Gereja Pantekosta Isa Almasih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gereja Pantekosta Isa Almasih
Logo GPIA.jpg
Logo GPIA
Klasifikasi Protestan
Pimpinan Gereja Pdt. Dr. Hanna Trijanti Budhi
Wilayah Penyebaran Indonesia
Perkembangan
Didirikan 28 Juli 1952 di Jakarta

Gereja Pantekosta Isa Almasih atau dikenal sebagai GPIA merupakan suatu organisasi gereja Kristen Protestan di Indonesia. Sinode GPIA berdiri pada tanggal 28 Juli 1952, yang berpusat di Jl. Perniagaan 39 Jakarta Barat - Indonesia.

Sejarah [sunting]

Sejarah Gereja Pantekosta Isa Almasih dimulai dari missionaris Rev. Cornelius E. Groesbeek dan Rev. Richard Cick van Klavern yang menjadi perintis/missionaris bagi gereja-gereja Pantekosta di negara Indonesia pada umumnya.

Pada tanggal 4 Januari 1921 dengan kapal Suwa Maru dari Seattle, Amerika Serikat, kedua missionaris Pantekosta ini berangkat ke negara Indonesia.

Bulan Maret 1921 mereka tiba di Batavia (Jakarta), kemudian menuju pulau Bali. Satu setengah tahun lamanya mereka melayani dengan mujizat-mujizat Allah.

Pada akhir tahun 1922 kedua missionaris tersebut berangkat menuju kota Surabaya. Setelah beberapa minggu di sana, kemudian Rev. Richard Dick van Klavern menuju Batavia (Jakarta) dan Rev. Cornelius Groesbeek ke Cepu.

Rev. Richard Dick van Klavern membuka kebaktian (pos pekabaran injil) di Jl. Pecenongan No. 54, Jakarta. Pelayanan tersebut berkembang dengan membuka cabang di beberapa tempat antara lain pada tahun 1927 dibuka cabang Gereja di Jl. Patekoan (sekarang Jl. Perniagaan) No. 39, Jakarta.

Untuk pelayanan jemaat di Patekoan, Rev. Richard Dick van Klavern dibantu oleh Br. Klerks dan Zr. Bowerr. Di antara warga jemaat saat itu yang paling menonjol kesungguhan iman dan pengabdiannya ialah Bapak Lim Hong Seng. Kemudian mulai tahun 1935 pelayanan jemaat dilanjutkan oleh Bapak Pdt. Lim Hong Seng.

Tahun 1969 rangkaian estafet pelayanan penggembalaan dilanjutkan oleh Bapak Pdt. Samuel Budhi. Setelah Bapak Pdt. Dr. Samuel Budhi wafat pada tanggal 21 Oktober 2001 estafet pelayanan penggembalaan dilanjutkan oleh Ibu Pdt. Dr. Hanna Trijanti Budhi hingga kini.

Pranala luar [sunting]