Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Lambang-imm1.jpg
Logo Muhammadiyah
Pembentukan 29 Syawwal 1384 H/14 Maret 1964 M
Jenis Organisasi Mahasiswa Islam-Muhammadiyah
Ketua Umum Djihadul Mubarok
Situs web Situs web resmi IMM

IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ialah organisasi mahasiswa Islam di Indonesia yang memiliki hubungan struktural dengan organisasi Muhammadiyah dengan kedudukan sebagai organisasi otonom. Memiliki tujuan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Keberadaan IMM di perguruan tinggi Muhammadiyah telah diatur secara jelas dalam qoidah pada bab 10 pasal 39 ayat 3: "Organisasi Mahasiswa yang ada di dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah Senat Mahasiswa dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)”. Sedangkan di kampus perguruan tinggi lainnya, IMM bergerak dengan status organisasi ekstra-kampus — sama seperti Himpunan Mahasiswa Islam mapun KAMMI — dengan anggota para mahasiswa yang sebelumnya pernah bersekolah di sekolah Muhammadiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didirikan di Yogyakarta pada tangal 14 Maret 1964, bertepatan dengan tanggal 29 Syawwal]] 1384 H. Dibandingkan dengan organisasi otonom lainya di Muhammadiyah, IMM paling belakangan dibentuknya. Organisasi otonom lainnya seperti Nasyiatul Aisyiyah (NA) didirikan pada tanggal 16 Mei 1931 (28 Dzulhijjah 1349 H); Pemuda Muhammadiyah dibentuk pada tanggal 2 Mei 1932 (25 Dzulhijjah 1350 H); dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM, yang namanya diganti menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), lalu kemudian berubah lagi menjadi IPM) didirikan pada tanggal 18 Juli 1961 (5 Shaffar 1381 H).

Kelahiran IMM dan keberadaannya hingga sekarang cukup sarat dengan sejarah yang melatarbelakangi, mewarnai, dan sekaligus dijalaninya. Dalam konteks kehidupan umat dan bangsa, dinamika gerakan Muhammadiyah dan organisasi otonomnya, serta kehidupan organisasi-organisasi mahasiswa yang sudah ada, bisa dikatakan IMM memiliki sejarahnya sendiri yang unik. Hal ini karena sejarah kelahiran IMM tidak luput dari beragam penilaian dan pengakuan yang berbeda dan tidak jarang ada yang menyudutkannya dari pihak-pihak tertentu. Pandangan yang tidak apresiatif terhadap IMM ini berkaitan dengan aktivitas dan keterlibatan IMM dalam pergolakan sejarah bangsa Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an; serta menyangkut keberadaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada waktu itu.

Ketika IMM dibentuk secara resmi, itu bertepatan dengan masa-masanya HMI yang sedang gencar dirusuhi oleh PKI dan CGMI serta terancam mau dibubarkan oleh rezim kekuasaan Soekarno. Sehingga kemudian muncul anggapan dan persepsi yang keliru bahwa IMM didirikan adalah untuk menampung dan mewadahi anggota HMI jika dibubarkan. Logikanya dalam mispersepsi ini, karena HMI tidak jadi dibubarkan, maka IMM tidak perlu didirikan. Anggapan dan klaim yang mengatakan bahwa IMM lahir karena HMI akan dibubarkan, menurut Noor Chozin Agham, adalah keliru dan kurang cerdas dalam memberi interpretasi terhadap fakta dan data sejarah. Justru sebaliknya, salah satu faktor historis kelahiran IMM adalah untuk membantu eksistensi HMI dan turut mempertahankannya dari rongrongan PKI yang menginginkannya untuk dibubarkan.

Penilaian yang kurang apresiatif terhadap kelahiran IMM juga bisa terbaca pada jawaban terhadap pertanyaan Victor I. Tanja. Dalam bukunya Tanja mempertanyakan: Barangkali kita akan heran, mengapa Muhammadiyah memandang perlu untuk membentuk organisasi mahasiswanya sendiri? Dari salah seorang anggota HMI (yang tidak disebutkan atau menyebutkan namanya) keluar jawaban, bahwa selama masa pemerintahan Presiden Soekarno dahulu untuk mendapatkan persetujuan darinya, sebuah organisasi harus dapat membuktikan bahwa ia mempunyai dukungan kuat dari masyarakat luas. Untuk memenuhi persayaratan inilah maka bukan saja Muhammadiyah, tetapi semua gerakan sosial politik yang ada di tanah air harus membentuk sebanyak mungkin organisasi-organisasi penunjang.[1]

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]

Struktur organisasi IMM tingkat pusat adalah sebagai berikut:

  • Ketua Umum
    • Ketua Bidang Organisasi
    • Ketua Bidang Kader
    • Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan
    • Ketua Bidang Hikmah
    • Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
    • Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan
    • Ketua Bidang IMMawati
    • Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman
    • Ketua Bidang Media dan Komunikasi
    • Ketua Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga
    • Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri
  • Sekretasis Jendral
    • Sekretaris Bidang Organisasi
    • Sekretaris Bidang Kader
    • Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan
    • Sekretaris Bidang Hikmah
    • Sekretaris Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
    • Sekretaris Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan
    • Sekretaris Bidang IMMawati
    • Sekretaris Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman
    • Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi
    • Sekretaris Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga
    • Sekretaris Bidang Hubungan Luar Negeri
  • Bendahara Umum
    • Bendahara 1
    • Bendahara 2
    • Bendahara 3[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]