Aku Ingin Menciummu Sekali Saja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Aku Ingin Menciummu Sekali Saja
Aku Ingin Menciummu Sekali Saja.jpg
Sutradara Garin Nugroho
Penulis Garin Nugroho
Nana Mulyana
Pemeran Lulu Tobing
Octavianus Rysiat Muabuay
Minus Coneston Karoba
Adi Kurdi
Philipus Ramendei Thamo
Vivaldi Gorys Aronggear
Theys H. Eluay
Sylvia Roselani Samber
Durasi 90 menit
Negara Indonesia

Aku Ingin Menciummu Sekali Saja adalah film iIndonesia yang dirilis tahun 2002.


Pemain[sunting | sunting sumber]

   Octavianus Rysiat Muabuay sebagai Arnold
   Lulu Tobing sebagai Kasih / Wanita yang Menagis
   Minus Coneston Karoba sebagai Minus
   Adi Kurdi sebagai Pastur  
   Philipus Ramendei Thamo sebagai Berthold
   Vivaldi Gorys Aronggear sebagai Dickson  
   Sylvia Roselani Samber sebagai Mamma
   Theys H. Eluay



Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Aku Ingin Menciummu Sekali Saja menceritakan tentang seorang remaja Papua (Arnold, 15 tahun), yang bertemu dengan seorang wanita (diperankan oleh Lulu Tobing) di sebuah pelabuhan dan terobsesi untuk mencium wanita tersebut. Pada saat yang bersamaan, ayahnya (Bertold, 41 tahun), seorang aktifis dan instruktur tarian Kasuari diburu oleh beberapa orang tak dikenal karena aktfitas politiknya untuk meminta keadilan atas penahanan Theys H. Eluay, Ketua Dewan Presidium Papua. Berbagai macam insiden terjadi pada saat yang bersamaan, seperti kematian Theys Eluay setelah penculikannya dan perubahan sikap teman-teman Arnold. Sonya menjadi memiliki rasa kebencian rasialisme yang tinggi, sedangkan Minus kehilangan kemampuannya untuk bersiul, keahlian yang sangat berarti buatnya. Sementara itu, Bertold memilih untuk bersembunyi karena dia takut akan dikejar dan dibunuh seperti Theys. Obsesi Arnold untuk mencium wanita di pelabuhan itu tiba-tiba menjadi alur cerita untuk menunjukan karakter setiap peran di film tersebut, seperti ketika wanita di pelabuhan yang dikejar Arnold dan selalu menangis digambarkan selalu berusaha menemukan kalimat "Jangan Takut..." yang beberapa kali disebutkan di Injil, dan sebagainya.

Analisis[sunting | sunting sumber]

Kekuatan film ini terletak pada penyajian penggalan-penggalan kisah setiap karakter yang secara kebetulan disatukan dengan sebuah pemaknaan tentang tanah Papua. Film ini banyak mengekspos nilai-nilai kehidupan di tanah Papua. Beberapa pemeran seperti wanita misterius (Lulu Tobing), Sonya, dan ibu Arnold sering mengekspresikan perasaan sedih mereka lewat tangisan dan air mata. Peran ini merepresentasikan 'tanah papua' (rakyat Papua) yang sering menagis merasa ditindas.