Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
LogoKemenEsdm.jpg
Menteri Jero Wacik
Wakil menteri Susilo Siswoutomo
Situs web
http://www.esdm.go.id/

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral disingkat KESDM (dahulu Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, di tingkat Provinsi dan/atau Kabupaten dikenal dengan nama Dinas Pertambangan dan Energi) adalah

Kementerian yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Kementerian ESDM dipimpin oleh seorang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) yang sejak tanggal 19 Oktober 2011 dijabat oleh Jero Wacik yang membawahi beberapa Badan dan Direktorat Jenderal sebagaimana dapat dilihat dalam struktur organisasi.

Visi KESDM :

Terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi serta peningkatan nilai tambah energi dan mineral yang berwawasan Iingkungan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat

Misi KESDM :

  1. Meningkatkan keamanan pasokan energi dan mineral dalam negeri.
  2. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap energi, mineral dan informasi geologi.
  3. Mendorong keekonomian harga energi dan mineral dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat
  4. Mendorong peningkatan kemampuan dalam negeri dalam pengelolaan energi, mineral dan kegeologian.
  5. Meningkatkan nilai tambah energi dan mineral.
  6. Meningkatkan pembinaan, pengelolaan dan pengendalian kegiatan usaha energi dan mineral secara berdaya guna, berhasil guna, berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  7. Meningkatkan kemampuan kelitbangan dan kediklatan ESDM
  8. Meningkatkan kualitas SDM dan sektor ESDM
  9. Melaksanakan good governance

Fungsi KESDM :

  1. Perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral;
  2. Pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral;
  3. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen/Kementerian;
  4. Pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen/Kementerian
  5. Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen/Kementerian kepada Presiden.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Pertambangan dan Energi

  • Tahun 1945: Lembaga pertama yang menangani Pertambangan di Indonesia adalah Jawatan Tambang dan Geologi yang dibentuk pada tanggal 11 September 1945. Jawatan ini, semula bernama Badan Survei Geologis (地質調查所 Chisitsu Chōsajo?), bernaung di Kementerian Kemakmuran.
  • Tahun 1952:Jawatan dan Geologi yang pada saat itu berada di Kementerian Perindustrian, berdasarkan SK Menteri Perekonomian no. 2360a/M Tahun 1952, di ubah menjadi Direktorat Pertambangan yang terdiri atas Pusat Jawatan Pertambangan dan Pusat Jawatan Geologi.
  • Tahun 1957: Berdasarkan Keppres no.131 Tahun 1957 Kementerian Perekonomian dipecah menjadi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Berdasarkan SK Menteri Perindustrian no. 4247 a/M tahun 1957, Pusat-pusat dibawah Direktorat Pertambangan berubah menjadi Jawatan Pertambangan dan Jawatan Geologi.
  • Tahun 1959: Kementerian Perindustrian dipecah menjadi Departemen Perindustrian Dasar/Pertambangan dan Departemen Perindustrian Rakyat dimana bidang pertambangan minyak dan gas bumi berada dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
  • Tahun 1961: Pemerintah membentuk Biro Minyak dan Gas Bumi yang berada dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
  • Tahun 1962: Jawatan Geologi dan Jawatan Pertambangan diubah menjadi Direktorat Geologi dan Direktorat Pertambangan.
  • Tahun 1963: Biro Minyak dan Gas Bumi diubah menjadi Direktorat Minyak dan Gas Bumi yang berada dibawah kewenangan Pembantu Menteri Urusan Pertambangan dan Perusahaan-perusahaan Tambang Negara.
  • Tahun 1965: Departemen Perindustrian Dasar/Pertambangan dipecah menjadi tiga departemen yaitu: Departemen Perindustrian Dasar, Departemen Pertambangan dan Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi.

Pada tanggal 11 Juni 1965 Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi menetapkan berdirinya Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

  • Tahun 1966: Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi dilebur menjadi Kementerian Pertambangan dan Migas yang membawahi Departemen Minyak dan Gas Bumi.
  • Tahun 1966: dalam Kabinet Ampera, Departemen Minyak dan Gas Bumi dan Departemen Pertambangan dilebur menjadi Departemen Pertambangan.
  • Tahun 1978: Departemen Pertambangan berubah menjadi Departemen Pertambangan dan Energi.
  • Tahun 2000: Departemen Pertambangan dan Energi berubah menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Struktur organisasi[sunting | sunting sumber]

  1. Sekretariat Jenderal[1]
  2. Inspektorat Jenderal[2]
  3. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan[3]
  4. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi[4]
  5. Direktorat Jenderal Mineral Batubara[5]
  6. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi[6]
  7. Badan Pendidikan dan Pelatihan[7]
  8. Badan Penelitian dan Pengembangan[8]
  9. Badan Geologi[9]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]