Jessy & Super7

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Jessy & 7 Sahabat(Jessy & Super7)
Aher.jpg
Poster Jessy & 7 Sahabat(Jessy & Super7) resmi dari Mizan Productions
Genre Drama Musikal
Format Mini Serial
Pembuat Mizan Productions
Pemeran Fay Nabila
Super7
Indra Bekti
Zee Zee Shahab
Komposer lagu tema Keci Music
Lagu pembuka Super7
Lagu penutup Super7
Negara  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah episode SELESAI
Produksi
Lokasi Bendera Indonesia Jakarta
Durasi 1-Jam (18:30-19:30)
Rumah produksi Mizan Productions
Siaran
Saluran asli Kompas-TV.png(Kompas TV)
Format gambar (SDTV) (480i)
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Penayangan perdana 11 Februari 2013
Mengudara sejak Senin, 11 Januari 2013
Pranala luar
http://www.mizanproductions.com

Jessy & 7 Sahabat(Jessy & Super7) merupakan sebuah Mini Serial Drama Musikal yang ditayangkan di Indosiar Senin-Jumat pukul 17.00. yang diproduksi oleh Mizan Productions ini adalah menceritakan tentang persahabatan anak sekolah untuk meraih cita-cita mereka. Pemerannya ialah Fay Nabila, Super7, Indra Bekti, Zee Zee Shahab serta para pemeran pendukung lainnya.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Episode 1

Jessy yang lahir di Amerika, baru 1 minggu ini ia tinggal di Jakarta. Kedua orang tuanya terpaksa harus kembali ke Jakarta karena ada ada rotasi pegawai. Ayahnya Danu (38) dan Ibunya Wulan (35) mendapatkan tugas bekerja di perusahaan cabang yang berada di Jakarta.

Keributan terjadi dirumah Jessy yang masih dipenuhi oleh dus-dus barang. Wulan – ibu Jessy masih belum sempat merapihkan semua. Jessy merasa dirinya terlihat konyol dengan seragam baru. Hari pertama masuk sekolah, Jessy diantar seorang tukang ojek bernama Dadang. Jessy masih memasang wajah yang cemberut, ketika mang Dadang mengantarnya ke sekolahnya yang baru. Jessy benci Indonesia dan menganggap rendah.

SD Negeri Harapan Bangsa, salah satu sekolah tua di Jakarta. Bangunan bekas peninggalan Belanda ini, memang terlihat menyeramkan, tidak semua sudut ruang diterangi oleh lampu. Hanya satu ruangan yang membuat Jessy penasaran, “Ruang Klub Music”. Sekilas Jessy melihat anak laki-laki yang nanti akan kita kenal bernama Rino, Gilang, Dion dan Jojo. Mereka tergabung dalam Rino Cs. Mereka sedang terkena hukuman dari Bu Mariam yang nanti akan menjadi walikelas Jessy.

Rino Cs terkenal anak paling jahil disekolah, walaupun begitu mereka pandai bernyayi dan menari. Berbekal surat dari Wulan, mang Dadang mengantarkan Jessy bertemu Bu Mariam. Ibu Mariam memperkenalkan Jessy di depan kelas. Jessy yang kala itu belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris. Beberapa anak merengut tidak mengerti, hanya Rido yang mengangguk-angguk ‘sok mengerti’. Rido tidak mau kalah dengan hadirnya Jessy yang cukup banyak menyita perhatian.

Jessy duduk di sebelah Nayla, karena hanya itu satu-satunya bangku yang kosong. Jessy menyapa Nayla dengan bahasa Inggris, rupanya Nayla sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris tapi berbahasa Indonesia dengan logat betawi asli. Jessy memutuskan untuk diam. Rino yang jahil tidak bisa diam melihat Jessy. Ia iseng menjahili Jessy, hingga keduanya terlibat perkelahian. Untung ibu Mariam memisahkan keduanya.

Waktu istirahat, tiba-tiba Rino mendekati Jessy. Rino ingin menunjukkan kalau lebih hebat dari Jessy, apalagi urusan bahasa Inggis. Rino dengan sombong bilang kalau ia juga sering keluar negeri, padahal semua itu bohong. “Talk with my hand, I don’t belive you, liar!!” ungkap Jessy sambil berlalu dari hadapan Rino. Itu yang membuat Rino sangat marah. Jessy berani menabuh genderang perang dengan Rino. Rino berniat untuk membuat Jessy jera, dan bertekuk lutut dihadapannya.

Rino Cs kembali membuat ulah dengan Ujang. Kali ini Jessy terkena imbas. Sepatu Ujang menimpa kepala Jessy, Jessy geram dan terjadilah perkelahian antara Jessy dan Rino. Ujang merasa dirinya sudah diselamatkan Jessy merasa berhutang budi. Tapi Jessy cuek dan tidak perduli.

Nayla berpendapat kalau Jessy ini anak yang sombong dan menyebalkan walaupun Jessy tergolong anak yang pandai. Sepulang sekolah, Rino kembali menjahili Jessy. Hingga Jessy pulang dengan pakaian yang basah dan kotor.

Jessy cukup kelelahan, hari pertama di sekolah baru. Sengaja Jessy menunggu kedua orang tuanya pulang. Tapi hingga malam orang tuanya masih belum juga datang. Baru larut malam mereka datang. Jessy yang tertidur dan langsung terbangun ketika Wulan dan Danu sampai. Ia menghampiri orang tuanya dan kembli merengek memohon agar segera kembali ke Amerika. Bukannya mendapat sambutan yang baik, Jessy malah habis dimarahi. Jessy pergi masuk kamar sambil menangis. Ia merasa sangat asing tinggal di Jakarta. Ini bukan rumahnya.

Jessy yang baru saja terlelap tidur, tiba-tiba dibangunkan oleh suara ketukan pintu kamarnya, dan ring alarm jam serta suara Mang Dadang yang sudah dari satu jam lalu berusaha untuk membangunkannya.

Jessy pergi kesekolah dengan wajah yang masih mengantuk, belum lagi terjebak macet kota Jakarta. Hari ke dua, Jessy harus rela diam di luar kelas karena datang terlambat. Rino dengan tanpang yang puas, melihat Jessy harus dijemur di lapangan upacara. Jessy memandang penuh nafsu, ia akan membalas semua ejekan Rino.

Bagaimana kisah selanjutnya?

Episode 2

Rino masih belum bisa terima semua perlakuan Jessy padanya. Ia berjanji akan membalas! Lee dan Ken juga ikut-ikutan terhasut omongan Rino yang berniat untuk membuat Jessy jera. Kedua saudara kembar ini merasa posisinya sebagai bintang pelajar akan tergeser dengan keberadaan Jessy yang super jenius. Rino Cs, Lee dan Ken merencanakan sesuatu.

Jessy yang sombong, congkak, angkuh, pemarah dan menyebalkan memang cukup menjadi pusat perhatian di sekolah. Ada siswa yang suka ada juga siswa yang tidak suka. Tapi sisi baiknya Jessy yang pandai, punya hobi mengajari orang. Jadi saat banyak temannya yang tidak mengerti, ia dengan senang sekali mengajarkan teman-temannya.

Pelajaran di Indonesia kalah dengan pelajaran di Amerika. Hampir semua pelajaran yang diajarkan guru-guru di SD Negeri Harapan Bangsa sudah ia pelajari waktu di Amerika dulu. Itu juga yang membuatnya kadang mejadi sangat bosan saat berada di kelas. Jessy lebih memilih untuk tidur dan tidak memperhatikan guru, atau malah memilih mengajarkan didepan kelas menggantikan gurunya. Buat Jessy guru di Indonesia ga berkualitas. Masih pinter dia ketimbang gurunya. Payah..

Meski tertidur Jessy masih bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Membuat siswa-siswa yang lain iri, apalagi Rino Cs, Lee dan Ken.

Ketika pulang sekolah, Rino Cs, Lee dan Ken memberi tantangan pada Jessy. Buktikan kalau memang Jessy anak yang pemberani, tanggung, mandiri dan ga manja, pasti bisa pulang sendiri, ga dianta jemput Mang Dadang yang katro dengan motor butut. Apalagi Jessy khan dari Amerika, masa tersesat di negeri sendiri, ungkap Rino. Jessy kesel diledekin terus, tanpa pikir panjang ia menerima tantangan dari Rino. “Besok pagi, saya bisa datang lebih cepat dari kamu!” Jessy balik nantangin Rino.

Seperti biasa Mang Dadang datang telambat. Jessy pulang sendiri. “Indonesia, pake GPS juga selesai..” pikir Jessy enteng. Jessy melangkahkan kakinya keluar dari gerbang sekolah. Jessy sedikit ragu karena tidak tahu arah yang harus ia ambil, ke kanan atau ke kiri. Ia keluarkan GPS miliknya.

Tidak lama kemudian, Mang Dadang datang motor bututnya. Dilihatnya sekolah sudah sepi, hanya ada ibu Mariam yang akan pulang. Ibu Mariam menyampaikan kalau Jessy sudah pulang dari tadi. Mang Dadang langsung panik, karena ia tahu keponakannya tidak bisa pulang sendiri. Apalagi ini Jakarta, bisa-bisa hilang diculik. Ibu Mariam juga ikut-ikutan khawatir, ia merasa bersalah, seharusnya ia menegurnya barusan atau menahannya sampai Mang Dadang datang.

Jessy sudah jauh berjalan, ia mencoba untuk mengingat jalan yang selalu ia lalui dengan omnya. Tapi ia benar-benar lupa. Tak lama ia mengeluarkan handphonenya, Ups.. baterai handphonenya low, dan engga lama mati. Arahan yang diberikan GPS juga tidak membantu. Jessy mulai merasa bingung. Dan berfikir, kenapa ia harus menerima tantangan bodoh dari Rino Cs, Lee dan Ken. Kalaupun ia bisa membuktikan tidak akan mengubah apapun.. tapi sekarang, ia sudah tersesat. Air matanya tak terbendung, Jessy teringat akan pesan mamanya untuk selalu menuruti kata-kata Mang Dadang.

Gerak-gerik Jessy yang mencurigakan, menarik perhatian beberpa preman jalanan untuk berbuat jahat. Mereka mengikuti Jessy diam-diam. Tapi lama kelamaan Jessy bisa merasakan ada 3 orang yang mengikutinya. Ia mempercepat langkanya, tapi preman itu pun ikut mempercepat. Jessy berlari kencang, terus dan terus.

Ujang melihat Jessy yang sedang dikejar-kajar 3 orang preman. Dengan cekatan Ujang menarik tangan Jessy. Keduanya berlari menyelamatkan diri dari kejaran Preman.

Mang Dadang panik karena tau Jessy menghilang. Ibu Mariam membantu Mang Dadang mencari Jessy. Lee dan Ken jadi orang pertama yang dimintai keterangan perihal hilangnya Jessy. “Kamu tahu akibat dari perbuatan kalian..!” ibu Mariam menjelaskan. Lee, Ken dan Rino Cs terpaksa harus mencari Jessy. Mereka saling menyalahkan.

Lee melihat Ujang dan Jessy yang sedang dikejar-kejar preman. Rino Cs membantu menghadang para preman, sok berani. Tapi karena wajah preaman-peraman itu sangat menakutkan, mereka semua memutuskan untuk tetap berlari menuju arah sekolah. Ujang yang cerdik berhasil mengecoh para preman.

Lelah setelah berkejar-kejaran, sampailah mereka di sebuah taman didekat danau. Semuanya berbaring kelelahan. Sambil memandangi alam yang indah, berbeda dengan pinggiran kota yang kotor.

Mang Dadang dan Ibu Mariam datang menyusul. Mang Dadang lega melihat Jessy baik-baik saja.

“Jangan pikir habis ini urusan kita berkahir..” ungkap Rino. “Saya juga ga berharap kamu datang menolong, dan bodoh saya mau menerima tantangan dari kamu.” Jessy membalas Rino.

“Besok, kalian harus datang menghadap..” pesan Ibu Mariam pada Ken, Lee dan Rino Cs.

Pengalamannya ini, Jessy tulis diblog pribadinya. Diakhir tulisannya, Jessy menulis, terima kasih atas bantuan Ujang, yang begitu berani mau menolongnya.

Keesokan harinya Jessy datang lebih pagi. Kali ini Rino yang harus terpaksa dijemur di lapangan karena datang terlambat. Khusus Jessy memberikan cup cake kesukaannya pada Ujang, sebagai ungkapan rasa terima kasih.

“Kue apa nih..??” tanya Ujang dengan wajah yang polos. Rino masih belum puas, ia akan membalas semua perlakuan Jessy.

Episode 3

Sekolah mengadakan acara Perkemahan Sabtu dan Minggu di hutan Pelangi, sekalian melakukan gerakan penghijauan. Kabar yang tersiar, kalau dihutan pelangi tinggalah sesosok mahluk gaib yang menakutkan.

Jessy yang tak pernah takut pada apapun membatah kabar itu dan ingin membuktikan kalau hantu itu tidak ada. Akhirnya Jessy dan Rino bertaruh, membuktikan keberadaan soal hantu di hutan pelangi.

Diperjalanan, Lee menghilang. Ia tertangkap oleh hantu pelangi yang ternyata adalah seorang penjaga hutan. Rino Cs kabur menyelamatkan diri, kembali ke perkemahan. Sedangkan Jessy memutuskan untuk mencari Lee di dalam hutan.

Jessy berhasil menemukan Lee dan bertemu dengan sang penjaga hutan. Ternyata sang penjaga hutan sangat baik. Ia mengajarkan Jessy dan teman-teman untuk menjaga alam dengan baik.

Hari mulai pagi, Ibu Mariam dan Pa Gugun khawatir, keran Jessy dan anak-anak yang lain belum kembali. Rino Cs malah menceritakan hal yang buruk soal misteri hutan pelangi. Membuat Ibu Mariam dan Pa Gugun tambah khawatir.

Jessy muncul bersama teman-teman. Ia memapah Lee, kakinya terluka karena terjatuh. Jessy menceritakan kejadian yang sebenarnya pada bu Mariam.

Jessy mengaku salah, tapi semenjak itu kawan Jessy bertambah. Rino bertambah keki pada Jessy.

Episode 4

Jessy dan teman-teman berhasil memecahkan misteri hutan pelangi. Penjaga hutan yang dahulu dikira hantu, ternyata seorang yang baik hati. Sayangnya Rino Cs masih menganggap sang penjaga hutan sebagai hantu.

Sejak kejadian itu, sahabat Jessy bertambah lagi, ada Ken dan Lee. Selama ini mereka telah salah menilai Jessy.

Sesosok pria berperawakan tinggi besar, menatap foto-foto Rino Cs, Ken, Lee, Ujang, Nayla dan Jessy. Sorot matanya tajam.

Sebuah poster pengumuman ‘LOMBA MENYANYI dan MENARI antar SD’ tertempel rapih di MADING sekolah. Rino mencabutnya, lalu memperhatikan dengan seksama. “Kali ini kita harus menang..” ungkapnya berapi-api penuh semangat.

Ibu Mariam mengumumkan kalau, besok mereka akan latihan vocal di taman. Keputusan itu disambut semangat.

Lee, Ken, Ujang dan Nayla menjemput Jessy di rumahnya dengan menggunakan sepeda. Mereka mengajak Jessy untuk bergabung latihan vocal di taman bersama anak-anak klub musik.

Rino berangkat dari rumah bersama teman-temennya menggunakan sepeda. Menuju taman tempat latihan vokal. Disana sudah ada ibu Mariam dan beberapa anak yang lain. Rino kaget saat melihat Jessy juga ada disana. Terjadi perdebatan di antara mereka, hingga Jessy merasa tersinggung. Datang sosok misterius yang membuat anak-anak terkaget-kaget. “Jessy harus ikut terlibat disini, karena saya tahu bakatnya..”

Rino yang masih tidak terima dengan keputusan itu, memberikan tantangan pada Jessy. Bila Jessy bisa mengalahkan Rino, ia boleh bergabung dengan klub musik.

Rino memperlihatkan kemampuannya dalam tarik suara dan menari. Begitu juga dengan Jessy. Keduanya mendapat dukungan suara yang sama. Hanya tersisa 1 suara lagi, dari sosok Misterius. “Tak ada gunanya bersaing saat ini, yang kita butuhkan adalah kekompakan untuk meraik kemenangan!!”. Sosok misterius itu cukup menakutkan,

Akhirnya dengan berat hati Rino mau menerima Jessy, walau sebenarnya itu membuatnya merasa sangat kesal. Keduanya terus berdebat, hingga akhirnya Rino memutuskan untuk mengundurkan diri. “Ga ada gunanya lagi bergabung di Klub Musik, khan udah ada Jessy yang super hebat!!”

Jessy merasa sangat bersalah dengan kepergian Rino. Jessy berniat untuk minta maaf, ia datang ke rumah Rino. Ternyata di rumah sosok Rino sangat berbeda, ia anak yang pendiam dan manis. Ia tinggal bersama neneknya, kedua orang tua Rino sudah lama meninggal. Wajar kalau Rino ingin selalu mendapatkan perhatian.

Jessy diusir Rino didepan rumahnya. Sang nenek yang baik hati muncul dan mengajak Jessy masuk. “Baru kali ini ada teman Rino yang berjunjung ke rumah..” Selama ini meski Jojo, Gilang dan Dion dekat dengan Rino, mereka tak pernah diajak untuk berkunjung ke rumah Rino.

Jessy tercengang melihat sikap Rino yang berbeda didepan nenek Rino. Jadi selama ini nenek Rino tidak pernah tahu kalau cucunya anak yang badel dan sering membuat ulah.

Jessy meminta maaf atas semua yang terjadi. Ia juga bersedia untuk mundur dari klub musik, walau sebenarnya ia sangat menyukai bernyanyi. Rino sok mempertimbangkan tawaran Jessy.

Keesokan harinya, ada sekelompok anak dari sekolah lain yang tahu kalau Rino keluar dari klub musik. Mereka senang karena Rino mengundurkan diri. Jadi peluang mereka untuk menang, jauh lebih besar. Rino engga bisa terima. Terjadilah perkelahian di antara mereka. Untung Jessy datang menolong.

Rino menerima tawaran Jessy, tapi bukan berarti permusuhan antara dirinya dengan Jessy berakhir. Kali ini mereka harus berlatih sungguh-sungguh.

Anak-anak menyambut gembira kedatangan Rino, bersama Jessy, walau mereka sedikit curiga dengan kebersamaan mereka.

Episode 5

Jessy terlihat sangat murung belakangan ini. Ini minggu terakhirnya di Jakarta, berkumpul bersama teman-temannya. Mang Dadang mencoba untuk menenangkan Jessy yang sedari tadi terus saja menangis tak berhenti. Ia benar-benar tidak ingin kembali ke Amerika. Awalnya Mang Dadang juga merasa keberatan harus dititipi anak manja dan ‘ambekan’ seperti Jessy. Ketika Jessy hilang tempo hari, Mang Dadang benar-benar dibuat panik.

Rino marah, kenapa Jessy tidak bicara sejujurnya tentang rencananya untuk kembali ke Amerika. Padahal mereka kini sudah berteman, kalau begini apa makna dari pertemanan, persahabatan. Sia-sia semua latihan bersama.

Gilang mencoba untuk menenangkan, mungkin Jessy juga bingung harus berbuat apa. Gilang yakin Jessy tidak mau menyakiti teman-temannya, makanya ia memilih untuk diam. Nayla ikut meng’iya’kan.

Ujang merencanakan untuk membuat pesta perpisahan yang dirancang untuk Jessy. Sedang Rino menyusun strategi. Ia akan membuat Jessy kesal setengah mati, hal itu ia lakukan agar Jessy tidak merasa sedih ketika harus meninggalkan teman-temannya. Kesemuanya sepakat dengan rencana Ujang dan Rino.

Rencana Rino berhasil, Jessy membulatkan tekadnya untuk kembali ke Amerika. Jessy berpamitan pada ibu Mariam dan guru-guru yang lain, juga teman-temannya di sekolah. Tapi tidak ada satupun yang perduli dengan kepergian Jessy. Mungkin rumah Jessy memang di Amerika.

Jessy terkejut, ketika hari ‘H’ kepulangannya ke Amerika. Didepan rumahnya berdiri ke-7 temannya sambil memegangi spanduk, “selamat jalan Jessy”. Jessy berlari keluar dan memeluk semua sahabatnya. “Jangan rindukan kami ya..”

Rupanya semua itu mereka lakukan agar Jessy tidak mencemaskan semua temannya di Jakarta. Haru menyelimuti hari itu.

Orang tua Jessy yang melihat keadaan itu juga ikut terharu. Mereka membatalkan kepergian Jessy.

Ditempat latihan, Jessy muncul sambil berteriak “kok latihannya ga semangat..?” Sontak semuanya berlari ke arah Jessy..

Pemain Utama[sunting | sunting sumber]

Nama Pemeran Peranan Keterangan
Fay Nabila Jessy Sahabat Super7
Raza Ujang
Karel Gilang
Bagas Jojo
Jose Ken
Bryant Lee
Bidi Rino
Ajil Dion
Indra Bekti Om nya Jessy
Zee Zee Shahab Ibunya Jessy

Lagu[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]