Gunung Sahilan, Kampar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gunung Sahilan
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Riau
Kabupaten Kampar
Pemerintahan
 • Camat -
Luas - km²;
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²;
Desa/kelurahan 5

Gunung Sahilan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia. Ibu kota kecamatan adalah Gunung Sahilan.didesa ini terdapat sebuah kerajaan yang bernama kerajaan darrusalam.

Adat istiadat[sunting | sunting sumber]

ADAT ISTIADAT GUNUNG SAHILAN KAMPAR KIRI RIAU 'ADAT MANDI BALIMAU BAKASAI' Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan biasanya rakyat gunung sahilan mengadakan mandi balimau bakasai yang mana hal ini akan selalu di lakukan setiap tahunnya yang di hadiri oleh ninik mamak cerdik pandai kenegerian gunung sahilan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.Tahun ini pun masyarakat gunung sahilan juga mengadakankegiatan ini,pada tanggal 2 Agustus 2011 tepatnya hari selasa ninik mamak dari masing-masing suku,seperti suku piliang,caniago,domo,patopang,mendahiling, Melayu darat,melayu palokoto dan seluruh warga gunung sahilan sengaja berkumpul di kerajaan gunung sahilan yang letak nya tepat berada di desa gunung sahilan yang berada di koto dalam. Mereka sengaja berkumpul di istana kerajaan untuk berbincang-bincang,bermaaf-maafan dan bersiap untuk berangkat beramai-ramai ke sungai kampar di iringi dengan rebana yang pemain nya tak lain dan tak bukan group rebana saya sendiri dan juga gendang gong yang di mainkan oleh sebagian warga,sesampainya disungai kampar mereka di sambut dengan nyanyian khas gunung sahilan,kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu mandi balimau Yang di pimpin oleh seluruh ninik mamak.

Hari raya ka gun[sunting | sunting sumber]

Gun adalah sebuah tempat di mana rakyat gunung sahilan merayakan hari kemenangan pada setiap tahunya.

Sebelum masyarakat berkumpul di gun,terlebih dahulu mereka berkumpul di rumah sompu. Rumah sompu adalah sebuah bangunan tempat berkumpul nya masing-masing suku untuk bermaaf-maafan kepada masing-masing ninik mamak, sekaligus untuk membicarakan bagaimana nasib suku tersebut selanjut nya ,seperti membicarakan tanah soko, dan perinciian uang soko, sekaligus menjalin tali silaturahmi antara anak cucu ninik mamak dan sanak saudara yang tinggal di luar gunung sahilan. Sebelum ninik mamak dari perwakilan suku melangkah kan kaki ke gun,terlebih dahulu mereka menjemput ninik mamak yang lain secara berurutan ke rumah sompu masing-masing,setelah berkumpul barulah mereka berarak menuju gun dan di sambut denagn tepung tawar dan tanpa ragu-ragu salah satu dari keturunan raja menggunting pita sebagai tanda acara akan di mulai. Setelah itu mereka di persilahkan duduk di tempat khusus yang telah di sediakan oleh panitia, dan di sambut dengan tari persembahan kemudian salah satu dari warga menghidupkan mariam (maiduin lelo) tanda acara inti di mulai di lanjut kan dengan acara hiburan seperti silat dll,dan di tutup dengan tarian maka berakhir lah acara ini dengan berbunyi nya mariam(lelo) lagi.