Iles-iles

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Iles-iles / porang
Iles-iles
Iles-iles
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Amorphophallus
Spesies: A. muelleri
Nama binomial
Amorphophallus muelleri
Blume
Sinonim

A. oncophyllus

Iles-iles atau porang (Amorphophallus muelleri Bl.) adalah sejenis tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus. Karena masih berkerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya, iles-iles sering kali dikacaukan dengan suweg dan walur.

Pertelaan botani[sunting | sunting sumber]

Terna tahunan, dengan penampilan tahap vegetatif dan generatif bergantian dan berbeda.

Tahap vegetatif tampak sebagai daun bercabang-cabang dengan "batang" lunak. Batang sejati tidak ada tetapi berupa umbi yang selalu berada di bawah permukaan tanah. Umbi tunggal, tidak membentuk anakan umbi, mengandung pati yang komposisinya didominasi oleh mannan; warna umbi kuning cerah, menjadi penciri yang membedakannya dari suweg yang warna umbinya putih.

Tangkai daun tunggal utama seringkali dianggap "batang" oleh awam, tumbuh tegak, lunak, halus permukaannya bila diraba dan berwarna hijau atau hitam berbelang-belang putih[1]. Tangkai daun tunggal pada ketinggian tertentu (dapat mencapai 1,5 m) menjadi tiga cabang sekunder dan akan mencabang lagi sekaligus menjadi tangkai helai daun.[1] Pada setiap pertemuan batang akan tampak tonjolan berwarna cokelat kehitam-hitaman dan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif [1] (disebut bulbil). Adanya bintil ini menjadi pembeda penting iles-iles dari suweg[2].

Bulbil porang, berupa tonjolan berwarna gelap.

Bunga muncul apabila simpanan energi berupa tepung di umbi sudah mencukupi untuk pembungaan. Sebelum bunga muncul, seluruh daun termasuk tangkainya akan layu. Bunga tersusun majemuk berupa struktur khas talas-talasan, yaitu bunga-bunga tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga. Kuntum bunga tidak sempurna, berumah satu, berkumpul di sisi tongkol, dengan bunga jantan terletak di bagian distal (lebih tinggi) daripada bunga betina. Struktur generatif ini pada saat mekar mengeluarkan bau bangkai yang memikat lalat untuk membantu penyerbukannya, pemekaran berlangsung sekitar tiga hari.

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Iles-iles ditemukan mulai dari Kepulauan Andaman, India, menyebar ke arah timur melalui Myanmar masuk ke Thailand dan ke Indonesia [3]. Tanaman ini tumbuh di mana saja seperti di pinggir hutan jati, di bawah rumpun bambu, di tepi-tepi sungai, di semak belukar dan di tempat-tempat di bawah naungan yang beranekaragam.[3]

Untuk mencapai produksi umbi yang tinggi diperlukan naungan 50-60% [3] Tanaman ini tumbuh dari dataran rendah sampai 1000 m di atas permukaan laut, dengan suhu antara 25-35 °C, sedangkan curah hujannya antara 300-500 mm per bulan selama periode pertumbuhan.[4] Pada suhu di atas 35oC daun tanaman akan terbakar, sedangkan suhu rendah menyebabkan suweg mengalami dormansi. [4] Tumbuhnya bersifat tersebar di hutan-hutan atau di pekarangan-pekarangan, dan belum banyak dibudidayakan. [5] Seperti suweg, iles-iles dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu pada kondisi liat berpasir, strukturnya gembur, dan kaya unsur hara, di samping itu juga memiliki pengairan baik, kandungan humus yang tinggi, dan memiliki pH tanah 6 - 7,5. [3] Tanaman obat ini mudah ditemukan di pulau Jawa dengan habitat semak-semak yang tumbuh dalam siklus tahunan dan dapat tumbuh hingga mencapai satu meter.[6]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Manfaat iles-iles terutama di bidang industri dan kesehatan, karena kandungan glukomannan pada tepung umbinya.[7] Iles-iles merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. [8] Selain mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen tinggi.[8] Umbinya besar, dapat mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadupadankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern. [9] Tepung iles-iles dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mi, tahu, kosmetik dan roti.[7] Tepung suweg dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang bermanfaat untuk menekan peningkatkan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik.[10]Suweg sebagai serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis.[10] Di Filipina umbi suweg sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti[11]. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat suweg telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mi instan[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Situs Koran Nias: Budidaya Umbi Hutan, oleh Biro Pembinaan dan Konservasi SDH Perhutanidiakses 30 April 2010
  2. ^ PORANG ( Amorphophallus oncophyllus) Familia: Araceae, artikel dari Dipokusumo Farm
  3. ^ a b c d (en)Flach, M; Rumawas (1996). Plants yielding non-seed carbohydrates. Leiden: Prosea Foundation dan Backhuys Publishers. ISBN 90-73348-51 Check |isbn= value (help). 
  4. ^ a b Idris, A. Pengamatan jenis Amorphophallus dan tempat tumbuhnya di pulau Jawa.1972. Buletin Kebun Raya Bogor 3 (4): 101-107.
  5. ^ Hartanto, E.S. Iles-iles tanaman langka yang laku dikespor. 1994 .Buletin Ekonomi 19 (5): 21-25.
  6. ^ situs ICT Sleman: AMORPHOPHALLUS CAMPANULATUS BL.diakses 28 April 2010
  7. ^ a b Radar Mojokerto melalui Situs Jawa Pos: Melihat Budidaya Iles-iles di Hutan Ketapanrame, Trawas oleh Rofijul Mamudh. Senin, 18 Mei 2009 diakses 4 Mei 2010
  8. ^ a b Situs UNS Jurnal:Iles-Iles diakses 28 April 2010
  9. ^ Situs Lintas Berita : Suweg bahan alternatif pengganti terigudiakses 16 Mei 2010
  10. ^ a b Didah Nur Faridah,dkk.Pangan Fungsional Dari Umbi Suweg dan Garut: Kajian Daya Hipokolesterolemik Dan Indeks Glisemiknya. 2007. Bogor.Dept. IPT - FATETA, SEAFAST CENTER IPB.
  11. ^ Situs Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian diakses 4 Mei 2010
  12. ^ http://www.kampusbook.com/daftar-buku/pid-13121/suweg.htmldiakses 4 Mei 2010