Kebudayaan Vatikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Negara Kota Vatikan adalah sebuah kebudayaan penting sendiri. Bangunan-bangunan semacam Basilika Santo Petrus dan Kapel Sistina adalah tempat dari karya-karya seni paling terkenal di dunia, yang meliputi karya-karya dari seniman seperti Sandro Botticelli, Gian Lorenzo Bernini dan Michelangelo. Perpustakaan Vatikan dan koleksi Museum Vatikan menyimpan berbagai warisan yang memiliki nilai sejarah, pengetahuan dan kebudayaan yang sangat tinggi. Pada tahun 1984, Vatikan dimasukkan oleh UNESCO ke dalam daftar Situs Bersejarah Dunia (World Heritage Sites). Inilah satu-satunya situs yang mencakup seluruh wilayah sebuah negara.

Vatikan bisa disebut sebagai penjaga de facto Bahasa Latin lewat yayasannya Latinitas Foundation. Sebuah hasil penting dari yayasan ini adalah edisi kamus Latin yang diterbitkan secara teratur yang mencantumkan kata-kata baru, yakni Lexicon recentis Latinitatis.

Populasi tetap Kota Vatikan sebagian besar adalah pria, walaupun dua ordo/tarekat rohaniwati tinggal di Vatikan. Sebagian kecil diantaranya adalah rohaniwan Katolik senior; sisanya adalah para anggota dari berbagai ordo/tarekat religius. Banyak pekerja dan pegawai keduataan besar bagi Vatikan tinggal di luar tembok (batas negara) Vatikan.

Pintu masuk Museum Vatikan.

Turisme dan ziarah merupakan unsur utama dalam kehidupan sehari-hari Vatikan. Sri Paus mengadakan pertemuan publik mingguan dan merayakan misa publik dan kebaktian-kebaktian lainnya, dan memberikan berkat resmi kepada "Kota dan Dunia" (Urbi et Orbi) pada Hari Paskah dan Hari Natal, dan pada beberapa saat setelah terpilihnya dirinya menjadi Sri Paus. Untuk beberapa upcara penting dengan jumlah peserta yang besar, Sri Paus memimpin perayaan misa terbuka di Lapangan Santo Petrus.

Syarat-syarat Berbusana[sunting | sunting sumber]

Syarat-syarat berbusana diterapkan untuk bisa memasuki Basilika Santo Petrus. Syarat-syarat ini berdasarkan apa yang dinilai sebagai busana yang "sederhana" dan "pantas" untuk mengunjungi sebuah Gereja Katolik, dan para turis dan pengunjung diingatkan bahwa, walaupun Basilika Santo Petrus adalah sebuah monumen arsitektur dan seni, bangunan ini utamanya adalah tempat untuk melakukan ibadah dan berdoa.

Syarat-syarat Berbusana melarang:

  • orang awam untuk memakai topi di dalam basilika
  • celana pendek/rok pendek di atas lutut
  • baju tanpa lengan
  • baju yang mempertontonkan pusar perut
  • baju wanita yang mempertontonkan belahan dada
  • baju dengan tulisan kata-kata yang tidak senonoh
  • perhiasan yang berlebihan

Penggunaan telepon seluler dan merokok juga dilarang.