Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Setiabudi Tiga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Setiabudi Tiga adalah salah satu unit vertikal Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan,Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang beralamat di Jl. Raya Pasar Minggu No. 11 Pancoran Jakarta Selatan yang menghimpun penerimaan negara dari sektor perpajakan berupa Pajah Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Bumi dan Bangunan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Setiabudi Tiga merupakan pecahaan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Setiabudi Satu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. Per-55/PMK.01/2007 tanggal 31 Mei 2007 dan mulai beroperasi pada tanggal 2 Oktober 2007 berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor : KEP-86/PJ/2007 tanggal 11 Juni 2007.

Wilayah Kerja[sunting | sunting sumber]

KPP Pratama Jakarta Setiabudi Tiga membawahi 2 (dua) Kelurahan di wilayah Kecamatan Setiabudi, yaitu Kelurahan Karet Semanggi dan Kelurahan Kuningan Timur. Kedua kelurahan tersebut berbatasan dengan wilayah Jakarta Pusat yang merupakan down town area yang dilingkari oleh jalan-jalan utama kota Jakarta, sehingga KPP Pratama Jakarta Setiabudi Tiga adalah satu-satunya KPP Pratama di Jakarta yang wilayah kerjanya meliputi 4 (empat) jalan protokol Jakarta yang dkenal sebagai Segi Empat Emas yaitu :

  • Jalan Jenderal Sudirman (1 sisi, 1/4 bagian jalan)
  • Jalan Gatot Subroto { 1 sisi, 1/2 bagian jalan)
  • Jalan H.R. Rasuna Said (2 sisi , 1/2 bagian jalan)
  • Jalan Prof. Satrio (1 sisi, 1/2 bagian jalan)

Sesuai dengan karakteristik jalan protokol Jakarta yang merupakan wajah ibukota tentu saja bangunan - bangunan di sepanjang jalan tersebut adalah berupa gedung - gedung tinggi dan megah (office tower) yang peruntukannya adalah kegiatan bisnis modern yaitu : perkantoran, hotel, mall, trade center, hypermarket , apartemen, club house, retail area maupun mix used building yang meliputi seluruh peruntukan tersebut. Selain itu di jalan - jalan protokol ini terdapat beberapa kantor Kementerian, Lembaga maupun BUMN.

Wilayah - wilayah tersebut akan terus berkembang karena sesuai dengan rencana tata ruang pembangunan kota Jakarta peruntukannya adalah sebagai Central Bussiness District (CBD). Rencana pengembangan paling mutakhir adalah pembangunan kawasan di sepanjang Jalan Prof. Satrio yang akan ditata sebagai International Shopping Belt dan kelak akan menjadi serupa Orchad Road di Singapura dan bahkan diproyeksikan akan menjadi "The New Icon of South East Asia". Dalam beberapa tahun ke depan sejumlah grup perusahaan property berskala besar akan merealisasikan proyek - proyek prestisius disini sehingga kawasan ini akan menjadi icon : prestige - pleasure and perfectoin of living. Dari gambaran tersebut jelas terlihat adanya potensi fiskal yang besar dari kegiatan ekonomi dan bisnis di wilayah ini.

Disamping wilayah "lingkar luar" yang dilingkupi oleh empat jalan protokol tersebut di atas, "bagian dalam" wilayah kerja KPP Pratama Jakarta Setiabudi Tiga pun tidak kalah menarik akan potensi fiskalnya, beberapa yang dapat disebut adalah :

  • Sepanjang Jalan Garnizun di Kelurahan Karet Semanggi (dibelakang The Plaza Semanngi }, kawasan ini di sekitar jalan tersebut sekarang sudah mulai dikembangakan dengan pendirian tower - tower baru.
  • Jalan Peltu Sidup di Kelurahan Karet Semanggi (di belakanga Menara Global) sebagian kawasan tersebut terlihtat telah banyak didirikan bangunan - bangunan menengah (4 - 7 lantai) untuk kawasan pekantoran.
  • Jalan Perintis (merupakan jalan penghubung antara Kelurahan Karet Semanggi dengan kawasan Mega Kuningan / Kelurahan Kuningan Timur) di sebagian jalan tersebut juga terlihat pembangunan menengah untuk perkantoran.
  • Mega Kuningan di Kelurahaan Kuningan Timur, kawasan ini telah dikembangkan sebagai kawasan internasional (dikenal sebagai kawasan diplomatik) yang didalamnya terdapat tower - tower perkantoran baru dan modern, hotel berbintang lima, apartemen premium, beatique mall, retail arcade, area perkantoran dan kantor kedutaan besar.
  • Komplek rumah dinas pejabat tinggi negara, terdapat disepanjang Jalan Denpasar Raya dan di sebagian Jalan Kintamani
  • Komplek perumahaan Taman Patra dan Patra Kuningan, kawasan ini merupakan residence area yang terdiri dari rumah - rumah besar dan mewah, penghuninya antara lain para mantan pejabat tinggi negara dan para owner dari grup - grup perusahaan besar.

Kepala Kantor[sunting | sunting sumber]

  1. Haryon Bangsawan (Pejabat sementara) periode Juni 2007 s.d. Oktober 2007
  2. Drs. Ilhamsyah, MM periode 1 Oktober 2007 s.d. September 2008
  3. Aim Nursalim Saleh, ST, MBA periode Oktober 2008 s.d. Juli 2011
  4. Agustin Vita Avantin, SE, MSi periode Juli 2011 s.d. sekarang