Idza Priyanti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hj. Idza Priyanti, A.Md., S.E.
Bupati Brebes ke-31
Petahana
Mulai menjabat
4 Desember 2012
Presiden Jend. TNI (Purn.) Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono
Gubernur H. Bibit Waluyo
H. Ganjar Pranowo, S.H.
Didahului oleh H. Agung Widiyantoro, S.H., M.Si.
Wakil Bupati Brebes
Masa jabatan
November 2011 – Desember 2012
Presiden Jend. TNI (Purn.) Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono
Gubernur Bibit Waluyo
Didahului oleh H. Agung Widiyantoro, S.H., M.Si.
Digantikan oleh Narjo
Informasi pribadi
Lahir 9 Januari 1971 (umur 43)
Bendera Indonesia Pesurungan Kulon Kota Tegal, Jawa Tengah, Indonesia
Partai politik PDI-P
Suami/istri Kompol. Drs. H. Warsidin
Anak Raihan Raka
Elshanti Nabihah Salma
Elshinta Nafita Salma
Moh. Rafi Danendra
Alma mater SMA PGRI Kota Tegal
D-III STIE Kerjasama Yogyakarta
S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti UPS Tegal
Agama Islam

Hj. Idza Priyanti, A.Md., S.E. (lahir di Pesurungan Kulon Kota Tegal, Jawa Tengah, 09 Januari 1971; umur 43 tahun adalah Bupati Brebes terpilih dengan periode 2012 - 2017. [1]

Sebagai calon Bupati, Idza diusung oleh PDI-P pada pemilihan bupati periode tersebut. Idza menggantikan H. Agung Widiyantoro, S.H., M.Si. pejabat sebelumnya (Mei 2011-3 Desember 2012) yang dilantik berdasarkan penunjukkan oleh Gubernur Jawa Tengah sebagai pelaksana tugas Bupati, karena Bupati Brebes yang sedang menjabat Indra Kusuma dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait skandal pembelian tanah. Pada saat hal ini terjadi Idza terpilih sebagai Wakil Bupati (Wabup) Brebes sisa masa jabatan periode 2007 – 2012, dalam rapat Paripurna DPRD Brebes pada 25 Agustus 2011.[2]

Idza Priyanti dilantik bersama pasangannya, Narjo sebagai Wakil Bupati Brebes pada 4 Desember 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.[1]

Awal kehidupan dan Karir[sunting | sunting sumber]

Idza Priyanti adalah putri pasangan dari pasangan Ayah, H. Ismail dan Ibu, Hj. Rukhayah merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. [3] Kakaknya, Ikmal Jaya, merupakan Walikota Tegal menjabat (periode 2009 - kini 2013) [4]

Ayahnya merupakan warga asli desa Randusanga Kulon Brebes, dan karena pernikahan pindah ke Pesurungan Kulon tempat istrinya berdiam. Menikah dengan Kompol Drs. H. Warsidin dan dikaruniai empat orang anak; Raihan Raka, Elshanti Nabihah Salma, Elshinta Nafita Salma Moh. Rafi Danendra. [5] Sebelum menjadi Bupati, Idza menjadi Wakil Bupati Brebes, dan juga Direktur PO. Dewi Sri milik orang tuanya.[5][3] PO Dewi Sri adalah perusahaan angkutan terbesar di kota tegal yang sebelumnya jabatan Direktur Utama dipegang oleh Kakaknya, Ikhmal Jaya, sebelum menjabat sebagai Walikota Tegal. [4]

Idza terpilih sebagai Wakil Bupati (Wabup) Brebes sisa masa jabatan peroide 2007 – 2012, dalam rapat Paripurna DPRD Brebes pada 25 Agustus 2011 dengan 42 suara, sementara Cawabup lainnya, yakni Drs. Agus Chaerul Anwar hanya memperoleh satu suara. [2]

Pada saat menjabat sebagai bupati Idza memberikan gajinya pada Taripah bin Darsa, wanita warga Brebes yang makan nasi Aking selama lima bulan setelah ditinggal mati suaminya dan rumahnya terbakar. [6] Sebelumnya warga juga mengumpulkan bantuan untuk Taripah dan telah mengusulkan pada pemerintah agar Ibu ini diberi bantuan, namun belum direspon.[6]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SMA PGRI Kota Tegal
  • D-III STIE Kerjasama Yogyakarta
  • Manajemen Ekonomi (S-1) Universitas Pancasakti UPS Tegal pada tahun 2012 [3]

Kampanye & Pemilihan Bupati Brebes[sunting | sunting sumber]

Pada saat kampanye pasangan calon Idza Priyanti-Narjo disebut "Ijo", dan Idza aktif menjabat sebagai Wakil Bupati, melawan Bupati menjabat pasangan Agung Widyantoro-Athoillah yang disingkat "Taat" [7]

Pada saat kampanye pasangan "Ijo" berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dan memacetkan jalan Pantura, sehingga polisi lalu lintas pun kewalahan. [8]

Pasangan "Ijo" meraih 452.120 suara atau 51,85 persen dalam penghitungan manual KPU setempat, seperti yang dinyatakan oleh Ketua KPU Brebes, Masykuri, dalam rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih mengenai hasil rekapitulasi perolehan suara secara manual. [7] Sementara pasangan "Taat" hanya mengantongi 419.912 suara atu 48,15 persen.[7] Dari rekapitulasi manual itu diketahui juga jumlah suara tidak sah sebanyak 21.455 suara atau 2,4 persen.

Pasangan "Ijo" berhasil unggul di 10 Kecamatan dari 17 kecamatan di Brebes. Mereka unggul di Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, Kersana, Losari, Banjarhajo, Songgom, Larangan, dan Ketanggungan. Pasangan "Taat" unggul di tujuh kecamatan lain.[7]

Kontroversi Ijasah[sunting | sunting sumber]

Pada 31 Oktober 2012 pemohon pasangan Calon Bupati Agung Widyantoro-Athoillah mengajukan ke Makamah Konstitusi (MK) permasalahan ijazah milik Hj. Idza Priyanti dan Narjo yang dianggap diragukan keabsahannya. [9]


Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
H. Agung Widiyantoro, S.H., M.Si.
Bupati Brebes
Desember 2012–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
H. Agung Widiyantoro, S.H., M.Si.
Wakil Bupati Brebes
November 2011Desember 2012
Diteruskan oleh:
Narjo