Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) adalah perubahan nama dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri yang berdiri pada tanggal 9 Muharram 1386 H. bertepatan dengan tanggal 30 April 1965 M. dan diresmikan pembukaannya oleh Menteri Agama RI saat itu yakni Bapak Prof. KH. Syaefuddin Zuhri, pada tanggal 9 Rajab 1386 H. bertepatan dengan tanggal 25 Oktober 1966 M. dengan 2 (dua) Fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syari`ah. Demikian awal sejarah berdirinya Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri.

Untuk memperkuat eksistensi lembaga pendidikan tinggi tersebut pendiri UIT membentuk Badan Wakaf, tepatnya pada tanggal 4 Juli 1967 dengan dua tujuan pokok:

  1. Mengembangkan ilmu pengetahuan Islam Indonesia
  2. Membantu Universitas Islam Tribakti dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Dalam perkembangan selanjutnya UIT Kediri mendapat status Diakui dengan SK. Menteri Agama RI. Nomor: 178 Tahun 1970 untuk dua fakultas, Syari`ah dan Tarbiyah dengan program Sarjana Muda. Dengan pertimbangan agar dapat lebih mengembangkan peranannya, maka pada tanggal 29 Maret 1988, Badan Wakaf Tribakti diadakan beberapa perubahan, antara lain:

  1. Nama berubah menjadi: Yayasan Pendidikan Islam Tribakti (YPIT) Kediri.
  2. Usaha:
    1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi, Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri.
    2. Mendirikan Madrasah Aliyah
    3. Mendirikan usaha-usaha untuk kepentingan Yayasan

Sejak tanggal 8 Shofar 1409 H. bertepatan dengan 19 September 1988 UIT berubah nama menjadi Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri berdasarkan surat Kopertais Wil. IV Surabaya Nomor: 123/I/Kop. Wil IV/88 tertanggal 19 September 1988. Pada saat terjadinya perubahan nama, dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri menjadi Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, lembaga ini membuka lagi 1 (satu) Fakultas yaitu Fakultas Dakwah dan mengadakan Program Strata Satu untuk seluruh fakultas.

Perubahan nama tersebut didasarkan pada keputusan Menteri Agama RI. Nomor: 42 tahun 1988 tentang lembaga Perguruan Tinggi Agama Swasta dan Surat Binbaga Islam di Jakarta, Nomor: E.III/PP.009/AZ/3041/88, tertanggal 25 Juli 1988 perihal perubahan nama PTAIS dengan PTAIN, baik pembinaan yang terkait dengan aspek akademik maupun non akademik.

Kesamaan pola pembinaan IAIT Kediri dengan IAIN yang cukup menonjol adalah dalam pembinaan kurikulum dan jenis-jenis fakultas serta jurusannya. Kurikulum Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri harus mengikuti kurikulum fakultas sejenis pada IAIN dengan tidak mengabaikan ciri khas IAIT Kediri. Demikian pula jurusan-jurusan pada fakultas di lingkungan IAIT Kediri mengambil sebagian jurusan-jurusan pada fakultas sejenis dilingkungan IAIN.

Pola pembinaan tersebut, pada dasarnya mengarahkan agar IAIT Kediri tahap demi tahap memiliki bobot dan mutu yang setara dengan IAIN, sehingga lulusan IAIT Kediri berhak memperoleh penghargaan yang sama dengan lulusan IAIN. Dengan demikian IAIT Kediri dapat melaksanakan tanggung jawabnya melalui peran sertanya dalam meneruskan, mengembangkan serta mengamalkan ilmu pengetahuan agama Islam dalam kerangka sistem pendidikan nasional.

Usaha pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah mencakup bantuan, bimbingan dan penyantunan yang meliputi berbagai kegiatan perencanaan, standardisasi, pengaturan dan perizinan PTAIS baru, pengawasan, penilaian dan bantuan yang dilaksanakan terhadap lembaga maupun program. Hal ini tidak berarti mengurangi peran dan tanggung jawab IAIT Kediri untuk berkembang dengan kekuatannya sendiri sesuai dengan ciri khas IAIT Kediri.

Rencana Pencapaian Tujuan dan Strategi IAIT Kediri

  1. Memaksimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  2. Menghasilkan sarjana muslim yang taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri serta memiliki kompetensi akademik dan professional dalam bidang ilmu agama Islam serta mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Kompetensi Lulusan IAIT Kediri yang diharapkan

  1. Beriman, bertaqwa, berakhlak dan berkepribadian mulia mempunyai sikap ilmiah dan profesional
  2. Memiliki pengetahuan tentang ilmu-ilmu keislaman secara komprehensif dan ilmu-ilmu umum.
  3. Memilki ketrampilan berbahasa Indonesia, Arab dan Inggris.
  4. Memiliki ketrampilan dalam berfikir, mengolah informasi, mengelola sumber daya, bekerja sama dengan pihak lain dan memanfaatkan teknologi.

Fakultas[sunting | sunting sumber]

IAI Tribakti Kediri memiliki tiga fakultas, yaitu:

  1. Fakultas Syari`ah
  2. Fakultas Tarbiyah
  3. Fakultas Dakwah

Sumber[sunting | sunting sumber]