Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari KTT ASEAN)
Langsung ke: navigasi, cari

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN
The Association of Southeast Asian Nation - Summit (ASEAN - Summit)
Motto"One Vision, One Identity, One Community".
Anggota ASEAN ditampilkan dalam warna hijau
Sekretariat Indonesia
Negara anggota
Pemimpin
 -  Sekretaris Jenderal Bendera Thailand Surin Pitsuwan
Pendirian 8 Agustus 1967
Situs web resmi
Situs Web Resmi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah pertemuan puncak antara pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN dalam hubungannya terhadap pengembangan ekonomi dan budaya antar negara-negara Asia Tenggara.[2]

Sejak dibentuknya ASEAN telah berlangsung 14 kali KTT resmi, 4 KTT tidak resmi, dan 1 KTT Luar Biasa.

Lokasi Pertemuan[sunting | sunting sumber]

KTT ASEAN diselenggarakan oleh 10 negara Asia Tenggara setiap tahunnya.

KTT Asean di Hanoi, Vietnam pada 28-30 Oktober 2010
Pertemuan Tahunan Anggota ASEAN.
Tanggal Negara Tuan rumah
1 23‒24 Februari 1976  Indonesia Bali
2 4‒5 Agustus 1977  Malaysia Kuala Lumpur
3 14‒15 Desember 1987  Filipina Manila
4 27‒29 Januari 1992  Singapura Singapura
5 14‒15 Desember 1995  Thailand Bangkok
6 15‒16 Desember 1998  Vietnam Hanoi
7 5‒6 November 2001  Brunei Bandar Seri Begawan
8 4‒5 November 2002  Kamboja Phnom Penh
9 7‒8 Oktober 2003  Indonesia Bali
10 29‒30 November 2004  Laos Vientiane
11 12‒14 Desember 2005  Malaysia Kuala Lumpur
12 11‒14 Januari 20071,2  Filipina Cebu
13 18‒22 November 2007  Singapura Singapura
14 27 Februari-1 Maret 2009[3]3  Thailand Cha Am, Hua Hin
15 23 Oktober 2009  Thailand Cha Am, Hua Hin
16 8-9 April 2010  Vietnam Hanoi
17 28-30 Oktober 2010  Vietnam Hanoi
18 4-8 Mei 2011  Indonesia Jakarta
19 17-19 November 2011  Indonesia Bali
20 3-4 April 2012  Kamboja Phnom Penh
21 17-20 November 2012  Kamboja Phnom Penh
22 9 Oktober 2013  Brunei Bandar Seri Begawan
1 Ditunda dari tanggal sebelumnya 10‒14 Desember 2006 akibat Badai Seniang
2 Menjadi tuan rumah setelah Myanmar mundur karena ditekan AS dan UE
3 Ditunda dari tanggal sebelumnya 12‒17 Desember 2008 akibat krisis politik Thailand 2008. Pertemuan pada Maret kemudian dibatalkan akibat aksi unjuk rasa di lokasi pertemuan.
Konferensi Tingkat Tinggi Tak Resmi ASEAN
Tanggal Negara Tuan rumah
1 30 November 1996  Indonesia Jakarta
2 14‒16 Desember 1997  Malaysia Kuala Lumpur
3 27‒28 November 1999  Filipina Manila
4 22‒25 November 2000  Singapura Singapura
Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa ASEAN
Tanggal Negara Tuan rumah
1 6 Januari 2005  Indonesia Jakarta

Hasil dari KTT Resmi ASEAN[sunting | sunting sumber]

KTT ke-1

  • Deklarasi Kerukunan ASEAN; Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC); serta Persetujuan Pembentukan Sekretariat ASEAN.

KTT ke-2

  • Pencetusan Bali Concord 1.

KTT ke-3

  • Mengesahkan kembali prinsip-prinsip dasar ASEAN.
  • Solidaritas kerjasama ASEAN dalam segala bidang.
  • Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan memperbesar peranan swasta dalam kerjasama ASEAN.
  • Usaha bersama dalam menjaga keamanan stabilitas dan pertumbuhan kawasan ASEAN.

KTT ke-4

  • ASEAN dibentuk Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk mengawasi, melaksanakan koordinasi.
  • Memberikan penilaian terhadap pelaksanaan Skema Tarif Preferensi Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff/CEPT) menuju Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.

KTT ke-5

  • Membicarakan upaya memasukan Kamboja, Laos, Vietnam menjadi anggota serta memperkuat identitas ASEAN.

KTT ke-6

  • Pemimpin ASEAN menetapkan Statement of Bold Measures yang juga berisikan komitmen mereka terhadap AFTA dan kesepakatan untuk mempercepat pemberlakuan AFTA dari tahun 2003 menjadi tahun 2002 bagi enam negara penandatangan skema CEPT, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

KTT ke-7

  • Mengeluarkan deklarasi HIV/AIDS.
  • Mengeluarkan deklarasi Terorisme, karena menyangkut serangan terorisme pada gedung WTC di Amerika.

KTT ke-8

  • Pengeluaran deklarasi Terorisme, bagaimana cara-cara pencegahan.
  • Pengesahan ASEAN Tourism Agreement.

KTT ke-9

  • Pencetusan Bali Concord II yang akan dideklarasikan itu berisi tiga konsep komunitas ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).

KTT ke-10

  • Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Program) yang diluluskan dalam konferensi tersebut menekankan perlunya mempersempit kesenjangan perkembangan antara 10 negara anggota ASEAN, memperluas hubungan kerja sama dengan para mitra untuk membangun sebuah masyarakat ASEAN yang terbuka terhadap dunia luar dan penuh vitalitas pada tahun 2020.

KTT ke-11

  • Perjanjian perdagangan jasa demi kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Korea Selatan, memorandum of understanding (MoU) pendirian ASEAN-Korea Center, dan dokumen hasil KTT Asia Timur yang diberi label Deklarasi Singapura atas Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup.

KTT ke-12

  • Membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea.

KTT ke-13

  • Penandatanganan beberapa kesepakatan, antara lain seperti perjanjian perdagangan dalam kerangka kerjasama ekonomi dan penandatangan kerjasama ASEAN dengan Korea Center, menyepakati ASEAN Center.

KTT ke-14

  • Penandatanganan persetujuan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru

Hasil dari KTT Tidak Resmi ASEAN[sunting | sunting sumber]

KTT Tidak Resmi ke-1

  • Kesepakatan untuk menerima Kamboja, Laos, dan Myanmar sebagai anggota penuh ASEAN secara bersamaan.

KTT Tidak Resmi ke-2

  • Sepakat untuk mencanangkan Visi ASEAN 2020 yang mencakup seluruh aspek yang ingin dicapai bangsa-bangsa Asia Tengara dalam memasuki abad 21, baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya.

KTT Tidak Resmi ke-3

  • Kesepakatan untuk mengembangkan kerja sama di bidang pembangunan ekonomi, sosial, politik dan keamanan serta melanjutkan reformasi struktural guna meningkatkan kerja sama untuk pertumbuhan ekonomi di kawasan.

KTT Tidak Resmi ke-4

  • Sepakat untuk pembangunan proyek jalur kereta api yang menghubungkan Singapura hingga Cina bahkan Eropa guna meningkatkan arus wisatawan.

KTT Luar Biasa (Jakarta 6 Januari 2005)

  • Pembahasan bagaimana penanggulangan dan solusi menghadapi Gempa atau Tsunami.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.lowyinterpreter.org/post/2010/06/29/Indonesia-as-ASEAN-Chair-A-test-of-democracy.aspx
  2. ^ Denis Hew (2005). Roadmap to an Asean Economic Community. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9812303472. 
  3. ^ "The 14th ASEAN Summit has been rescheduled for 24-26 February 2009", ASEAN, 15 Desember 2008.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]