InuYasha (manga)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Inuyasha)
Langsung ke: navigasi, cari
InuYasha
InuYasha1.jpg
Sampul Inuyasha jilid pertama yang diterbitkan Shogakukan pada 18 Mei 1997.
戦国お伽草子–犬夜叉
(Sengoku Otogizōshi InuYasha)
Genre Petualangan
Era Sengoku
Romantis
Supranatural
Manga
Pengarang  Rumiko Takahashi
Penerbit  Shogakukan
Penerbit bahasa Inggris Viz Media (Kanada, Britania Raya, Amerika Serikat)
Demografi Shōnen
Majalah Weekly Shōnen Sunday
Tanggal Terbit 13 November 199618 Juni 2008
Volume 56
Anime
Sutradara  Masashi Ikeda
Yasunao Aoki
Penulis  Katsuyuki Sumisawa
Studio Sunrise
Pelisensi  Madman Entertainment (Australia, Selandia Baru)
Viz Media (Kanada, Amerika Serikat)
Rilis 16 Oktober 200013 September 2004
Anime
InuYasha: The Final Act
Sutradara  Yasunao Aoki
Produser  Kioa Ahsayuni
Penulis  Katsuyuki Sumisawa
Studio Sunrise
Pelisensi  Viz Media (Canada, United States)
Rilis 3 Oktober 200929 Maret 2010
Film-film versi layar lebar
  1. InuYasha the Movie: Affections Touching Across Time
  2. InuYasha the Movie: The Castle Beyond the Looking Glass
  3. InuYasha the Movie: Swords of an Honorable Ruler
  4. InuYasha the Movie: Fire on the Mystic Island
Portal Anime dan Manga

InuYasha (bahasa Jepang: 犬夜叉 inu "anjing" dan yasha "siluman") merupakan manga dan anime karya Rumiko Takahashi yang juga mangaka Urusei Yatsura, Maison Ikkoku, dan Ranma ½.

Judul lengkap dari komik InuYasha ini ialah Sengoku o-togi zōshi InuYasha (戦国お伽草子ー犬夜叉)

InuYasha memiliki genre shōnen aksi petualangan romantis komedi dengan unsur horor dan komedi.

Menceritakan pertualangan InuYasha dan teman-temannya mencari Shikon No Tama dan usaha InuYasha dan Sesshoumaru mengalahkan Naraku.

Di Indonesia, anime ini pernah ditayangkan oleh Indosiar dan Global TV.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Cerita berawal di Tokyo, Jepang, seorang gadis SMU bernama Higurashi Kagome. Dia sedang mencari kucingnya Buyo yang jatuh ke sumur, karena adiknya takut untuk masuk. Pada saat Kagome sampai di sumur tersebut, siluman kelabang atau Mukade Joro muncul dari dalam Hone-kui no Ido atau Sumur pemakan tulang dan menyerangnya. Siluman tersebut menyerang Kagome yang ternyata memiliki Bola Empat Arwah (四魂の玉 Shikon no Tama), dan berkeinginan untuk merebutnya. Kagome kemudian diseret ke dalam masa Sengoku atau Sengoku Jidai. Kagome yang bingung dengan keadaan sekitar yang berubah menjadi hutan, berusaha untuk mencari jalan keluar dan melihat pohon keramat atau Goshinboku, di sana Kagome melihat seorang anak laki-laki berambut perak dan memiliki kuping tidak lazimnya manusia. Kagome yang penasaran lalu mendekati laki-laki tersebut dan memegang kupingnya yang aneh, tiba-tiba ia di serang oleh penduduk desa yang mengira Kagome adalah jelmaan siluman rubah. Kagome kemudian bertemu dengan seorang Miko (biarawati Shinto) tua yang bernama Kaede, dan menyadari bahwa Kagome adalah reinkarnasi dari Kikyo, kakak perempuan Kaede (dan juga biarawati berilmu tinggi) yang telah meninggal dunia dan jasadnya dibakar bersama Shikon no Tama. Kaede menceritakan bagaimana 50 tahun yang lalu, seorang han'yō (setengah siluman) bernama InuYasha berusaha mencuri Shikon no Tama dari Kikyo. Dengan terluka parah, Kikyo berhasil melepaskan panah, untuk menyegel InuYasha dan membuat InuYasha tidur abadi- tidak bisa dicabut panahnya, kecuali oleh orang yang sekuat Kikyo sendiri. Lalu datanglah Kagome dari masa yang sekarang dan mencabut segel InuYasha yang tertidur, karena siluman Mukade Joro muncul kembali. InuYasha yang bangun kembali, bersikap tidak bersahabat dengan kagome yang mirip dengan Kikyo. Pada suatu hari muncullah sekelompok orang jahat yang mau merebut Shikon no Tama, dan ternyata pemimpin mereka sudah mati dan dirasuki oleh siluman gagak atau Shibugarasu. Karena ingin mengalihkan perhatian Shibugarasu, maka Kagome melempar Shikon no Tama keluar dan akhirnya di telan oleh Shibugarasu sehingga menjadi lebih kuat dan menyerang seorang anak kecil, InuYasha yang tidak sabaran, mengeluarkan jurusnya dan membuat Shibugarasu hancur serta anak kecil itu jatuh ke sungai. Kagome yang menyelamatkannya, lalu melihat Shibugarasu kembali ke wujud semula dengan bantuan Shikon no Tama, dan terdapat kaki Shibugarashu yang tertinggal pada baju anak tersebut, maka kagome melepaskan anak panahnya sambil mengikatkan kaki Shibugarasu ke panahnya, dan berhasillah shibugarasu di panah bersamaan dengan Shikon no Tama sehingga pecahlah Shikon no Tama tersebut sampai berkeping-keping dan terpencar keseluruh tempat. Lalu dimulailah petualangan InuYasha dan Kagome dalam mencari Bola Empat Arwah yang sudah menjadi pecahan. Satu-per satu kelompok InuYasha dan Kagome bertambah, dari Shippo, Miroku, dan yang terakhir Sango bersama Kirara sambil melawan musuh-musuh yang bermunculan.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

InuYasha[sunting | sunting sumber]

  • InuYasha (犬夜叉) ialah tokoh utama dalam cerita ini, seorang han'yō (setengan siluman) berasal dari ibu manusia dan ayah seorang siluman. Dengan asal mula dari siluman anjing, InuYasha memiliki pedang hebat yang diwariskan oleh ayahnya yang bernama Tetsusaiga / Tessaiga. Mencari Shikon no Tama (Permata Empat Jiwa) karena ingin menjadi siluman sejati. Sebelum alur cerita dimulai, ia mencintai Kikyo, tapi seiring berjalanya cerita, dia juga mulai mencintai Kagome yang merupakan reinkarnasi dari Kikyo.

Senjata andalannya, Tetsusaiga adalah pedang yang mampu mengisap kekuatan milik orang lain. Inuyasha terus mendapatkan kekuatan baru dengan Tetsusaigannya tersebut dan terus melatih pedangnya agar menjadi lebih kuat. Kekuatan akhir yang didapatkannya adalah Meido Zangetsuha dari Tenseiga milik Sesshomaru. Di akhir cerita, ia terlihat menjalin hubungan dengan Kagome Higurashi.

Kagome Higurashi[sunting | sunting sumber]

  • Kagome Higurashi (日暮かごめ, Higurashi Kagome) adalah narator dalam cerita ini. Ia adalah seorang gadis SMP kelas 3 pada masa kini. Senjata yang selalu dibawanya adalah busur dan panah. Reinkarnasi dari Kikyo. Membawa Shikon no tama dalam tubuhnya yang menjadi incaran para siluman untuk memperkuat diri. Sifatnya berbeda dengan Kikyou namun tetap memperhatikan InuYasha sampai ia menyadari perasaannya sendiri terhadap InuYasha dan selalu cemburu apabila InuYasha bertemu dengan Kikyo. Wajah Kagome dan Kikyo hampir sama tapi di bedakan dengan cara berpakainya dan watak. Kagome dalam anime InuYasha selalu memakai baju SMP pelaut dan rok mini berwarna hijau dari awal dan akhir cerita berbeda dengan Kikyo yang tidak memakai pakaian seperti Kagome.

Kikyo pernah menyatakan bahwa kekuatan spiritual Kagome lebih besar dibandingkan dirinya. Tapi walaupun begitu Kagome menjadi budak Kikyo

Miroku[sunting | sunting sumber]

  • Miroku (弥勒) merupakan seorang pendeta Buddha (Hoshi) yang terkena kutukan Lubang Angin (Kazanna) oleh Naraku. Pendeta mesum yang mulai tertarik dengan Sango, dan berjanji bila kutukan lubang anginnya telah hilang, ia akan menikahi Sango. Pada saat Naraku terkalahkan oleh Inuyasha dan Kagome, lubang angin di tangannya menghilang. Ia menepati janjinya untuk menikahi Sango dan mereka diberkati tiga orang anak. Namun sikapnya yang suka berbohong demi mendapatkan upah dan sifat mesumnya tidak pernah berubah.

Sango[sunting | sunting sumber]

  • Sango (珊瑚) adalah salah satu anggota keluarga dari Taijya yang ahli dalam membasmi siluman. Senjata andalannya adalah Hiraikotsu yang terbuat dari tulang-tulang siluman. Keluarganya dibunuh oleh adiknya sendiri yang dikendalikan oleh Naraku saat dipanggil untuk membasmi siluman di sebuah istana. Ia berusaha mencari dan menyelamatkan adiknya dari genggaman Naraku, dan akhirnya ia berhasil menyelamatkan adiknya. Ia sering dibuat marah Miroku selalu merayu wanita dengan kalimat andalannya, "Maukah Kau Melahirkan Anakku?". Dalam humor ceritanya, Sango selalu terlihat memukul kepala Miroku dengan Hiraikotsunya bila ia melihat Miroku merayu gadis lain.

Shippo[sunting | sunting sumber]

  • Shippo (七宝, Shippō) merupakan siluman rubah kecil yang orang tuanya dibunuh oleh siluman petir Hiten dan Manten. Membantu dalam petualangan InuYasha. Selalu bertengkar dengan InuYasha, sifat keduanya sama kekanak-kanakan. Jika dijahili oleh Inuyasha, ia selalu minta perlindungan pada Kagome. Sifatnya yang kekanakkan membuatnya selalu mengomentari hal-hal yang dilihatnya secara blak-blakan, dan hal ini sering mengganggu Inuyasha, karena Inuyasha tidak bisa membantah komentar Shippo yang biasanya selalu benar. Akibatnya Shippo sering sekali terlihat sedang dipukul oleh Inuyasha.

Kikyo[sunting | sunting sumber]

  • Kikyo (桔梗, Kikyō) adalah seorang miko yang memiliki kekuatan spiritual yang tinggi, senjata andalannya adalah busur dan panah. Pada mulanya, ia dan Inuyasha memiliki perasaan, tapi mereka diadu domba oleh Naraku yang menginginkan hati Kikyo. Akibatnya, Kikyo menyegel Inuyasha di pohon sedangkan Kikyo sendiri meninggal akhibat luka yang didapatkannya. Lima puluh tahun kemudian, dia dibangkitkan oleh Urasue, penyihir yang menginginkan kekuatan Kikyo, namun pada akhirnya Urasue dibunuh oleh Kikyo sendiri. Awalnya, dia membenci Kagome dan berniat membunuh Inuyasha. Tapi setelah mengetahui bahwa yang mengadu domba dirinya dan Inuyasha adalah Naraku, dia tdk berniat membunuh Inuyasha tapi dia tetap membenci Kagome.

Sesshomaru[sunting | sunting sumber]

  • Sesshomaru (殺生丸, Sesshōmaru) adalah kakak dari InuYasha yang mewarisi pedang pedang milik ayahnya yang bernama Tenseiga, berupaya mengambil Tessaiga dari InuYasha, dan membunuhnya. Alasan dia membenci Inuyasha adalah karena ia merasa Inuyasha tidak berhak mendapatkan warisan Tetsusaiga dari ayahnya, dan menganggap ayahnya lebih menyayangi Inuyasha. Sifatnya irit bicara, dingin, dan menganggap rendah manusia, atau hanyo - termasuk InuYasha dan teman-temannya. Tapi, perlahan-lahan ia berubah setelah bertemu dengan seorang gadis kecil bisu yang menyelamatkannya saat ia sedang luka parah karena Kaze no Kizu Inuyasha. Gadis itu dipungutnya dan diberi nama Rin. Selain itu, ia juga mengijinkan Kohaku, adik Sango mengikutinya. Ia mengakui keberadaan tenseiga pedang penyembuh dengan jurus baru, Meido Zangetsuha. Pada akhirnya, Sesshoumaru memperoleh pedang dari dirinya sendiri, Bakusaiga.

Naraku[sunting | sunting sumber]

  • Naraku (奈落) berasal dari manusia yang bernama Onigumo, pencuri yang mengalami luka bakar diseluruh tubuhnya, jatuh cinta pada Kikyo yang selalu merawatnya. Karena ia tidak dapat bergerak, maka ia mempersembahkan jiwanya pada siluman untuk mendapatkan tubuh yang bebas, sehingga lahirlah naraku. Dia menanamkan benih kebencian antara Kikyo dan InuYasha sehingga saling membunuh. Ciri khasnya: memiliki gambar laba-laba di punggung.

Dia selalu berusaha untuk mengadu domba antara Inuyasha dan teman-temannya, namun karena hubungan antara Inuyasha dan teman-temannya yang kuat, Naraku lebih memilih untuk memisahkan mereka dan merasuki salah satu untuk membunuh yang lain. Ciri khas tipu muslihatnya adalah mengadu domba antara sanak saudara dan teman untuk saling membunuh dan Naraku lebih suka memberikan luka emosional pada lawannya, seperti ketika ia mengontrol Kohaku untuk membunuh keluarganya dan melukai Sango, juga ketika ia berusaha merasuki Kagome untuk membunuh Inuyasha. Pada pertarungan terakhir, Inuyasha, Sessomaru, dan kawan-kawannya bekerja sama untuk mengalahkan Naraku dan sebelum dia mati, dia berharap pada Shikon no Tama untuk memisahkan Kagome dari Inuyasha dengan cara membawanya ke dimensi Shikon no Tama.

Jaken[sunting | sunting sumber]

  • Jaken (邪見) adalah siluman kodok pengikut Sesshoumaru.

Rin[sunting | sunting sumber]

  • Rin (りん) adalah gadis kecil yang diselamatkan Sesshomaru dari serangan siluman serigala. Pada mulanya terlihat menggunakan kimono lusuh dan tubuh yang kotor. Kemudian diperlihatkan bahwa ternyata Rin adalah seorang anak yatim piatu yang harus menghidupi dirinya sendiri, bahkan walaupun harus mencuri, sehingga ia sering dijadikan bulan-bulanan oleh para penduduk desa dengan dalih tidak tahu terima kasih.

Ketika Sesshomaru bertemu dengan Rin untuk pertama kalinya, Sesshomaru sedang terluka parah akibat pertarungan terakhirnya dengan Inuyasha. Rin terlihat sedang berusaha untuk mengobati lukanya dan memberinya makanan yang ditolak Sesshomaru dengan kasar. Ketika kedua kalinya Rin mendatangi Sesshomaru, ia sudah penuh luka yang didapat dari penduduk desa. Sesshomaru memberitahukan bahwa ia tidak memakan makanan manusia dan menanyakan kenapa Rin penuh dengan luka. Rin tidak menjawab, namun dia hanya tersenyum. Ketika para siluman serigala menyerbu desa tempat Rin tinggal, Rin terbunuh oleh para serigala tersebut. Sesshomaru mengusir para serigala tersebut, namun Rin sudah meninggal. Dengan menggunakan Tenseiga, Sesshomaru membangkitkan kembali Rin dan membiarkan anak itu mengikutinya dan memanggilnya dengan panggilan Sesshomaru-sama. Ketika Rin kembali terlihat, ia sudah bersih dan menggunakan kimono baru bercorak kotak-kotak putih dan oranye.

Kohaku[sunting | sunting sumber]

  • Kohaku (琥珀) adalah adik dari Sango. Karena pengaruh Naraku, ia membunuh ayah dan anggota pembasmi siluman lainnya, juga melukai Sango lalu mati dibunuh oleh penjaga suruhan naraku, kemudian dihidupkan kembali dengan kekuatan Shikon no Tama. Ingatannya dihapus oleh Naraku dan di jadikan boneka yang menuruti semua perintahnya, tapi ingatannya akhirnya pulih kembali dan Kohaku berniat membalas dendam pada Naraku dengan bekerja sama dengan Kagura. Saat Kagura meninggal, ia menggantungkan diri pada Kikyou, dan setelah Kikyou meninggal, ia mengikuti Sesshoumaru. Walaupun hidupnya tergantung pada Shikon no Tama, pada saat pecahannya diambil oleh Naraku, Kohaku bisa tetap hidup berkat cahaya yang diberikan oleh Kikyo sebelum ajalnya. Pada akhir cerita, ia terlihat berlatih dalam asuhan Totousai untuk menjadi Taijya yang kuat.

Kanna[sunting | sunting sumber]

  • Kanna (神無) adalah anak pertama yang lahir dari Naraku. Hawa jahatnya tak bisa dirasakan karena dia hampa namun diceritakan kalau perasaannya mulai tumbuh. Senjatanya ialah cermin yang bisa menyerap roh dan membalikkan serangan musuh. Diceritakan bahwa Kanna pernah berusaha melarikan diri dari Naraku, dan ketika ia terbunuh karena pertarungannya dengan Inuyasha, Kanna memberikan peringatan terakhir pada Kagome bahwa Naraku lemah terhadap cahaya Kikyo.

Kagura[sunting | sunting sumber]

  • Kagura (神楽) adalah anak kedua yang dilahirkan Naraku. Dia sering membangkang perintah Naraku karena menginginkan kebebasan, pada akhirnya dibunuh naraku. Senjatanya ialah kipas angin, dapat mengendalikan angin dan menahan sabetan Tessaiga. Nampaknya ia menaruh hati pada Sesshomaru, namun tidak pernah diceritakan dalam alur. Ia berkali-kali meminta bantuan dari Sesshomaru dan Inuyasha dengan cara memberitahukan kelemahan-kelemahan Naraku dan memberitahukan serangan-serangan yang akan dilakukan oleh Naraku. Termasuk tentang jantung Naraku yang terpisah di tubuh seorang bayi. Ia juga bekerja sama dengan Kohaku yang ingatannya telah pulih dan berniat membalas dendam pada Naraku. Kagura menginginkan jantungnya untuk kembali pada dirinya. Namun ironisnya, ketika Naraku mengembalikan jantung Kagura, Naraku kemudian memberikan racun di tubuh Kagura. Kagura yang putus asa dan menyerahkan diri pada kematian bertemu dengan Sesshomaru yang menyaksikan kematian Kagura. Kagura pun meninggal dengan senyuman. Inuyasha yang terlambat mendengar tentang kematian Kagura dan bertemu dengan Sesshomaru dan bertanya apakah Kagura mati dengan tenang. Sesshomaru menjawab bahwa Kagura tersenyum.

Goshinki[sunting | sunting sumber]

  • Goshinki (悟心鬼) adalah anak ketiga Naraku. Dapat membaca pikiran lawan dan dapat mematahkan pedang Tetsusaiga. Namun, Goshiki mati dibunuh oleh InuYasha yang berubah wujud menjadi siluman sejati (youkai) dan taringnya diambil oleh Sesshoumaru untuk dibuat menjadi pedang setan yang bernama Toukijin.

Shichinintai[sunting | sunting sumber]

  • Sichinintai (atau digelar sebagai Pasukan Tujuh Anggota) (七人隊) terdiri dari 7 orang, yaitu: Bankotsu (蛮骨), Renkotsu (煉骨), Jakotsu (蛇骨), Suikotsu (睡骨), Ginkotsu (銀骨), Mukotsu (霧骨), dan Kyokotsu (凶骨). Mereka menjadi zombi karena dibangkitkan kembali oleh Naraku menggunakan pecahan Shikon no Tama. Masing-masing memiliki senjata yang hebat.