Johanna dari Pfirt

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Johanna di dalam jendela lukisan dinding abad pertengahan di Swiss

Joanna dari Pfirt (1300 – 15 Nopember 1351) merupakan permaisuri Austria dan seorang anggota Istana Habsburg oleh pernikahan. Ia merupakan putri tertua Ulrich III dari Pfirt dan istrinya, Joanna dari Burgundia.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Eyang maternal Joanna adalah Reginald dari Burgundia dan istrinya Guillemette de Neufchatel. Reginald adalah putra Hugh III, Pangeran Burgundia dan istrinya Adelaide, Bangsawan Wanita Palatin dari Burgundia.

Adelaide merupakan putri Otto I, Adipati Merania dan istrinya Beatrice II, Bangsawan Wanita Burgundia.

Beatrice adalah putri Otto I, Pangeran Burgundia dan istrinya Margaret, Bangsawan Wanita Blois.

Margaret adalah putri Theobald V, Pangeran Blois dan Alix dari Perancis.

Alix sendiri adalah putri Louis VII dari Perancis dan istri pertamanya yang terkenal, Eleanor dari Aquitania, yang kemudian menikah dengan Henry II dari Inggris dan ibu dari dua raja Inggris, Richard dan John.

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Warisan[sunting | sunting sumber]

Ketika Renaud dari Burgundia wafat pada tahun 1322, putrinya, Joanna (ibu Joanna dari Pfirt) mewarisi domain ayahnya. Joanna dan Ulrich memiliki 4 orang putri dan tidak memiliki keturunan laki-laki. Ketika Ulrich wafat pada tahun 1324, Joanna menjual domainnya (termasuk Belfort) kepada Albert II, Adipati Austria [1]. Peninggalan Ulrich yang masih selamat adalah kedua putrinya Joanna dan Ursula.

Namun ibu Joanna menikah lagi dengan Rudolf dari Baden dan menghasilkan dua putri lainnya Margaret dan Adelaide.

Ketika saudara Albert, Leopold I, Adipati Austria mengetahui bahwa putri almarhum Pangeran Pfirt, Joanna masih belum menikah dan dengan wilayah-wilayah Pfirt, Joanna adalah seorang pasangan yang menarik. Ia kemudian mengatur saudaranya, Albert yang mengambil warisan Joanna, menikahinya.

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Joanna menikah Albert II, Adipati Austria, putra Albert I dari Jerman dan Elisabeth dari Gorizia-Tirol di Wina pada tanggal 26 Maret 1324.

Patung Joanna di Katedral Santo Stephen, Wina

Awalnya pernikahan tersebut tidak begitu baik. Albert dan Joanna tidak memiliki keturunan selama beberapa tahun lamanya dan Johanna tidak begitu muda lagi, oleh karena itu mereka terdesak untuk memiliki keturunan secepatnya. Pasangan itu memiliki keturunan di awal pernikahan mereka namun bayi-bayi tersebut meninggal tak lama kemudian, mereka semua dimakamkan di Katedral Santo Stephen, Wina. Secara keseluruhan, Albert dan Joanna memiliki 5 orang anak yang meninggal selama pernikahan mereka. Kemudian Albert mengalami kecelakaan dan kakinya menjadi cacat. Kelihatannya tidak memungkinkan bagi Albert dan Joanna untuk memiliki keturunan lagi. Namun pada tahun 1339, ketika Johanna berusia di akhir 30 tahun, ia melahirkan seorang putra dan anak-anaknya yang lain.

Secara keseluruhan Albert dan Joanna memiliki 6 orang anak:

  1. Rudolf IV dari Austria (1 Nopember 1339, Wina – 27 Juli 1365, Milan). Menikah namun garis keluarga punah.
  2. Catherine (1342, Wina – 10 Januari 1381, Wina), Kepala Biarawati Santa Klara di Wina.
  3. Margaret (1346, Wina – 14 Januari 1366, Brno), menikah dengan:
    1. di Passau 4 September 1359 Pangeran Meinhard III dari Gorizia-Tirol;
    2. di Wina 1364 Margrave Johann Heinrich dari Moravia.
  4. Frederick III dari Austria (1347, Wina – 1362, Wina). Wafat, tidak pernah menikah.
  5. Albert III dari Austria (9 September 1349, Wina – 29 Agustus 1395, Kastil Laxenburg).
  6. Leopold III (1 Nopember 1351, Wina – 9 Juli 1386, Sempach).

Joanna digambarkan sebagai wanita yang bijaksana dan hati-hati [2]. Ia konon memiliki bakat politik dan cerdas. Pada tahun 1336, Joanna menjadi penengah perdamaian antara keluarga Habsburg dan Istana Luksemburg. Habsburg kemudian mendapatkan harta milik Adria. Melalui Joanna, Albert dan Habsburg mendapatkan lebih banyak wilayah karena ia merupakan seorang pewaris. Meskipun ada kedamaian, perang dapat pecah jika perjanjian tersebut menguntungkan bagi Albert dan Habsburg, yang menjadi satu dari keluarga-keluarga kerajaan yang berkuasa di Eropa. Setelah Albert membeli Kärnten dan Carniola, ia tidak memerlukan sekutu lagi.

Joanna memiliki keturunan hanya ketika ia berusia senja. Ketika ia berusia 51 tahun, ia melahirkan anak terakhirnya, seorang putra, Leopold III, Adipati Austria, dan meninggal tak lama kemudian [3]. Ia dimakamkan di dalam Gaming Charterhouse dengan suami dan menantunya, Elisabeth dari Bohemia.

Silsilah[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Artikel ini mengumpulkan informasi dari Wikipedia revisi 29 July 2009 of artikel yang sama di Bahasa Jerman.