Hubungan Indonesia dengan Belanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hubungan Indonesia – Belanda
Peta memperlihatkan lokasi Indonesia dan Netherlands

Indonesia

Belanda

Hubungan Belanda dengan Indonesia mengacu pada hubungan antara Indonesia dan Belanda. Hubungan yang dimulai selama perdagangan rempah-rempah dan Belanda mulai membuat pos perdagangan di Hindia Belanda sebelum menjajah Indonesia

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 1603, Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC mulai beroperasi di Indonesia di mana ia terlibat dalam pertempuran untuk memperluas domainnya. Meskipun sejarah Indonesia menampilkan rezim kolonial Eropa lainnya, itu adalah Belanda yang dipadatkan terus mereka pada negara. Setelah kebangkrutan Perusahaan pada tahun 1800, negara Belanda menguasai kepulauan ini pada tahun 1826. Setelah ini negara Belanda juga berperang melawan dia pribumi dan kemudian ditegakkan periode kerja paksa dan perbudakan sampai tahun 1870 ketika, pada tahun 1901, mereka mengadopsi "Kebijakan Etis Belanda dan Kebangkitan Nasional," yang termasuk investasi yang agak meningkat dalam pendidikan adat dan reformasi politik yang sederhana. Hanya dalam abad ke-20, bagaimanapun, adalah pemerintahan Belanda ditingkatkan untuk apa yang akan menjadi Indonesia. Setelah penjajahan Jepang selama Perang Dunia II, Belanda mencoba untuk membangun kembali kekuasaan mereka, di tengah perjuangan bersenjata dan diplomatik pahit yang berakhir pada Desember 1949. Tekanan internasional kemudian memaksa Belanda untuk memerdekaan Indonesia yang diakui secara resmi.

Hubungan Politik[sunting | sunting sumber]

Hubungan antara keduanya telah dirusak oleh niat separatis Gerakan Papua Merdeka. Selain itu, Republik Maluku Selatan juga merupakan populasi Kristen yang berusaha memisahkan diri dari mayoritas-Muslim Indonesia. Dalam lapisan ini, mereka telah menyerang target di Belanda pada 1970-an dan 1980-an, berusaha untuk memaksa negara itu untuk menekan Indonesia menjadi memungkinkan untuk memisahkan diri dari bangsa mereka. Hubungan politik kemudian tegangnya seperti pejabat Indonesia menolak untuk mengunjungi Belanda, sementara kelompok itu diizinkan untuk membawa kasus ke pengadilan terhadap mereka Pada tahun 2010., Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, membatalkan kunjungan ke Belanda setelah aktivis kelompok meminta pengadilan Belanda untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan baginya. langkah itu dikecam oleh aktivis pro-Indonesia Maluku di Jakarta. [5]

Namun, kunjungan Menteri Luar Negeri Belanda, Bernard Bot ke Indonesia pada tahun 2005 untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-60 yang ditandai dengan momen bersejarah dalam hubungan antara kedua negara. Setelah berkununjung, hubungan antara Indonesia dan Belanda lebih lanjut ditingkatkan dan diperkuat oleh perluasan kerjasama dalam berbagai bidang

Kemiliteran[sunting | sunting sumber]

Militer Indonesia kadang-kadang masih membeli peralatan dari Belanda.[1]

Hubungan Kebuudayaan[sunting | sunting sumber]

Meskipun hubungan budaya tidak lagi kuat, Kristen di Indonesia adalah hasil bagi para misionaris Belanda.

Lain warisan dari pemerintahan kolonial di Indonesia adalah sistem hukum yang diwariskan dari Belanda. Pada tahun 2009, Menteri Kehakiman Belanda Ernst Hirsch Ballin mengunjungi Indonesia dalam apa yang dianggap sebagai batu loncatan untuk mereformasi sistem hukumnya.

Ada juga penduduk Indonesia yang tinggal di Belanda, dan banyak mendirikan gereja-gereja mereka sendiri dalam apa yang telah mengistilahkan "misi terbalik," yang mengacu kepada para misionaris Belanda pada saat berkoloni.

Tokoh Indonesia-Belanda[sunting | sunting sumber]

Alamat kedutaan[sunting | sunting sumber]

Kedutaan Indonesia di Belanda[sunting | sunting sumber]

Duta Besar Retno Marsudi
Tobias Asserlaan
KC Den Haag 82517 Netherlands.
Telepon: +31-070-3108 100
Faks: +31-070-3643 331
Laman web: http://www.id.indonesia.nl/content/view/151/75/

Kedutaan Belanda di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Jalan HR Rasuna Said Kav. S-3
Kecamatan Kuningan
Jakarta Selatan
Jakarta 12950 Indonesia
Telepon: (+62) 21 524 8200
Faks: (62-21)3435-9922
Laman web: http://indonesia-in.nlembassy.org/

Referensi[sunting | sunting sumber]

External links[sunting | sunting sumber]