Kemah Suci

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kemah Suci (bahasa Ibrani: Mishkan, משכן, "Tempat tinggal [Allah]") adalah tempat ibadah sentral yang dapat dipindah-pindahkan untuk bangsa Ibrani sejak masa mereka meninggalkan Mesir setelah peristiwa Exodus (pembebasan dari Mesir), hingga masa para hakim ketika mereka terlibat dalam upaya penaklukan negeri Kanaan, hingga unsur-unsurnya dijadikan bagian dari final Bait Allah yang final di Yerusalem sekitar abad ke-10 SM.

Dalam bahasa Inggris Kemah Suci ini disebut "Tabernacle", dan seringkali dialihaksarakan begitu saja ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Tabernakel". Kata ini berasal dari kata bahasa Latin, tabernaculum yang berarti "kemah, gubuk, pondok". Tabernaculum sendiri adalah bentuk diminutif dari kata taberna, yang berarti "tavern" (="penginapan"). Kata "Tempat Suci" juga kadang-kadang digunakan, demikian pula kata "Kemah Pertemuan."

Daftar isi

[sunting] Bahasa Ibrani mishkan

Kata Ibrani "mishkan" sebenarnya merujuk ke arti yang berbeda. Kata Mishkan berkaitan dengan kata Ibrani yang artinya "tinggal", "beristirahat", atau "menetap", yang merujuk kepada "Kehadiran Allah yang menetap", Shekhina (atau Shechina) (berasal dari akar kata Ibrani yang sama dengan Mishkan), yang tinggal atau beristirahat di dalam bangunan yang secara misterius diperintahkan oleh Allah untuk dibuat oleh bangsa Ibrani.

Kata Ibrani untuk "tetangga" adalah shakhen dari akar kata yang sama dengan mishkan. The Perintah pembangunannya diambil dari kata-kata dalam Kitab Keluaran ketika Allah memerintahkan kepada Moses: "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, "supaya Aku akan diam" (we-shakan-ti) di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci (mishkan) dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."[1] Dengan demikian gagasan bahwa Allah meminta agar bangunan ini dibuat agar ia dapat menjadi "tempat tinggal" bagi diri-Nya di antara bangsa Israel setelah peristiwa Exodus.[2]

Kemah Suci adalah komponen menentukan untuk memahami banyak dari dasar-dasar Yudaisme, seperti misalnya Sabat (Sabat Yahudi), imamat Yahudi yang diperintahkan untuk melayani di dalamnya, dan makna serta penebusan dosa dari anak lembu emas.

[sunting] Lokasi

  • Kemah Pertemuan dibuat di kaki gunung Sinai di bawah pimpinan Musa dengan teliti sesuai petunjuk dari Allah.[3]
  • Kemah itu dibongkar pasang selama 40 tahun perjalanan bangsa Israel dari Sinai sampai ke tanah Kanaan.[4]
  • Tempat kemah pertemuan di sisi timur sungai Yordan sebelum masuk tanah Kanaan adalah di Sitim.[5]
  • Setelah menyeberangi sungai Yordan, kemah pertemuan didirikan di Gilgal.[6]
  • Ketika Yosua menyelesaikan tugasnya untuk merebut tanah Kanaan, maka kemah pertemuan didirikan di Silo, di mana Yosua dan Imam Besar Eleazar melakukan pembagian tanah bagi suku-suku Israel.[7] Kemah itu masih di sana pada zaman Hakim-hakim,[8] sampai masa muda Samuel.[9] Menurut sumber-sumber Talmud, Kemah Pertemuan itu berada di Silo selama 369 tahun[10] sampai Tabut Perjanjian dibawa pergi ke medan pertempuran di Eben-Ezer dan dirampas oleh orang Filistin di Afek.[11]
Pendirian Kemah Pertemuan dan perabot kudus, seperti di Keluaran 40:17–19; dari Figures de la Bible tahun 1728.
  • Namun tampaknya Kemah Pertemuan sudah dipindahkan sebelum kedatangan orang Filistin, dan dibawa ke Gibeon sampai pada zaman raja Daud. Tabut Perjanjian tidak lama kemudian dikembalikan oleh orang Filistin ke Israel, tetapi disimpan di Kiryat-Yearim sampai Daud membawanya kembali ke Yerusalem. Tabut itu tidak pernah lagi kembali ke Silo.
  • Pada zaman Saul dan Daud, kemah pertemuan dicatat berada di kota Nob.
  • Setelah Salomo mendirikan Bait Allah di Yerusalem, maka kemah pertemuan itu tidak pernah disebutkan lagi, dan kemungkinan tidak lagi digunakan.

[sunting] Tabernakel dalam Gereja-gereja Kristiani

Tabernakel di sebuah Gereja Katolik Roma

Dalam Gereja Anglikan, Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur, sebuah tabernakel adalah sebuah lemari atau kotak penyimpanan, khusus untuk menyimpan Sakramen yang telah disucikan: tubuh, darah, jiwa dan keilahian Yesus Kristus, dalam bentuk roti dan anggur, yang digunakan dalam ritus komuni suci.

Pada masa awal perkembangan Kristiani, tabernakel yang menyimpan benda suci disimpan dalam rumah-rumah pribadi dimana umat Kristiani bertemu untuk berkumpul bersama-sama saudara seiman, oleh karena ketakutan akan ganjaran hukuman dari pihak penguasa.

Dalam adat Gereja Katolik Roma dan Barat, tabernakel-tabernakel ini ditutupi dengan selimut yang disebut conopaeum. Selimut ini penampilannya bisa mirip seperti tenda atau seperti korden, tergantung apakah tabernakelnya ditaruh berdempetan dengan dinding atau berdiri sendiri. Kebiasaan ini sekarang tidaklah diharuskan. Sebuah conopaeum yang menutupi sebuah tabernakel adalah sebuah simbol dari menetapnya Tubuh Kristus, sama seperti saat Roh Tuhan tinggal di dalam Tabernakel di padang gurun dalam kelima buku Nabi Musa. Penutup ini juga menampilkan unsur dasar tabernakel yang merupakan sebuah tenda.

Umat Katolik Roma dan Ortodoks sama-sama merujuk Perawan Suci Maria sebagai tabernakel dalam devosi mereka (seperti dalam Himne Akathist di Gereja Ortodoks atau Litani Maria di Gereja Katolik Roma) karena Bunda Maria "membawa Tubuh Kristus di dalam diri-Nya" (arti kata "inkarnasi" dalam teologi Kristiani) dalam perannya sebagai Theotokos, seperti fungsi tabernakel dalam gereja saat ini.

Dalam Gereja Mormon (Bahasa Inggris: The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints), tabernakel digunakan sebagai tempat kegiatan religius yang multiguna, baik sebagai tempat upacara agama, konferensi gereja, maupun sebagai pusat komunitas, walaupun saat ini The Stake Center telah mengambil alih fungsi tabernakel untuk tempat pelayanan umat dan pusat komunitas. Beberapa tabernakel, terutama di Utah dan Hawaii, hingga hari ini masih digunakan sebagai pusat kebudayaan gereja dan untuk tujuan religius lainnya.


[sunting] Doa di Kemah Suci

Para imam Lewi menggunakan Kemah Suci untuk berbicara kepada Allah. Dua kali sehari seorang imam berdiri di hadapan mezbah doa emas dan membakar dupa yang harum. Upacara-upacara lain juga dilaksanakan di Kemah Suci.

[sunting] Referensi

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar