Jukstaposisi
| Penulis | Calvin Michel Sidjaja |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
| Genre | Surealisme |
| Penerbit | •Jakarta: Gagasmedia |
| Tanggal terbit | 2007 |
| Halaman | XI, 280 halaman |
| ISBN | ISBN 979-780-177-2 |
Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati adalah novel karya Calvin Michel Sidjaja yang memenangkan Juara ketiga Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006. Diterbitkan oleh Gagasmedia pada tahun 2007. Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Ashra Trivurti yang suatu hari menyadari bahwa dunia hanyalah sebuah mimpi.
Daftar isi |
[sunting] Sinopsis
Tahukah kau? Dengarkah kau? Ada cerita bahwa tuhan itu seorang anak perempuan. Pada awalnya ada gelap dengan setitik Chhya. Dan Chhya tidak mau ada hal lain selain dirinya. Jadi dia memakan anak perempuan itu dan tertidur selamanya. Di sebuah dunia hampa tanpa tuhan, tanpa mimpi, dan tanpa dirimu. Shäánno, oner twäer ividi oshävaad...
Ashra Trivurti adalah seorang gadis Bali yang baru pindah ke Jakarta. Ashra memiliki kekuatan untuk melihat masa depan, di sekolahnya yang baru, St. Lucas, dia menemukan berbagai kejadian-kejadian aneh di luar logika, sampai pada puncaknya, dia diberitahu bahwa dunia yang ia tempati adalah mimpi, dan dia adalah tuhan tidak sempurna yang terlahir di mimpi tersebut.
Ashra kemudian mendapati bahwa dunia yang ditempatinya akan hancur karena pencipta dunia tersebut akan bangun. Ashra lalu berusaha menjadi tuhan sempurna dengan memakan tuhan-tuhan yang tersisa.
[sunting] Tokoh
- Ashra Trivurti: Karakter utama dalam cerita Jukstaposisi. Seorang gadis keturunan Bali yang baru saja pindah ke sekolah St. Lucas, tingal berdua dengan neneknya, bernama nenek Vahni. Memiliki sebuah tanda lahir berupa heksagram yang ditutupi oleh poninya. Memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Pada suatu ketika dia menyadari bahwa dia tidak bisa membedakan mimpi dan kenyataan. Dia lalu diberitahu bahwa dunia yang ia tinggali adalah mimpi, dan dia sebenarnya adalah tuhan yang lahir dari mimpi itu. Dia lalu mendapat instruksi untuk memakan tuhan-tuhan yang tersisa untuk menjadi tuhan yang sempurna melalui Kabbalah. Namanya bisa berasal dari Ashura/Asura (असुर), yang berarti setan dalam kepercayaan Hindu-Buddha, Asra (عشرة), yang berarti angka sepuluh dalam bahasa Arab, dan Ashr (אשר) yang berarti adalah dalam bahasa Ibrani.
- Marya Yeshwa: Gadis teman sekelas Ashra, yang depresif, dan merasa hidupnya tidak berguna. Ashra mendapat tanda-tanda bahwa Marya suatu saat akan bunuh diri. Suatu ketika dia melihat mimpi buruk bahwa dia tidak dicintai oleh ayahnya, lalu dia bunuh diri dengan melempar dirinya pada lapangan rumput yang ada di sekolah. Namanya diambil dari Maria dan Yesua. Kematian Marya memicu hancurnya dunia palsu yang ditinggali Ashra, karena Marya dicintai oleh pencipta dunia tersebut.
- Jasmon Jonada: Seorang anak yang duduk di kursi roda, satu apartmen dengan Ashra, memiliki dua ibu lesbian. Namanya adalah anagram dari Somnia (Tidur) dan Adonai (tuhan). Dia memiliki sepasang sayap hitam, dan dipanggil sebagai Putra Malam dalam novel, alusio dari Hypnos/Somnus yang merupakan dewa tidur, dan merupakan anak dari Nyx, dewi malam.
- Noah Saintclear: Seorang anak keturunan Inggris yang tidak sengaja tertarik dalam dunia mimpi. Dia memiliki panggilan sebagai Air Hidup, merupakan alusio salah satu panggilan Kristus. Dia beserta wujud tuhan Jasmon menanti Ashra menciptakan ulang mimpi.
- Rion Shigami: Seorang anak keturunan Jepang, teman Noah.
- Tuhan Para Mimpi: tuhan yang menciptakan mimpi untuk ditinggali para manusia. Dunia akan hancur karena dia akan bangun, tugas Ashra adalah mengubah mimpi tersebut menjadi realita sebelum segalanya terlambat. Dia merupakan alusio dari Morpheus. Pada saat dia masuk ke dalam mimpi yang ia ciptakan, ia kehilangan ingatannya dan menjadi anak kecil yang mencari teman, dan Marya menjadi teman pertamanya. Dia terpukul saat mengetahui Marya hilang dari mimpi yang ia ciptakan. Ingatannya sebagai tuhan perlahan kembali, dan tubuh fisiknya akan terbangun, sehingga mimpi yang ia ciptakan akan hancur.
- Silma Syailendra: Seorang anak SMU yang tertarik pada Ashra, namun ternyata dia adalah mimpi dari tuhan lain bernama Chhya. Penggunaan nama Syailendra merupakan alusio pada dinasti kerajaan pendiri Candi Borobudur.
- Chhya: tuhan yang lebih tinggi dari Ashra, juga mencari jalan untuk menjadi tuhan yang sempurna dengan memakan tuhan-tuhan yang lain. Namanya diambil dari kata Cahaya yang berarti sama. Pada adegan terakhir, dia digambarkan menginjak matahari, memegang bintang di tangan kiri, dan bulan di tangan kanan. Pada akhir cerita, dia juga disebut sebagai Putra Fajar, alusio dari Lucifer yang disebut pada Yesaya 14:12.
[sunting] Penghargaan
Pada tahun 2006, Jukstaposisi menjadi juara ketiga Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta[1], dan pada tahun 2008 menjadi salah satu finalis Khatulistiwa Literary Awards kategori Penulis Muda Berbakat[2].
[sunting] Gaya Penulisan dan Simbolisme
Selain penggunaan bahasa Indonesia, percakapan para karakter yang terindentifikasi sebagai tuhan menggunakan bahasa sendiri, yang disebut sebagai bahasa tuhan, yang secara implisit terinspirasi dari konsep bahasa Adamik
Seluruh bab pada buku tidak bernomor, namun hanya sebuah judul dalam bahasa tersebut dan arti judul tersebut.
- Áveúán: Prolog
- Vashälédi: Dunia
- Oadshäva: Besok
- Énimlédí áv Oshävaad: Tuhan para Mimpi
- Twäánoú: Kenangan
- Otwäadëh: Kala (Waktu, Sansakerta)
- Énshäadi: Karma
- Itwäshä áv Létwävëh: Air Hidup
- Eroáshäa áv diëhidi Anadi: Cerita Tuhan Mati
- Énveoilé áv otwäadëh: Kronopolis (Kota waktu, bahasa Yunani)
- Oëhú Shäáidi oá Anadi: Sepuluh Jalan Tuhan
- Silma, oshäúán úadëhdi: Terang itu Bernama Silma
- Vanú Otwäadëh twäer ivshänúo: Sewaktu Kala Berhenti
- Yadvei eradvetwä, Silma: Selamat tinggal, Silma...
- Aveerán: Epilog
Seluruh novel ini juga menggunakan kata tuhan dengan huruf kecil yang terasosiasi dengan kata god dalam bahasa inggris yang tidak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.
Terdapat simbol-simbol dalam perubahan adegan yang memang disengaja disisipkan oleh penulis.
- )-(: Menunjukkan lokasi pada adegan berikutnya adalah dunia tuhan
- )+(: Menunjukkan lokasi pada adegan berikutnya adalah dunia mimpi
- )O(: Menunjukkan lokasi pada adegan berikutnya adalah Kabbalah
Terdapat juga berbagai referensi pada dewa-dewa dalam mitologi dan kosmologi Eropa maupun Iimur Tengah yang disebutkan secara eksplisit ataupun implisit seperti Morpheus, Hypnos, Phantasos, Phobetor, Wadjet, Sungai Lethe, Kabbalah, Shatkona, Leviathan, dan Yahweh.
[sunting] Catatan Kaki
- ^ "Novel Lelaki". http://www.korantempo.com/korantempo/2007/03/12/Budaya/krn,20070312,56.id.html. Diakses pada 1 November 2008.
- ^ "PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TAHAP 1 (LONGLIST) Kategori Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award 2008". http://khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com/2008/10/31/pengumuman-hasil-seleksi-tahap-1-longlist-kategori-penulis-muda-berbakat-khatulistiwa-literary-award-2008. Diakses pada 1 November 2008.
[sunting] Pranala luar
- (Indonesia) Sinopsis Resmi di Gagasmedia
- (Indonesia) Halaman di Goodreads
