Indopos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Indopos adalah nama surat kabar harian milik grup Jawa Pos. Koran ini beredar di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dan terbit perdana pada 25 Februari 2003.

Dengan jargon Koran Jakarta Sesungguh-Sungguhnya, Indopos hadir sebagai koran masyarakat kota. Berita dan artikel-artikelnya serupa dengan Jawa Pos. Indopos merupakan edisi Jakarta dari Jawa Pos yang terbit di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mulai tahun 2006 halaman muka Indopos tidak selalu sama dengan halaman muka Jawa Pos, baik dari gambar, maupun berita.

Secara umum, koran ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu koran utama, koran Jakarta Raya dan koran Indosport yang berisi berita olahraga. Pada mulanya, per hari Indopos terbit 40 halaman. Namun seiring naiknya harga kertas akibat imbas kenaikan BBM beberapa kali, manajemen Jawa Pos grup mengurangi jumlah halaman INdopos menjadi 32 halaman. Seperti induknya Jawa Pos, Indopos juga terbit nonstop 7 hari seminggu 365 hari per tahun. Rubrikasi dan perwajahan tak berbeda dengan edisi Jawa Pos. Hanya saja beberapa halaman lebih bersifat lokal Jakarta seperti Society, Wanita Jakarta, Jakarta Raya, Ekshibisi, dan olahraga lokal Jakarta.

Saat ini Indopos memiliki empat versi koran yaitu versi Jakarta, versi Kota Mandiri, versi Banten dan versi Bekasi. Masing-masing versi berisi halaman lokal yang beredar di kawasan tertentu yang tidak terdapat di versi yang lain. Versi Kota Mandiri hanya beredar di Tangerang. Sedangkan versi Banten beredar di provinsi Banten, minus Tangerang. Demikian pula versi Bekasi hanya beredar di Bekasi.

Sejak bulan Juli 2005, Indopos melakukan revolusi dengan mencetak seluruh halaman korannya dengan tinta warna. Kini INDO.POS menjadi satu-satunya koran harian di Indonesia yang seluruh halamannya berwarna.

INDO.POS adalah nama surat kabar harian milik grup Jawa Pos yang berkedudukan di Surabaya. Berada di bawah Jawa Pos News Network (JPNN), suatu jaringan surat kabar terluas di Indonesia. JPNN kini memiliki lebih dari 140 surat kabar, tabloid dan majalah serta 40 jaringan percetakan di seluruh Indonesia. Oplah INDO.POS tahun 2009 mencapai 117.893 eksmplar. INDO.POS beredar di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dan terbit perdana pada 25 Februari 2003. Selama ini Jawa Pos yang home-nya di Surabaya sulit bersaing di Jakarta.


Pelanggannya hanya berkisar 5.000 eksemplar. Itupun segmennya orang-orang Jawa Timur yang ada di Ibu Kota. Cetak jarak jauh di Jakarta juga tidak membantu. Boleh dikatakan brand Jawa Pos tidak cukup kuat untuk Jakarta. Sangat kontras dengan yang di Jawa Timur apalagi di Surabaya, dan daerah lainnya di Indonesia. Dengan mempelajari analisa yang didapat dari strategi marketing majalah TIMES, untuk edisi Asia Pasific yang berkedudukan di Singapura.Akhirnya, Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai chairman dari Jawa Pos Group membuat suatu terobosan. Terobosan yang dimaksud adalah dengan membuat edisi Jakarta dari Koran Jawa Pos. Begitu ide awalnya, hingga INDO.POS mau tidak mau harus bertarung di Jakarta. Setelah INDO.POS terbit, Jawa Pos secara otomatis tidak lagi beredar di Jakarta. Ia digantikan INDO.POS.


Dengan Jargon Koran Jakarta Sesungguh-Sungguhnya, INDO.POS hadir sebagai Koran masyarakat kota. Berita dan artikel-artikelnya serupa dengan Jawa Pos. INDO.POS merupakan edisi Jakarta dari Jawa Pos yang terbit di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mulai tahun 2006, halaman muka INDO.POS tidak selalu sama dengan halaman muka Jawa Pos, baik dari gambar, maupun berita. Secara umum, Koran ini terbagi menjadi lima kekuatan isi yang menjadi ciri khas INDO.POS yaitu INDOPOS, kopel berita nasional yang biasa dinikmati oleh semua kalangan. JAKARTA RAYA, yang memotret wajah Jakarta dan sekitarnya. INDOTAINMENT, yang akrab dengan informasi selebriti dengan aneka hingar bingarnya. INDOBISNIS, mengangkat pernak-pernik ekonomi bisnis yang memberi inspirasi. INDOSPORT, yang menjadi standar berita olahraga. Pada mulanya, per hari INDO.POS terbit 40 halaman. Namun seiring naiknya harga kertas akibat imbas kenaikan BBM beberapa kali, manajemen Jawa Pos grup mengurangi jumlah halaman INDO.POS menjadi 32 halaman.


Seperti induknya Jawa Pos, INDO.POS juga terbit nonstop 7 hari seminggu 365 hari per tahun. Rubrikasi dan perwajahan tak berbeda dengan edisi Jawa Pos. Hanya saja beberapa halaman lebih bersifat local Jakarta seperti Society, Wanita Jakarta, Jakarta Raya, Ekshibisi, dan Olahraga lokal Jakarta. Saat ini INDO.POS memiliki empat versi koran yaitu versi Jakarta, versi Kota Mandiri, versi Banten, dan versi Bekasi. Masing-masing versi berisi halaman lokal yang beredar di kawasan tertentu yang tidak terdapat di versi lain. Versi Kota Mandiri hanya beredar di Kota Tanggerang.


Sedangkan versi Banten beredar di provinsi Banten, minus Tanggerang. Demikian pula versi Bekasi hanya beredar di Bekasi. Sejak bulan Juli 2005, INDO.POS melakukan revolusi dengan mencetak seluruh halaman korannya dengan tinta warna. Kini, INDO.POS menjadi satu-satunya koran harian di Indonesia yang menyeluruh halamannya berwarna.

Isi Redaksi Karakteristik Surat Kabar Harian Indopos adalah sebagai berikut :


1. Penerbit : PT. Indopos Intermedia Press


2. Nama Surat Kabar : INDO.POS


3. Waktu Terbit : Pagi


4. Periode Terbit : 7x Seminggu


5. Bahasa : Bahasa Indonesia


6. Lingkup Bahasan : Nasional, Internasional, Jakarta Raya, Bisnis, Politik, Indotainmen, Indosport.


7. Segmen Pembaca : Kelas menengah keatas dengan Usia 15 – 40 tahun, Pendidikan SMU –D3 (30%), Sarjana (60%), S2-S3 (10%)


8. Jumlah Halaman : 24 halaman


9. Jumlah Pelanggan : 67.247 pelanggan


10. Jenis Kertas : Kertas Koran


11. Ukuran Kertas : Center Spread (7 kolom) Full Color : Rp. 35.000,- / mmk 1 kolom 43 mml 2 kolom 90 mmk 3 kolom 137 mmk 4 kolom 184 mmk 5 kolom 231 mmk 6 kolom 278 mmk 7 kolom 324 mmk Ukuran Kolom :


12. Cetak : 117.893 eksemplar


13. Tata Warna : Back to Back color (24 halaman)


14. Penyajian Tulisan : Berbentuk Indepth, Spot, dan Reportase


15. Rubrikasi : Nasional, Internasional, Jakarta Raya, Bisnis, Politik, Indotainment, dan Indosport


16. Wilayah Peredaran : Jabodetabek - Nasional Surat kabar merupakan media komunikasi massa yang banyak memuat serba-serbi pemberitaan meliputi bidang ekonomi, politik, budaya pertahanan dan keamanan.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]