesar akan terlihat bagian yang terhapus pada bagian tersebut.

Batu yang merupakan pijakan Nabi saat Isra' Mi'raj berada di Yerusalem, Palestina. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan Kubah Shakhrah dan tidak melayang.

Batu besar melayang di Gushan[sunting | sunting sumber]

Di sebuah bukit di Gushan, Cina, ketika Gang Hao dan keluarganya sedang mendaki buki. Ia mengambil kameranya lalu memotret pemandangan di sekitar tempat itu. Dua hari kemudian, ketika semua foto selesai diproses dan diupload ke komputer, ia melihat objek tersebut ada di salah satu fotonya. Foto tersebut diambil pada tanggal 19 Juli 2009 pukul 15:34. Kamera yang digunakan adalah Canon SX 110IS. Foto itu tidak mengalami proses editing apapun. Apabila Melihat foto itu, maka diperkirakan diameter batu tersebut adalah 5 meter.

Walaupun penampakan ini sangat luar biasa aneh, namun ternyata fenomena serupa juga pernah terlihat di Limon State Park dan Yellowwood State Park di Indiana, Amerika. Pada kedua lokasi tersebut, para pemburu pernah melihat bongkahan batu besar melayang di atas pepohonan.

Batu melayang di Shivapur[sunting | sunting sumber]

Ada dua batu yang sangat mencengangkan terletak bersebelahan di dua kuil yang berseberangan. Batu pertama beratnya 55 kilogram, yang lainnya 41 kilogram. Jika sebelas orang menyentuh batu yang lebih besar, dan sembilan orang menyentuh batu yang lebih kecil, dan mereka mengucapkan mantra khusus, yang terukir di salah satu dinding kuil di sana, kedua batu itu akan melayang – layang setinggi dua meter di udara dan akan seperti itu selama dua detik, seolah – olah hukum gravitasi tidak berlaku bagi kedua batu itu. Banyak ilmuwan Eropa dan Asia telah mempelajari fenomena aneh ini.