Interregnum (Inggris)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Periode dan era dalam sejarah Inggris
Periode Anglo-Saxon King Alfred (The Great).jpg (927–1066)
Periode Norman King William I ('The Conqueror') from NPG.jpg (1066–1154)
Periode Plantagenet Richard I of England.png (1154–1485)
Periode Tudor Henry-VIII-kingofengland 1491-1547.jpg (1485–1603)
Era Elizabeth Elizabeth I (Armada Portrait).jpg (1558–1603)
Periode Stuart James I of England by Daniel Mytens.jpg (1603–1714)
Era Jacob James I of England by Daniel Mytens.jpg (1603–1625)
Era Charles Carolus I.jpg (1625–1649)
Interregnum Oliver Cromwell by Samuel Cooper.jpg (1649–1660)
Era Restorasi Charles II of England.jpeg (1660–1688)
Era George George II by Thomas Hudson.jpg (1714–1830)
Era Victoria Queen Victoria 1887.jpg (1837–1901)
Era Edward Edward vii england.jpg (1901–1910)
Perang Dunia I Daddy in the great war.jpg (1914–1918)
Periode Antar Perang Bundesarchiv Bild 102-10246, England, Arbeitslose vor Gewerkschaftshaus.jpg (1918–1939)
Perang Dunia II HMS Royal Oak (08).jpg (1939–1945)
Britania Modern Elizabeth and Philip 1953.jpg (1945–Sekarang)

Interregnum Inggris adalah periode kekuasaan parlementer dan militer yang dipimpin Pelindung Tertinggi Oliver Cromwell di bawah Persemakmuran Inggris setelah Perang Saudara Inggris. Periode ini dimulai dengan penggulingan dan eksekusi Charles I pada bulan Januari 1649,[1] dan berakhir dengan restorasi Charles II pada tanggal 29 Mei 1660.

Zaman dalam sejarah Inggris ini dapat dibagi menjadi empat periode.

  1. Periode pertama Persemakmuran Inggris mulai 1649 sampai 1653
  2. Protektorat yang dipimpin Oliver Cromwell mulai 1653 sampai 1658
  3. Protektorat yang dipimpin Richard Cromwell mulai 1658 sampai 1659
  4. Periode kedua Persemakmuran Inggris mulai 1659 sampai 1660

Kehidupan selama Interregnum[sunting | sunting sumber]

Setelah kemenangan Parlemen pada Perang Saudara, pandangan Puritan yang dipegang sebagian besar anggota Parlemen dan pendukungnya mulai diberlakukan di seluruh negeri. Kaum Puritan menyuarakan gaya hidup sederhana dan membatasi hal-hal yang dianggap sebagai ekses rezim sebelumnya. Hari libur seperti Natal dan Paskah ditiadakan. Hiburan seperti teater dan judi juga dilarang. Tetapi, sejumlah bentuk pentas seni yang dianggap 'berharga', seperti opera, malah dianjurkan. Perubahan-perubahan ini sering dianggap dibuat oleh Oliver Cromwell, meski awalnya diperkenalkan oleh Parlemen Persemakmuran; dan Cromwell, ketika berkuasa, adalah sosok yang liberal.[2]

Putra sekaligus penerusnya, Richard Cromwell, menyerahkan jabatannya sebagai Pelindung Tertinggi dengan sedkit keraguan, mengundurkan diri setelah diminta oleh Parlemen Rump. Ini adalah awal dari periode pendek restorasi Persemakmuran Inggris.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Di Skotlandia, tempat Charles II dinobatkan sebagai Raja Skotlandia pada Februari 1649, periode de facto dimulai dengan kekalahan Charles II pada Pertempuran Worcester bulan September 1651, lihat artikel Tender of Union untuk informasi lebih lanjut.
  2. ^ Cromwell, Our Chief of Men by Lady Antonia Fraser, ISBN 0-7538-1331-9.