Kepala Staf TNI Angkatan Laut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kasal)
Langsung ke: navigasi, cari
Kepala Staf TNI Angkatan Laut
Lambang TNI AL.png
Lambang TNI Angkatan Laut
Laksamana TNI Marsetio.png
Petahana
Laksamana TNI Marsetio

Sejak 17 Desember 2012
Pemegang pertama Laksamana Muda Mas Pardi
Dibentuk November 1945
Deputi Laksdya TNI Didit Herdiawan (Wakil KASAL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut adalah pejabat yang menjadi pimpinan di Markas Besar TNI Angkatan Laut yang berada di bawah Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut bertanggungjawab kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menggelar sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memutuskan untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Tujuan dibentuk BKR adalah untuk menampung bekas anggota PETA dan Heiho yang dibubarkan pemerintah Jepang.

Kemudian secara serempak baik di pusat maupun di daerah-daerah para pemuda membentuk BKR-BKR yang awalnya bukan organisasi tentara, dengan tujuan untuk menghindari bentrokan dengan pihak penjajahan Jepang. Para pemuda yang berjiwa bahari seperti SPT (Sekolah Pelayaran Tinggi) dan SPI (Serikat Pelayaran Indonesia) dan pelaut-pelaut Jawa Unko Kaisya kemudian mengkoordinir seluruh pemuda pelaut-pelaut Indonesia lainnya dan membentuk BKR Laut pada tanggal 10 September 1945.

Setelah diresmikannya BKR Laut Pusat oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tanggal 10 September 1945, kemudian disusun Staf Umum BKR Laut Pusat, yang dipimpin oleh Mas Pardi sebagai Ketua Umum dengan anggotanya yaitu Adam, R.E. Martadinata, Ahmad Hadi, Surjadi, Oentoro Koesmardjo dan Darjaatmaja.

Tanggal 5 Oktober 1945 dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan peningkatan dari BKR, maka secara resmi BKR Laut berubah menjadi TKR Laut.

Situasi Jakarta yang cukup rawan, tanggal 10 November 1945 pemerintah mengeluarkan putusan untuk memindahkan TKR laut ke luar kota sesuai dengan kehendak pemerintah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota diplomasi dan tidak menginginkan Jakarta menjadi daerah pertempuran seperti yang dialami Kota Surabaya.

Selanjutnya Markas Tertinggi TKR Laut yang berkedudukan di Yogyakarta setelah perubahan nama mengadakan penyempurnaan organisasi antara lain: Markas tertinggi TKR Laut di Yogjakarta dipimpin Laksamana III M. Pardi, Divisi I TKR Laut Jawa barat berkedudukan di Cirebon dipimpin Laksamana III M. Adam dan Divisi TKR II Jawa Tengah berkedudukan di Purworejo pimpinan Laksamana M. Nasir

Karena kondisi yang serba terbatas dan tidak kondusif, perkembangan TKR Laut di Jawa Timur yang seharusnya menerima instruksi-instruksi dari TKR Laut Yogjakarta, akhirnya mempunyai perkembangan sendiri yang membawa pada suatu dualisme.

Untuk menyatukan semua pihak dan aliran yang terdapat dalam lingkungan TKR Laut dibentuk suatu Komisi Penyelenggaraan Susunan Baru Markas Tertinggi TKR yang anggotanya terdiri dari unsur-unsur pimpinan Yogjakarta, Lawang dan Kementerian Pertahanan. Susunan komisi ketua R.S. Ahmad Sumadi dengan anggota Adam, M. Nasir, Katamudi, Moch. Affandi yang disyahkan oleh Menteri Pertahanan Amir Sjarifudin dengan disaksikan Wakil Presiden Mohammad Hatta, Jaksa Agung Mr. Kasman Singodimedjo, Kepala Staf Umum TKR Urip Sumohardjo.

Kemudian komisi ini menyelenggarakan sidang pertama kali tanggal 25 dan 26 Januari 1946 dan mengambil beberapa keputusan antara lain :

  1. Mengangkat Atmadji sebagai Pemimpin Umum TKR laut dan ditempatkan pada kementerian Pertahanan
  2. Untuk Koordinasi sepenuhnya antara beberapa pihak dan aliran dalam TKR laut diputuskan untuk mengangkat M. Nazir sebagai Kepala Staf Umum dengan dibantu M. Pardi dan Gunadi dengan ketentuan ketiganya tidak boleh diadakan perbedaan pangkat. Ketiga pimpinan tersebut diwajibkan untuk menyusun staf TKR laut dengan sebaik-baiknya.

Pada tanggal ini juga nama TKR Laut diubah menjadi TRI Laut dan pada bulan Februari 1946 TRI Laut diubah menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Perubahan nama tersebut tidak mempengaruhi struktur organisasi yang telah ada. Markas Besar Tertinggi (MBT) TKR Laut kemudian berubah menjadi Markas Besar Umum (MBU) ALRI dengan Laksamana III Mas Pardi sebagai Kepala Staf Umum MBU ALRI.

Setelah itu MBU ALRI mengalami perubahan kembali, dengan diangkatnya Laksamana III Mohammad Nazir sebagai Panglima Angkatan Laut Indonesia (ALRI) yang bertugas sebagai pemegang komando tertinggi angkatan laut.

Sesuai dengan Penetapan Presiden No. 1 tanggal 2 Januari 1948, tentang reorganisasi dan rasionalisasi ALRI, Menteri Pertahanan Mohammad Hatta membentuk Komite Reorganisasi ALRI (KRAL) pada tanggal 17 Maret 1948 dan mengangkat Kolonel R. Soebijakto sebagai Ketua KRAL. Setelah selesai menjalankan tugasnya, KRAL dibubarkan pada akhir April 1948, dan Soebijakto diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Daftar pejabat[sunting | sunting sumber]

Daftar Kepala Staf TNI Angkatan Laut di bawah ini adalah daftar para pejabat yang menjadi pimpinan di Markas Besar TNI Angkatan Laut. Pejabat ini disebut sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut atau biasa disingkat KASAL.[2]

No Foto Nama Dari Sampai Jabatan terakhir Keterangan
1 Laksamana Muda M Pardi.png Laksamana III
Mas Pardi
November 1945 Februari 1946   Jabatan bernama Kepala Staf Umum TKR Laut
2 Laksamana Muda M. Nazir.png Laksamana III
Mohammad Nazir
Februari 1946 April 1948   Jabatan bernama Panglima Angkatan Laut
3 Laksamana Madya R. Soebijakto.png Laksamana Madya TNI
R. Soebijakto
April 1948 Juli 1959  
4 Martadinata - cropped.JPG Laksamana TNI
R.E. Martadinata
Juli 1959 25 Februari 1966  
5 Laksamana TNI Moeljadi.png Laksamana TNI
Moeljadi
25 Februari 1966[3] 16 Desember 1969 Deputi I Menteri/Panglima AL
6 Laksamana TNI Sudomo.png Laksamana TNI
Sudomo
16 Desember 1969[4] 1973 Panglima Armada Maritim Kawasan Tengah
7 Laksamana TNI R Soebono.png Laksamana TNI
R. Soebono
1973 1974 Kepala Staf Umum Hankam
8 Laksamana TNI RS Subijakto.png Laksamana TNI
R.S. Subijakto
26 Juni 1974[5] 1977 Duta Besar RI untuk Burma
9 Waloejo soegito.jpg Laksamana TNI
Waloejo Soegito
1977 1982 Deputi KSAL
10 Laksamana TNI M Romly.png Laksamana TNI
Mochamad Romly
1982 1986 Deputi KSAL
11 Laksamana TNI R Kasenda.png Laksamana TNI
Rudolf Kasenda
1986 1989 Deputi Logistik KSAL
12 Laksamana TNI M Arifin.png Laksamana TNI
Muhamad Arifin
1989 1993 Aslog Kasum ABRI
13 Laksamana TNI Tanto Kuswanto.png Laksamana TNI
Tanto Kuswanto
1993 1996 Wakil KSAL
14 Laksamana TNI Arief Kushariadi.png Laksamana TNI
Arief Koeshariadi
1996 1998 Pangarmabar
15 KASAL Laksamana TNI Widodo AS.png Laksamana TNI
Widodo Adi Sutjipto
1998 1999 Wakil KSAL
16 Asutjipto.jpg Laksamana TNI
Achmad Sucipto
17 Juli 1999 9 Oktober 2000 Wakil KSAL
17 Laksamana TNI Indroko Sastrowiryono.png Laksamana TNI
Indroko Sastrowiryono
9 Oktober 2000 25 April 2002 Wakil KSAL
18 Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh.png Laksamana TNI
Bernard Kent Sondakh
25 April 2002 18 Februari 2005 Irjen TNI
19 Laksamana TNI Slamet Soebijanto.png Laksamana TNI
Slamet Soebijanto
18 Februari 2005 7 November 2007 Wakil Gubernur Lemhanas
20 Sumardjono.jpg Laksamana TNI
Sumardjono
7 November 2007 1 Juli 2008 Irjen Dephan
21 Laks-tni-tedjo-edhy.jpg Laksamana TNI
Tedjo Edhy Purdijatno
1 Juli 2008 7 November 2009 Kepala Staf Umum TNI
22 Agus Suhartono TNI AL.jpg Laksamana TNI
Agus Suhartono
7 November 2009 28 September 2010 Irjen Dephan
23 Laksamana TNI Soeparno.png Laksamana TNI
Soeparno
28 September 2010 17 Desember 2012 Wakil Kepala Staf Angkatan Laut
24 Laksamana TNI Marsetio.png Laksamana TNI
Marsetio[6]
17 Desember 2012[7] sekarang Wakil Kepala Staf Angkatan Laut
  • (Keterangan:Pangkat yang tercantum adalah pangkat tertinggi saat menjabat sebagai KASAL)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Undang-Undang No.34 Tahun 2004, Tentang Tentara Nasional Indonesia
  2. ^ "Struktur organisasi". tnial.mil.id. TNI Angkatan Laut. Diakses 16 Agustus 2013. 
  3. ^ "Amanat PJM Presiden Sukarno pada Upatjara Timbang-terima Djabatan Menteri/Panglima Angkatan Laut dari Laksamana Madia Laut E. Martadinata kepada Laksamana Muda Laut Muljadi di Halaman Istana Negara/Merdeka, Djakarta, 25 Pebruari 1966". Monash University Library Asian Studies Research Collection Online. Monash University Library. Diakses 9 Desember 2013. 
  4. ^ G., Dwipayana; Nazarudin Sjamsuddin (2003). Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973. Jakarta: PT. Citra Kharisma Bunda. hlm. 179. 
  5. ^ "1974-06-26 Amanat Presiden Soeharto Pada Upacara Pelantikan KASAL Dan KAPOLRI". Soeharto.co. Diakses 9 Desember 2013. 
  6. ^ Sukma Indah Permana (19 Februari 2013). "KSAL dan KSAU Naik Pangkat". news.detik.com (Detikcom). Diakses 9 Desember 2013. 
  7. ^ Mega Putra Ratya (17 Desember 2012). "Laksamana Marsetyo & Marsekal Ida Bagus Dilantik Jadi KSAL & KSAU". news.detik.com (Detikcom). Diakses 9 Desember 2013. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]