Kaleido Star

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kaleido Star
Kaleidostar.jpg
Cover DVD Volume 1 (rilis AS)
Genre Comedy-drama, Fantasy
Anime
Sutradara  Junichi Sato
Yoshimasa Hiraike (Season 2)
Studio Gonzo, G&G Entertainment
Original video animation
Sutradara  Junichi Sato
Yoshimasa Hiraike
Studio Gonzo
Pelisensi  ADV Films
Rilis September 24, 2004
Original video animation
Sutradara  Junichi Sato
Yoshimasa Hiraike
Studio Gonzo
Rilis 11 December 2005
Original video animation
Sutradara  Junichi Sato
Yoshimasa Hiraike
Studio Gonzo
Rilis 27 September 2006
Portal Anime dan Manga

Kaleido Star (カレイドスター Kareido Sutā?) adalah anime tv series yang diproduseri oleh Studio Jepang Gonzo Digimation Holding, Studio KoreaG&G Entertainment, dan Studio Amerika ADV Films. Seri ini diciptakan oleh Junichi Sato, yang juga berperan sebagai director pada season pertama, dan ditulis oleh Reiko Yoshida. Sedang untuk Kaleido Star: New Wings disutradarai olehYoshimasa Hiraike.

Kaleido Star berpusat pada Sora Naegino, seorang gadis Jepang berusia 16 tahun yang mengejar mimpinya di Amerika Serikat untuk tampil di sebuah panggung dunia ternama "Kaleido Stage".

Tiga OVA (original video animations) juga telah dibuat, serta manga dan novel.

Plot[sunting | sunting sumber]

Season Pertama[sunting | sunting sumber]

Sora Naegino, seorang gadis Jepang dengan bakat yang hebat dalam hal akrobatik, datang ke Amerika dan berharap bisa lulus audisi untuk menjadi bintang di Kaleido Stage, sebuah sirkus terkenal di dunia yang sangat memikat hati Sora saat ia menyaksikan pertunjukan Kaleido Stage pada masa kecilnya.

Seorang polisi baik hati mengantarnya ke Kaleido Stage, namun ternyata audisi untuk Kaleido Stage sudah berakhir. Idolanya, Layla Hamilton sang Kaleido Star, menyuruhnya untuk kembali ke Jepang. Namun ketika salah seorang pemain mengalami kecelakaan akibat kecerobohan Sora, Kalos sang pemilik Kaleido Stage (yang pada awal tayangan menjadi lelaki misterius yang tiba-tiba memegang kaki sora) memberi kesempatan untuk tampil menggantikan pemain yang terluka itu di atas kemegahan Kaleido Stage. Setelah selesai melakukan pertunjukan yang bisa dibilang berhasil, Sora bersiap-siap kembali ke Jepang. Namun Ken Robbins mengatakan padanya bahwa ia telah lolos audisi dan berhak bergabung dengan Kaleido Stage. Masuknya Sora ke Kaleido Stage ditentang keras oleh Lalya, namun Kalos menjelaskan pada Layla bahwa suatu saat Layla akan mengetahui bakat luar biasa yang terdapat pada Sora.

Sora mengalami masa-masa sulitnya di Kaleido Stage, ditambah lagi dengan sikap dingin Layla padanya. Namun dengan bantuan sahabat-sahabatnya Ken Robins, Mia Guillem dan Anna Heart serta Marion Begini, Sora selalu berusaha menunjukkan pada semua orang bahwa ia pantas berdiri di atas Kaleido Stage. Persahabatan yang dijalin Sora dengan para anggota Kaleido Stage juga sangat erat, seperti persahabatannya dengan Sarah dan Jonathan (seekor bayi anjing laut)! Di episode-episode tengah, Sora dan Layla akhirnya bisa menjalin sebuah hubungan pertemanan.

Akan tetapi makin banyak halangan yang menghadang Kaleido Stage, dari pengkhianatan Yuri Killian hingga perseteruan Layla dan ayahnya yang menginginkan Layla untuk segera menginggalkan Kaleido Stage. Mampukah Sora menghadapi ini semua dan mempertahankan Kaleido Stage?


New Wings[sunting | sunting sumber]

Pada season kedua Sora kembali ke atas panggung setelah berhasil melakukan sebuah teknik legendaris bersama-sama dengan Layla. Keberhasilan teknik legendaris itu harus dibayar dengan absennya Layla dari Kaleido Stage. Lengan kanan Layla terluka saat berlatih menyempurnakan teknik legendaris itu. Tidak adanya kehadiran Layla pada Kaleido Stage menyebabkan menurunnya jumlah pengunjung, maka Kalos merekrut Leon Oswald sebagai pasangan panggung Sora untuk menggantikan Layla. Sangat tidak diduga bahwa Leon sama sekali tidak memedulikan Sora di awal episode, namun selanjutnya kadang-kadang ia menjunjukkan perhatian yang sangat pada Sora.

Penolakan Leon terhadap Sora ini membuat seorang gadis yang berhasil lolos audisi Kaleido Stage dengan nilai nyaris sempurna May Wong untuk bersaing dengan Sora dan membuktikan siapakah orang yang akan diakui oleh Leon.

Kehebatan Sora dibuktikan saat ia mengikuti festival sirkus di Prancis. Namun aura para peserta festival itu sangat berbeda dengan pembawaan Sora yang ceria, disana ia melihat bahwa para peserta yang berkompetisi siap melakukan apapun untuk meraih gelar "juara"! Pada akhirnya festival tersebut dimenangkan pasangan May Wong dan Leon dengan teknik Demon Spiralnya. Setelah kepulangan mereka dari FestiVal Sirkus, akhirnya Leon memutuskan untuk melatih Sora agar dapat menguasai Teknik Bidadari. Sophie, adik Leon yang telah meninggal dulu pernah berkata bahwa Teknik Bidadari adalah sesuatu yang bisa memanggil hati bidadari para penontonnya dan menciptakan panggung tanpa konflik. Akhirnya Leon bertekad untuk melatih Sora dan menjadikannya Bintang Sejati, seperti yang pernah dikatakan Sophie dulu.

Season Kedua ini bercerita tentang pencarian Sora terhadap impiannya sekarang. Setelah mengalami banyak penolakan dan latihan, Sora bermaksud menjadi sorang Kaleido Star yang dapat menciptakan sebuah kebahagaiaan bagi semua penontonnya.

The Amazing Princess Without a Smile[sunting | sunting sumber]

OVA pertama ini menceritakan tentang sebuah pertunjukan baru Kaleido Stage untuk meneruskan keberhasilan dari pementasan Swan Lake. Cerita dari pertunjukan baru ini tentang seorang putri yang tidak bisa tersenyum dan seorang pelawak yang berharap dapat mengembalikan senyum putri itu. Ide cerita itu digagas oleh Mia ketika ia melihat sebuah lukisan yang didalamnya terdapat gambar seorang putri yang sangat mirip dengan Rosetta dan seorang pelawak yang dengan sangat mengejutkan mirip dengan Fool (roh dari panggung yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang telah dipilih oleh panggung).

Mampukah Rosetta, orang yang kali pertamanya datang ke Kaleido Stage tanpa senyum sedikitpun untuk memainkan peran tersebut? Dan ada kaitan apa dibalik lukisan putri dan pelawak itu bagi Fool??

 Legend of Phoenix ~Layla Hamilton Monogatari~[sunting | sunting sumber]

Layla dan Sora akan melakukan pertunjukan yang sama dengan interpretasi berbeda dari "Legend of Phoenix" pada tempat yang berbeda pula.

Sementara Sora berlatih untuk mendapatkan teknik Phoenix yang berbeda dari teknik milik Layla. Layla juga sedang mempersiapkan teknik Phoenix barunya sebagai tanda akan lahirnya Layla Hamilton yang baru!

Layla banyak mengalami kejadian yang menguak semua cerita di balik masa lalu Layla. Kemudian ia tersadar, bahwa sebenarnya Sora adalah sesuatu yang patut dijadikan bahan renungan untuknya. Selama end credits, kita akan disuguhi tayangan 2 teknik "Legend of Pheonix" yang berhasil diinterpretasikan oleh Layla dan Sora.

 Good day yo! Goood!! [sunting | sunting sumber]

Good day yo! Goood!! adalah tayangan OVA sepanjang 22 menit yang digarap dengan computer graphics. Semua karakter pada OVA ini digambarkan dengan gaya super deformed. OVA ini dibagi menjadi tiga bagian singkat. Bagian pertama adalah pelajaran dari May Wong untuk membuat kudapan lezat mapo doufu. Bagian kedua adalah pelajaran memainkan diabolo oleh Rosetta. Sedang bagian terakhirnya adalah pelajaran bahasa anjing laut yang dipresentasikan oleh Marion dan Jonathan.

Karakter[sunting | sunting sumber]