Indocement Tunggal Prakarsa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Jenis

Publik (IDX: INTP

)
Didirikan 16 Januari 1985
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Daerah layanan Indonesia
Tokoh penting Christian Kartawijaya, President Director
Produk semen
Pendapatan Rp 18.691 miliar (2013)[1]
Laba usaha Rp 6.064miliar (2013)[1]
Laba bersih Rp 5.218 miliar (2013)[1]
Karyawan 7.900 (2013)[1]
Induk HeidelbergCement AG
Anak perusahaan

PT Dian Abdi Perkasa PT Indomix Perkasa PT Lentera Abadi Sejatera PT Pionir Beton Industri PT Mandiri Sejahtera Sentra PT Bahana Indonor PT Sahabat Mulia Sakti PT Mineral Industri Sukabumi PT Multi Bangun Galaxy PT Bhakti Sari Perkasa Abadi PT Cibinong Center Industrial Estate PT Pama Indo Mining

PT Tarabatuh Manunggal
Situs web www.indocement.co.id

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (IDX: INTP ) adalah salah satu produsen semen di Indonesia. Indocement merupakan produsen terbesar kedua di Indonesia. Selain memproduksi semen, Indocement juga memproduksi beton siap-pakai, serta mengelola tambang agregat dan tras.

Indocement berdiri sejak 16 Januari 1985. Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan enam perusahaan semen yang memiliki delapan pabrik Pabrik pertama Indocement sudah beroperasi sejak 4 Agustus 1975.

Per 31 Desember 2013, Indocement memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 18,6 juta ton semen per tahun.Selain itu, Indocement juga memiliki kapasitas produksi beton siap-pakai sebesar 4,4 Juta meter kubik per tahun dengan 40 batching plant dan 648 truk mixer, serta 2,5 juta ton cadangan agregat.

Indocement memiliki 12 buah pabrik, sembilan diantaranya berada di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dua berada di Cirebon, Jawa Barat dan satu di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Produk utama Indocement adalah semen tipe Ordinary Portland Cement disingkat OPC dan Pozzolan Portland Cement disingkat PPC yang kemudian digantikan oleh Portland Composite Cement disingkat PCC sejak 2005. Indocement juga memproduksi semen jenis lain misalnya Portland Cement Type II dan Type V serta Oil Well Cement. Indocement juga merupakan satu-satunya produsen semen jenis Semen Putih (White Cement) di Indonesia

Indocement pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 1989. Sejak tahun 2001, HeidelbergCement Group, yang berbasis di Jerman dan merupakan produsen utama di dunia dengan pabrik di lebih dari 50 negara mengambilalih kepemilikan mayoritas saham di Indocement.

Semen yang dipasarkan adalah semen dengan merek "Tiga Roda".

Logo tigarodaindocement.gif




Komposisi Pemegang Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.[sunting | sunting sumber]

Per 31 Desember 2013, mayoritas kepemilikan saham Indocement dipegang oleh Birchwood Omnia Ltd. (Heidelberg Cement Group) sebesar 51,00%, PT Mekar Perkarsa (13,03%) dan Masyarakat (35,97%).

Pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.[sunting | sunting sumber]

Lokasi Pabrik milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.[sunting | sunting sumber]

Indocement memiliki tiga kompleks pabrik yang terletak di Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan, kompleks pabrik tersebut adalah:

  1. Kompleks Pabrik Citeureup
    • Kompleks Pabrik Citeureup terletak di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kompleks ini merupakan komplek terbesar milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Dikompleks ini terdapat delapan pabrik yang masih beropersi penuh, yaitu Plant 1 - 8 serta Plant 11.
  2. Kompleks Pabrik Palimanan
    • Kompleks ini terletak di Palimanan, Kabuapten Cirebon, Jawa Barat. Kompleks ini memiliki dua buah pabrik, yaitu Plant 9 dan Plant 10
  3. Kompleks Pabrik Tarjun
    • Kompleks Pabrik Tarjun terletak di kabupaten Kota baru, Kalimantan Selatan. Tedapat satu buah pabrik yang beroperasi disini, yaitu Plant 12

Distribusi dan Logistik Semen[sunting | sunting sumber]

Untuk menjamin rantai pasokan semen merek “tiga roda”, Indocement memiliki beberapa terminal serta metode pengangkutan semen yang terintegrasi dengan baik. Indocement memiliki beberapa terminal semen guna menjamin kelancaran distribusi semen ke pelanggannya.

Terminal Indocement[sunting | sunting sumber]

Indocement memiliki enam buah terminal yang tersebar diseluruh Indonesia, yaitu:

  1. Terminal Tanjung Priok, Jakarta
  2. Terminal Tanjung Perak, Surabaya
  3. Terminal Banyuwangi, Banyuwangi
  4. Terminal Denpasar, Bali
  5. Terminal Lembar, Lombok
  6. Terminal Samarinda, Samarinda

Selain terminal, Indocement juga menggunakan moda transportasi darat dan laut dalam mendistribusikan semennya. Moda transportasi laut terutama digunakan untuk mendistribusikan semen dari Pabrik Tarjun, Kalimantan Selatan.

Indocement juga menggunakan moda transportasi darat, yaitu truk dan kereta api.

Indocement memiliki enam relasi perjalanan kereta api untuk pengangkutan semen.

Tiga rangkaian kereta api berangkat dari Stasiun Nambo, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Dua rangkaian berangkat menuju Stasiun Kalimas, Surabaya, Jawa TImur sedangkan satu rangkaian lain menuju Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur. Total kapasitas angkut dari rangkaian ini adalah 2.400 ton per hari.

Tiga rangkaian kereta api yang lain berangkat dari Stasiun Arjawinangun, Cirebon dengan tujuan Purwokerto, Jawa Tengah dan menuju Wagon, Banyumas melalui Purwokerto. Total kapasitas angkut dari rangkaian kereta ini mencapai 1.900 ton semen per hari.

Perseroan juga terus menambah jumlah peti kemas yang diberangkatkan dari Tarjun. Sampai dengan akhir 2013, jumlah peti kemas meningkat dari 1.200 teus menjadi 2.100 teus sehingga dapat memenuhi permintaan dari lebih banyak wilayah. Sistem pemuatan ini tidak dipengaruhi oleh kondisi cuaca, sehingga mampu meningkatkan  keluaran dari Kompleks Pabrik Tarjun.

Produk Indocement[sunting | sunting sumber]

Selain menghasilkan semen dengan mereka dagang "Semen Tiga Roda", Indocement juga memiliki beberapa produk lainnya, yaitu berupa beton siap-pakai dan barang tambang. Berikut ini adalah jenis porduk yang dimiliki Indocement:

  1. Portland Composite Cement (PCC)
    • PCC dibuat untuk penggunaan umum seperti rumah, bangunan tinggi, jembatan, jalan beton, beton pre-cast dan beton pre-stress. PCC mempunyai kekuatan yang sama dengan Portland Cement Tipe I.
  2. Ordinary Portland Cement (OPC)
    • OPC juga dikenal sebagai semen abu-abu, terdiri dari lima tipe semen standar. Indocement memproduksi OPC Tipe I, II dan V. OPC Tipe I merupakan semen kualitas tinggi yang sesuai untuk berbagai penggunaan, seperti konstruksi rumah, gedung tinggi, jembatan, dan jalan. OPC Tipe II dan V memberikan perlindungan tambahan terhadap kandungan sulfat di air dan tanah.
  3. Oil Well Cement (OWC)
    • OWC adalah tipe semen khusus untuk pengeboran minyak dan gas baik di darat maupun lepas pantai. OWC dicampur menjadi suatu adukan semen dan dimasukkan antara pipa bor dan cetakan sumur bor dimana semen tersebut dapat mengeras dan kemudian mengikat pipa pada cetakannya.
  4. White Cement
    • Semen putih digunakan untuk dekorasi eksterior dan interior gedung. Sebagai satu-satunya produsen semen putih di Indonesia, saat ini Indocement dapat mencukupi kebutuhan semen putih pasar domestik.
  5. Acian Putih TR30
    • Acian Putih TR30 sangat sesuai untuk pekerjaan acian dan nat. Komposisi Acian Putih TR30 antara lain Semen Putih ”Tiga Roda”, kapur (Kalsium Karbonat) dan bahan aditif khusus lainnya. Keuntungan menggunakan Acian Putih TR30 antara lain, permukaan acian lebih halus, mengurangi retak dan terkelupasnya permukaan, karena mempunyai sifat plastis dengan daya rekat tinggi, cepat dan mudah dalam pengerjaan, hemat karena acian lebih tipis, serta dapat digunakan pada permukaan beton dengan menambahkan lem putih.
  6. Ready-Mix Concrete
    • Beton Siap-Pakai diproduksi dengan mencampur OPC dengan bahan campuran yang tepat (pasir dan batu) serta air dan kemudian dikirimkan ke tempat pelanggan menggunakan truk semen untuk dicurahkan.  Sebagai nilai tambah produk, Beton Siap-Pakai mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi dari produk semen lainnya. Mayoritas yang signifikan dari Beton Siap-Pakai Indocement adalah dijual di daerah Jakarta dimana industri pembangunannya sangat baik. 
  7. Agregat (Diproduksi anak perusahaan)
    • Tambang aggregates (batu andesit) di Rumpin dan Purwakarta, Jawa Barat dengan total cadangan 130 juta ton andesit, melalui anak perusahaan Indocement akan memperkuat posisi Indocement sebagai pemasok bahan bangunan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d [1]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]