Hendrik Lucaasz Cardeel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Hendrik Lucaasz Cardeel adalah ahli bangunan berkebangsaan Belanda yang sempat masuk Islam dan bekerja untuk Sultan Ageng Tirtayasa dalam merenovasi Keraton Surosowan, Banten. Cardell ternyata berjasa dalam mengadu domba Sultan Ageng dan Sultan Haji yang merupakan putera mahkotanya sendiri. Belakangan Sultan Haji memberi gelar Pangeran Wiraguna kepada Cardell karena jasa-jasanya meminta bantuan VOC dalam menghadapi Sultan Ageng.

Masa Hidup[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1675 sebagian dari Keraton Surasowan, tempat bertahta Sultan Ageng Tirtayasa, terbakar. Dua bulan kemudian datanglah Hendrik Lucaasz Cardeel, yang mengaku melarikan diri dari Batavia. Kepada Sultan, selain menyatakan kesiapannya untuk membangun kembali keraton yang terbakar itu. Lalu ia juga menyatakan keinginannya untuk memeluk Islam.

Kedatangan Cardeel disambut hangat oleh Sultan Ageng Tirtayasa yang tengah membutuhkan ahli bangunan berpengalaman. Dia ditugasi untuk membangun kembali Keraton Surasowan, termasuk bendungan dan istana peristirahatan di sebelah hulu Ci Banten, yang kemudian dikenal dengan sebutan bendungan dan Istana Tirtayasa. Pembangunan ini ternyata menyibukkan Sultan Ageng sehingga tidak pernah menyerang kedudukan VOC di Batavia. Padahal sejak tahun 1677 - 1681, VOC sedang sibuk menangani pemberontakan Trunajaya di Jawa Timur.

Pada tahun 1681, terjadi kemelut di Kesultanan Banten. Sultan Haji (Abunasar Abdul Qzhar) mendesak ayahnya agar ia segera dinobatkan menjadi sultan. Akhirnya, terjadilah perang antara ayah dan anak yang cukup menodai sejarah kesultanan Banten. Dalam keadaan terdesak, Sultan Haji mengirim utusan ke Batavia untuk meminta bantuan. Adapun yang diutus ke Batavia tidak lain adalah Hendrik Lucaasz Cardeel. Tentu saja pihak VOC menjadi sangat gembira menerima permintaan tersebut.

VOC lalu mengirim Kapten François Tack untuk memimpin suatu pasukan laut untuk menyerang Banten pada tahun 1682 dan menyelamatkan putera mahkota yang dikepung didalam istananya oleh pasukan Sultan Ageng Tirtayasa.

Atas jasa-jasanya itulah, Sultan Haji meningkatkan gelar Cardell dari Kiai Aria Wiraguna menjadi Pangeran Wiraguna.

Referensi[sunting | sunting sumber]

http://alwishahab.wordpress.com/2008/01/28/jejak-pangeran-wiraguna/