Imamat 11

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Imamat 11 (disingkat Im 11) adalah bagian dari Kitab Imamat yaitu kitab ke-3 dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Isi pasal ini mempunyai referensi silang dalam Ulangan 14:3-21

  • Imamat 11:1-8 = Binatang berkaki empat yang ada di atas bumi
  • Imamat 11:9-12 = Segala yang hidup di dalam air
  • Imamat 11:13-19 = Burung-burung (termasuk kelelawar)
  • Imamat 11:20-23 = Segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya (termasuk serangga)
  • Imamat 11:24-28 = Haram jika kena bangkai
  • Imamat 11:29-42 = Binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi (termasuk yang melata atau berkaki banyak)
  • Imamat 11:43-47 = Perintah untuk menguduskan diri dan membedakan antara yang najis dengan yang tahir

Ayat 44[sunting | sunting sumber]

"Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi."[3]

Pengarahan mengenai makanan yang haram dan halal di pasal ini rupanya diberikan untuk alasan-alasan kesehatan, tetapi juga sebagai patokan untuk menolong Israel agar tetap terpisah dari masyarakat fasik di sekitar mereka (Ulangan 14:1-2). Pengarahan mengenai makanan ini tidak lagi mengikat orang percaya dalam masa Perjanjian Baru, karena Kristus telah menggenapi makna dan tujuannya (Matius 5:17; 15:1-20; Kisah Para Rasul 10:14-15; Kolose 2:16; 1 Timotius 4:3). Akan tetapi, prinsip-prinsip yang terwujud dalam peraturan ini masih berlaku sekarang.

  1. Orang Kristen dewasa ini harus dapat dibedakan dari masyarakat sekitarnya dengan cara makan, minum, dan berpakaian supaya memuliakan Allah dengan tubuh mereka (1 Korintus 6:20; 10:31), dan menolak semua kebiasaan sosial yang buruk dari orang tidak percaya. Orang Kristen harus "kudus di dalam seluruh hidup" (1 Petrus 1:15).
  2. Penekanan terinci pada kesucian seremonial menggarisbawahi perlunya pemisahan moral umat Allah dalam pikiran dan kelakuan dari dunia di sekitarnya (Keluaran 19:6; 2 Korintus 7:1).

Semua aspek kehidupan harus diatur oleh kehendak Allah (1 Korintus 10:31).[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Imamat 11:44
  4. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]