Kapten Haddock

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Kapten Haddock (Capitaine Haddock).
Kapten Haddock (Capitaine Haddock).

Kapten Archibald Haddock adalah seorang tokoh fiktif dalam serial buku komik Petualangan Tintin karya penulis dan artis komik Belgia Georges Remi, atau yang lebih dikenal dengan nama Hergé. Ia adalah sahabat karib Tintin, seorang kapten kapal di dunia pelayaran komersial yang diperkenalkan dalam cerita Kepiting Bercapit Emas. Kapten Haddock pada mulanya digambarkan sebagai seorang tokoh yang lemah dan pecandu alkohol, tapi kemudian di cerita-cerita berikutnya ia menjadi tokoh yang dihormati dan penuh sikap kepahlawanan (terutama dalam cerita penting Tintin di Tibet, dimana ia secara suka-rela mau menyerahkan nyawanya untuk menyelamatkan temannya). Walaupun ketika diperkenalkan Kapten Haddock adalah seorang kapten kapal barang, di cerita-cerita berikutnya ia jelas-jelas telah pensiun dari pekerjaannya itu. Aspek kemanusiaan sang kapten yang agak kasar dan penuh sikap sarkastik merupakan sesuatu yang sangat berbeda dengan sikap kepahlawanan Tintin yang seringkali sangat luar biasa. Ia sangat cepat untuk memberikan komentar yang pedas pada Tintin ketika dirasakannya sikap temannya itu terlalu idealistis.

Tokoh ini menjadikan serial Tintin menjadi semakin lengkap karakternya. Selama ini tokoh Tintin digambarkan sebagai karakter yang maha sempurna hampir tanpa cacat cela sedikitpun. Namun dengan munculnya Haddock yang sangat ekpresif dalam penggambaran menjadikan ada unsur penyeimbang dalam serial ini dan menjadikannya sebagai serial yang tak akan lekang oleh waktu.

Tokoh ini pada dasarnya lebih menggambarkan karakter Herge sendiri sebagai manusia biasa, dimana sebagai seorang pandu dia terwakili oleh Tintin namun seringkali karakter Hergé terwakili oleh Kapten Haddock. Selain itu Kapten Haddock juga mewakili anglophilia dari Herge sendiri seperti: sering mengedepankan fair play; pakaian yang necis dan rapi; penghargaannya yang teramat dalam akan anggur berkelas; dan tidak terlupa akan tradisi di dunia kemaritiman yang sudah teramat tersohor. Dengan dimunculkannya karakter Kapten Haddock menjadikan serial Tintin semakin menyenangkan untuk diikuti.

Daftar isi

[sunting] Sejarah

"Seribu topan badai !!!"
—Kapten Haddock

Tokoh Kapten Haddock diperkenalkan dalam cerita Kepiting Bercapit Emas[1], digambarkan sebagai seorang tokoh yang lemah dan pecandu alkohol. Hingga pada saat diperkenalkannya Kapten Haddock, tokoh-tokoh pembantu dalam cerita Petualangan Tintin hanya muncul secara tidak tetap dan tidak berada di bagian cerita utama. Mereka seringkali digunakan untuk membangun kesinambungan cerita daripada sebagai tokoh-tokoh pihak baik. Namun Hergé kemudian menyadari potensi tokoh Kapten Haddock sebagai pelengkap tokoh Tintin dan menjadikannya sebagai tokoh tetap dalam cerita buku komik tersebut. Kehadirannya ini menyebabkan peran Snowy menjadi berkurang banyak untuk memberikan tempat bagi pengembangan karakter sang kapten.

Penggambaran Kapten Haddock tumbuh secara cepat dari saat pertama kali ia diperkenalkan. Dalam petualangan pertamanya ia digambarkan sebagai seorang tokoh yang hampir sama berbahayanya dengan para tokoh penjahat bagi Tintin. Ia digambarkan sebagai seseorang yang cepat marah, suka meluapkan emosinya melalui caci maki, dan mampu bertingkah laku yang menyebabkan pihak lain untuk kehilangan kesabaran. Di satu kesempatan dalam cerita tersebut ia bahkan menyerang Tintin secara fisik ketika ia dalam ilusi bahwa Tintin adalah sebotol sampanye dan mencoba mencabut kepala temannya itu dengan paksa. Namun, tokoh ini digambarkan sedemikian rupa sebagai seseorang yang berhati baik yang membutuhkan perubahan hidup. Di akhir cerita petualangan tersebut, Tintin berhasil merubah hidup sang pecandu alkohol dan menjadikannya seorang sahabat setianya, walaupun sang kapten masih terkadang suka mencaci-maki.[1]

Melalui tokoh Kapten Haddock, Hergé memperoleh jalan untuk bisa lebih menampilkan ekspresi seninya yang sulit diwujudkan lewat tokoh Tintin. Michael Farr, penulis buku Tintin: The Complete Companion, menulis: "Hergé selalu menampilkan ekspresi wajah Tintin secara minimal, namun dalam diri Kapten Haddock, tokoh ini bisa dirubah-rubah ekspresinya sesuai dengan emosi." Farr menulis lebih lanjut: "Lewat Kapten Haddock, Hergé berhasil menciptakan tokoh yang paling penuh inspirasi semenjak Tintin" dan jumlah penjualan buku dimana Kapten Haddock diperkenalkan yang sangat laris membuktikan bahwa tokoh ini diterima dengan sangat baik oleh penggemar Tintin.

Setelah memperoleh peran yang cukup serius dalam cerita Bintang Jatuh (Tintin), dimana ia digambarkan menjadi Presiden Komunitas Pelaut Anti-Alkohol (President of the Society of Sober Sailors) yang kamar kabinnya dipenuhi dengan botol-botol whisky, Kapten Haddock menjadi tokoh utama dalam cerita petualangan berikutnya yang terbagi dalam dua buku, yaitu Rahasia Kapal Unicorn dan Harta Karun Rackham Merah, dimana sejarah keluarganya memegang peranan dalam alur ceritanya.

Hergé membangun cerita petualangan mengenai Kapten Haddock, melengkapi tokoh ini dengan rumah moyangnya Marlinspike Hall, atau Moulinsart dalam edisi Bahasa Perancis. Harry Thompson, penulis buku Tintin: Hergé and His Creation, menulis bahwa diciptakannya rumah yang besar dan mewah di daerah pedesaan tersebut adalah untuk "memberikan sebuah rumah peninggalan nenek moyang bagi Tintin dan Kapten Haddock untuk menempati." Untuk bisa memasukkan unsur ini ke dalam cerita, Hergé akhirnya juga menceritakan garis keturunan dan nenek moyang Kapten Haddock, sesuatu yang dianggap Harry Thompson sebagai sesuatu yang lain daripada yang lain: "Kapten Haddock adalah satu-satunya tokoh tetap yang kerabat keluarganya sempat muncul di dalam cerita Petualangan Tintin (bila tidak mengikut-sertakan Jolyon Wagg dan keluarganya yang tidak normal)".[2]

Di cerita Petualangan Tintin terakhir yang diselesaikan oleh Hergé, Tintin dan Picaros, Kapten Haddock menjadi seorang tokoh yang penting dimana ia mendominasi separuh alur cerita dari petualangan tersebut.

[sunting] Penamaan

Nama "Haddock" diusulkan pertama kali kepada Hergé oleh istrinya yang mengatakan bahwa "haddock" merupakan salah satu jenis ikan khas Inggris ketika mereka sedang bercakap-cakap sewaktu makan malam dengan menu ikan. Hergé kemudian menggunakan nama itu untuk tokoh kapten kapal yang baru saja ia ciptakan. Kapten Haddock dibiarkan tanpa nama depan sampai pada cerita terakhir yang diselesaikan Hergé, Tintin dan Picaros (1976), dimana nama Archibald diperkenalkan.

Ketika peran Kapten Haddock tumbuh besar, Hergé memperluas karakter tokoh ini pula, mengembangkannya dari sebagian sifat teman-temannya. Karakter emosinya terinspirasi dari ahli warna buku komik Tintin E.P. Jacobs, sementara sifat blak-blakannya berasal dari rekan kerjanya Bob de Moor. Harry Thompson berkomentar mengenai bagaimana Hergé menggunakan tokoh ini untuk memasukkan unsur humor ke dalam alur cerita: "... dimana Kapten Haddock berperan sebagai seorang yang lugu untuk meringankan pembicaraan panjang yang serius."[2]

[sunting] Catatan kaki

  1. ^ a b Michael Farr Tintin: The Complete Companion, John Murray (2001) ISBN 0-7195-5522-1
  2. ^ a b Thompson, Harry (1991). Tintin: Hergé and his creation, First, Hodder & Stoughton. ISBN 0-340-52393-X.

[sunting] Pranala luar

 
Petualangan Tintin

Karakter utama: Tintin | Milo | Kapten Haddock

Karakter pendukung: Profesor Lakmus | Dupont dan Dupond | Bianca Castafiore | Nestor | Jenderal Alcazar |
Jenderal Tapioca | Rastapopoulos | Müller | Ben Kalish Ezab dan Abdullah | Chang

Peralatan pribadi