Hasyim Asyari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hasyim Asy'arie)
Langsung ke: navigasi, cari
Kyai Haji Hasyim Asy'arie
Lahir 10 April 1875
Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Meninggal 7 September 1947
Jombang, Jawa Timur
Dikenal karena Pendiri Nahdlatul Ulama
dan Pahlawan Nasional
Gelar Hadratusy Syaikh
Pengganti K.H. A. Wahab Hasbullah
Agama Islam
Pasangan Nyai Nafiqoh
Nyai Masruroh
Anak Hannah, Khoiriyah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid, Abdul Hakim (Abdul Kholiq), Abdul Karim, Ubaidillah, Mashurroh, Muhammad Yusuf
Abdul Qodir, Fatimah, Chotijah, Muhammad Ya’kub

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy'arie (bagian belakangnya juga sering dieja Asy'ari atau Ashari) (lahir 10 April 1875/4 Jumadil Awwal 1292 H) – wafat 25 Juli 1947/6 Ramadhan 1366 H, dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang) adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.

Daftar isi

[sunting] Keluarga

KH Hasyim Asyari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang).

Berikut silsilah lengkapnya[rujukan?]: Ainul Yaqin (Sunan Giri), Abdurrohman (Jaka Tingkir), Abdul Halim (Pangeran Benawa), Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda), Abdul Halim, Abdul Wahid, Abu Sarwan, KH. Asy'ari (Jombang), KH. Hasyim Asy'ari (Jombang)

[sunting] Pendidikan

KH Hasyim Asyari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, beliau berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.

Pada tahun 1892, KH Hasyim Asyari pergi menimba ilmu ke Mekah, dan berguru pada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mahfudh at-Tarmisi, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.

[sunting] Perjuangan

Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasyim Asyari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.

Pada tahun 1926, KH Hasyim Asyari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama.

[sunting] Lihat pula

Didahului oleh:
tidak ada
Rais Aam
PB Nahdlatul Ulama

1926-1947
Digantikan oleh:
K.H. Wahab Chasbullah
Akun
Ruang nama

Varian
Tindakan
Navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan
Bahasa lain