Juru bicara Presiden
Juru bicara presiden adalah pejabat yang ditunjuk oleh presiden yang berfungsi untuk menyampaikan berbagai komentar resmi yang atas nama presiden.
Indonesia [sunting]
Di Indonesia, juru bicara presiden muncul pada era Presiden Abdurrahman Wahid yang waktu itu beranggotakan Wimar Witoelar (Ketua), Adhie Massardi, Yahya C Staquf dan Wahyu Muryadi. Pada era Megawati Soekarnoputri, posisi juru bicara ini tidak begitu jelas. Memang ada Pramono Anung, Sutjipto, Roy BB Janis, dan Bambang Kesowo yang kerap mengeluarkan komentar, mengatasnamakan Megawati. Namun, komentar mereka kadang-kadang saling bertabrakan. Pengganti Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki juru bicara kepresidenan yang beranggotakan Dino Patti Djalal dan Andi Alvian Mallarangeng.
Daftar Juru Bicara Kepresidenan Indonesia [sunting]
| No | Nama | Kabinet | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Wimar Witoelar Adhie Massardi Yahya C Staquf Wahyu Muryadi |
Persatuan Nasional | 26 Oktober 1999 | 9 Agustus 2001 |
| 2 | Tidak ada | Gotong Royong | 9 Agustus 2001 | 21 Oktober 2004 |
| 3 | Dino Patti Djalal Andi Alvian Mallarangeng |
Indonesia Bersatu I | 21 Oktober 2004 | 22 Oktober 2009 |
| 4 | Dino Patti Djalal Julian Aldrin Pasha |
Indonesia Bersatu II | 22 Oktober 2009 | masih menjabat |
Negara lain [sunting]
Di negara-negara demokratis maju, komunikasi politik adalah keniscayaan. Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, misalnya, memiliki tim komunikasi politik yang tidak sekadar menjadi juru bicara, bahkan berperan sebagai apa yang dikenal dengan spin doctor (ahli membangun citra lewat media). Tim inilah yang merumuskan topik apa yang harus dikomentari, bagaimana mengomentarinya, bahkan sampai pada pemilihan tempat dan waktu yang tepat untuk menyampaikannya.
