Gereja Kristen Rejang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gereja Kristen Rejang
SalibKristus.png
Salib Suci
Klasifikasi Protestan
Orientasi Teologi Evanglikel Lutheran
Struktur Organisasi Gereja mandiri non-denominasi
Kantor Pusat Jl. Raya Lais-Arga Makmur No.245, Kelurahan Gunung Alam, Bengkulu Utara
Pimpinan Gereja Wok Pdt.Marchelano Darmawan, STh, MSi
Wilayah Penyebaran Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Rejang Lebong dan Kepahiang
Nama Lain/Singkatan Gereja Protestan Indonesia (GPI) - Rejang
Perkembangan
Didirikan 1999-an di Bengkulu
Memisahkan diri dari Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan
Keluar memisahkan diri Gereja Rejang Yang Kudus (GRYK)(bubar)
Statistik
Anggota 800-an Jiwa
Pelayan/hamba Tuhan 59 orang
Misionaris 10 (Juru Misionaris GKR)
Gereja tidak diketahui
Kemanusiaan
Panti asuhan POT Galilea
Sistem pendidikan
Sekolah dasar SD Budi Bengkulu Utara
Sekolah menengah SMP Budi Bengkulu Utara
Pendidikan tinggi Balai Pelatihan Pendeta GKR (Ipuh)

Gereja Kristen Rejang (disingkat GKR) adalah salah satu gereja bermazhab Kristen Protestan di Indonesia yang menganut aliran reformasi Lutheran, namun turut serta dalam beberapa persekutuan gereja-gereja yang beraliran Calvin. Awal mula GKR berdiri ialah Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) hasil pemandirian dalam tubuh GPI mendirikan gereja pertama di Taba Renah yang akhirnya pindah ke wilayah Bengkulu Utara. Masa demi masa terlewati, pada 1971 GPIB wialayh Bengkulu bergabung kedalam Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan atas alasan geografis.

GKR didirikan di Argamakmur pada tahun 2009 setelah dipisahkan dari gereja induknya yaitu Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan (GKSBS). Pada tanggal 30 Desember 2009, GKR dinyatakan sebagai suatu gereja mandiri dalam sebuah perjamuan kudus Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan dengan sekitar 800-an lebih umat yang tersebar di 20 gereja lokal di 3 klasis. Tanggal 30 Desember ini setiap tahunnya diperingati sebagai hari berdirinya GKR ("Pesta Independensi Injil Mandiri di Tanah Rejang").

Pusat Gereja Kristen Rejang ialah GKR Arga Makmur Jemaat Yehezkiel yang terletak di kelurahan Telaga Makmur/Gunung Alam, kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara. Gereja pusat Yehezkiel berdiri diatas tanah seluas 34 hekta are dan menjadi jantung kegiatan-kegiatan GKR.

Suku Rejang dan agamanya[sunting | sunting sumber]

Pada masa sekarang, suku Rejang mayoritas memeluk agama Islam aliran Sunni. Suku Rejang sangat jarang beragama selain Islam. Hal itu dikarenakan kuatnya pengaruh Islam yang datang sejak abad ke-13. Jumlah penduduk dari kalangan suku Rejang yang beragama lainnya sangatlah sedikit dan boleh dikatakan hampir tidak ada.

Bagan sejarah GKR[sunting | sunting sumber]

Tahun Peristiwa
1790 Misi Penyebaran
1920 Pendirian Gereja Pertama
1920 Penyerangan
1922-1926 Vakum Selama Beberapa Tahun
1971 Bergabung Dalam Tubuh Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan (GKSBS)
1999 Kebangkitan Iman Yang Besar
Gereja Semi-Mandiri Dalam Tubuh GKSBS
2009 Gereja Kristen Rejang (GKR) mandiri
sekarang Pelayanan GKR Masa Kini

Sejarah[sunting | sunting sumber]

GKR ialah salah satu gereja yang bercorakkan aliran Lutheran. GKR mengakui segel Lutheran sebagai segel tertinggi di tubuh GKR.

Kekristenan mulai diperkenalkan di tanah Rejang dan Bengkulu pesisir oleh misionaris-misionaris Protestan dari Jerman, yaitu Christiano Baptist dan Alexander Johndoe. Mereka diutus oleh Misi Zending/badan penginjilan asal Jerman sekitar tahun 1769 ke Sumatera. Pada tanggal 5 Maret 1790 mereka tiba di Bengkulu untuk memberitakan Injil. Selain itu, kekristenan di tanah Rejang juga diperkenalkan oleh Misi Zending Belanda yang menyebarkannya di wilayah Pondok Kelapa namun tidak berhasil karena masyarakat di Pondok Kelapa melakukan penolakan dan tidak simpatik.

Kantor yang sekaligus gereja pertama didirikan di Porto (Taba Renah), Curup. Gereja pertama tersebut ialah Indische Kerk (Gereja Protestan Di Indonesia). Saat ini telah menjadi areal pembuatan batu bata, yang mana pada waktu itu melayani hampir 400 jemaat gereja asal suku Rejang. Tahun 1920, sekelompok orang tak dikenal menyerbu Indische Kerk Porto (Taba Renah) dengan batu, panah, kayu dan diikuti aksi penjarahan serta aksi pembakaran sehingga Indische Kerk Porto hancur dan bangunannya sama sekali hilang. Indische Kerk Porto pindah ke sebuah bekas lahan kelapa sawit di sebuah desa di jalan raya lintas Lais-Arga Makmur dan bergabung ke dalam sinode GKSBS pada tahun 1971.

GKSBS memutuskan untuk memandirikan GKR pada 2009 karena alasan historikal GKR berbeda dengan GKSBS dan para anggota GKR menolak pemakaian bahasa Jawa dalam kebaktian gereja. Sebelum pemandirian GKR, GKSBS lebih dahulu menjadikan GKR sebagai gereja otonom khusus wilayah Bengkulu (gereja semi-mandiri)

Pada tahun 2012 GKR mempunyai 15 orang pendeta, 5 di antaranya adalah pendeta perempuan, 10 juru misionaris, 15 anggota badan pekabaran injil, 4 Penerjemah Alkitab Modern ke dalam bahasa Rejang dan 15 tenaga gereja sementara/tidak tetap, yang siap mengadakaan pelayanan iman di 20 gereja lokal, yang dibagi ke dalam 3 wilayah (taneak/wilayeak), dengan sekitar 800 anggota dan 6 calon anggota.

Gereja lokal[sunting | sunting sumber]

Berkas:HUT GKR Ke 2 Tahun 2011.jpg
HUT GKR Ke 2 berlangsung meriah di halaman utama gedung GKR pusat Yehezkiel

GKR saat ini memiliki 20 Gereja Lokal yang terbagi atas 3 klasis. Berikut daftar lengkap 20 gereja lokal yang berada dibawah naungan GKR :[1]

  1. GKR Pondok Kelapa Jemaat Rahel (1 lilin kudus) (gereja utama)
  2. GKR Tebing Penyamun Jemaat Manasye
  3. GKR Batu Bandung Jemaat Isakhar
  4. GKR Taba Penanjung Jemaat Makhpela (1 lilin kudus) (gereja induk II)
  5. GKR Ipuh Jemaat Ammon (gereja utama)
  6. GKR Sengkuang Jemaat Tiberias (1 lilin kudus)
  7. GKR Babakan Baru Jemaat Manasseh
  8. GKR Ipuh II Jemaat Salomo
  9. GKR Ketahun Jemaat Yeremia (1 tabut tabernakel)
  10. GKR Semelako Jemaat Daud
  11. GKR Air Meles Atas Jemaat Estemo ( 1 lilin kudus)
  12. GKR Lebong Tandai Jemaat Mahanaim
  13. GKR Putri Hijau Jemaat Immanuel (gereja utama)
  14. GKR Bandar Agung Jemaat Sikhem
  15. GKR Muara Kemumu Jemaat Elohim (1 tabut tabernakel)
  16. GKR Cawang Lama Jemaat Anim
  17. GKR Kampung Melayu Jemaat Yanum (gereja utama)
  18. GKR Sukarami Jemaat Zior
  19. GKR Turan Baru Jemaat Zebulon
  20. GKR Pusat Yehezkiel Arga Makmur (gereja induk/sentral)

Gereja-gereja lokal GKR yang baru, masih dalam rangka/tahap pembangunan meliputi 5 gereja yaitu:

  1. GKR Bumi Sari Jemaat Erezt
  2. GKR Durian Depun Jemaat Saul
  3. GKR Kerkap Jemaat Zebaot
  4. GKR Padang Bano Jemaat Eden
  5. GKR Air Dingin Jemaat Getsemani
Berkas:GKR Sengkuang.jpg
GKR Sengkuang ialah sentral GKR di Kepahiang

Badan sosial di bawah GKR[sunting | sunting sumber]

GKR selain mengelola gereja lokal khusus suku Rejang di 7 kabupaten-kota di provinsi Bengkulu, juga turut aktif untuk mengelola beberapa lembaga/badan sosial dibidang kemanusiaan. Lembaga/badan sosial milik GKR itu antara lain:

adalah TK yang terbuka bagi umum, gratis dan tidak dipungut biaya. TK ini dilayani oleh 4 tenaga pengajar dan memiliki 4 buah lokal serta sebuah taman bermain. Letak: Jl. Sudirman No.1 Desa Kurai, Bengkulu Utara.
adalah TK bagi anak-anak kurang mampu yang gratis dan tidak dipungut biaya. Makan dan biaya pelayanan berada dibawah tanggungan GKR pusat. TK ini terletak di Jl. Pasar Desa Aur Gading, Bengkulu Utara.
  • Sekolah Dasar Budi Bengkulu Utara GKR di Lais (Akreditasi sekolah A)
  • Sekolah Menengah Pertama Budi Bengkulu Utara GKR di Arga Makmur (Akreditasi sekolah A)
  • Sekolah khusus penyandang cacat Kasih Tuhan Kudus GKR di Lais
sekolah khusus penyandang cacat milik GKR ini sudah berdiri sejak tahun 1995 dan baru dikelola oleh yayasan penata muda Gereja Kristen Rejang pada 2011 lalu. Sekolah ini tergolong dalam SLB (Sekolah Luar Biasa) yang memiliki SD dan SMP khusus penyandang cacat.
  • Rumah Yatim-Piatu Irene GKR di Lais
ialah sebuah panti asuhan terpadu dibawah kendali GKR yang terletak diwilayah petuanan gereja Lais. Tahun 2010, rumah yatim piatu Irene Lais memiliki hampir 200-an anak yatim dan piatu yang datang dari seluruh Bengkulu, Enggano dan Mentawai.
  • POT Galilea GKR di Ipuh
ialah Perumahan Orang Tua atau jompo yang terletak di Ipuh. Sebagai pelayanan GKR untuk mengayomi penduduk di segala usia mulai dari batita sampai dengan jompo
  • Balai Pelatihan Calon Pendeta GKR di Lais
ialah sekolah teologi miliki GKR yang didanai oleh perusahaan asing yang berkedudukan di Sumatera Selatan. Tahun 2011,ada 5 orang pendeta yang menamatkan pendidikan teologinya di Balai ini.
  • Balai Kesenian GKR di Ipuh

GKR sebagai wadah injili bagi suku Rejang senantiasa melakukan pembinaan mental dibidang budaya dan kesenian suku bangsa Rejang. Dengan adanya balai kesenian, GKR dapat lebih leluasa memperkenalkan seni, tari-tari dan lagu daerah khas Rejang. Tiap bulan desember demi memperingati Hari kudus Kristen dan menjelang natal serta hari-hari menjelang Paskah, GKR membuat festival kesenian sekaligus lomba dibidang seni tulis Aksara Kaganga, membatik khas suku Rejang, menyanyi lagu daerah Rejang, menari tarian adat Rejang dan mebuat makanan khas suku Rejang. Perlombaan itu diberlangsungkan tiap 6 bulan sekali dan dikenal sebagai GMB atau Gereja Mencari Bakat.

Klasis (Tane'ak) GKR[sunting | sunting sumber]

GKR saat ini memiliki 3 wilayah gembala atau klasis (dikenal dalam bahasa Rejang sebagai taneak atau wilayeak). Ketiga klasis (taneak/wilayeak) tersebut masing-masing dilayani oleh dua pendeta dan 5 anggota badan pekabaran injil. Semua klasis tersebut meliputi luas wilayah 7 kabupaten-kota di provinsi Bengkulu. Berikut 3 klasis GKR:

Berkas:GKR Jemaat Bandar Agung.jpg
GKR Jemaat Bandar Agung, salah satu GKR yang tertua di Bengkulu. Letaknya di pedalaman perkebunan di desa Bandar Agung, Lebong.
  • GKR klasis Curup (Taneak Cu'up)
Klasis ini adalah daerah gembala yang paling luas dari Gereja Kristen Rejang yakni mencakup Rejang Lebong (tidak termasuk daerah Lembak), Lebong Bagian Selatan dan sekitar Arga Makmur. Jumlah jemaat mencapai 350 jiwa. Pusatnya sementara berada di kantor pusat GKR di Arga Makmur dan akan dipindahkan pada tahun 2014, paling lambat tahun 2017, ke Porto (Taba Renah). Diharapkan dengan kembalinya GKR ke tanah Porto, maka proyek suci Yerikho 2012 dapat terlaksana yakni menaungi dan memberitakah injil kepada suku Rejang.
Berkas:GKR Muara Kemumu.jpg
GKR Muara Kemumu adalah gereja dibawah naungan GKR yang letaknya di klasis/taneak Bengkulu Tengah-Kepahiang
  • GKR klasis Benteng-Kepahiang (Tanek Teng'eak-Kpayang)
Klasis ini mencakup seluruh wilayah Bengkulu Tengah dan wilayah Kepahiang. Untuk saat ini, pusatnya belum dipublikasikan namun sudah berdiri kantor GKR klasis Bengkulu Tengah di Taba Penanjung. Jumlah umat sekitar 300 jiwa. Klasis ini mempunyai 6 gereja yaitu di Taba Penanjung, Tebing Penyamun, Muara Kemumu, Batu Bandung, Sengkuang dan Pondok Kelapa.
Berkas:GKR Putri Hijau Jemaat Imannuel.jpg
GKR Putri Hijau Jemaat Imannuel adalah gereja yang dinaungi oleh GKR yang letaknya di kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara
  • GKR klasis Renah Seklawi (Taneak Kutai Belek Tebo)
Klasis Bengkulu Utara secara khusus melayani umat-umat Tuhan dari suku Rejang di pesisir Bengkulu Utara, sebagian wilayah Muko-Muko yang berpenduduk Rejang dan Lebong Bagian Utara. Jumlah umat 150 jiwa. Berpusat di wilayah Ipuh. Di klasis ini terdapat 6 gereja yaitu 2 gereja di Ipuh, 1 gereja masing-masing di desa Babakan Baru, kelurahan Semelako, desa Bandar Agung dan di desa Lebong Tandai.

Lini masa GKR[sunting | sunting sumber]

Tahun 2009[sunting | sunting sumber]

Tanggal Peristiwa
10 Agustus 2009 GKSBS mengadakan jamuan kudus sekaligus pembahasan memandirikan GKR
12 Agustus 2009 GKSBS mentahbiskan kepengurusan pertama GKR
24 Desember 2009 Kebaktian malam Natal bersama di seluruh gereja lokal GKSBS di wilayah Bengkulu
25 Desember 2009 Pesta Natal menuju GKR yang maju dan mandiri
26 Desember 2009 Sidang agung pertama calon GKR mandiri di GKSBS wilayah Sengkuang
30 Desember 2009 GKR mandiri resmi ditahbiskan sebagai suatu gereja yang mandiri, terlepas dari badan sinode GKSBS

Tahun 2010[sunting | sunting sumber]

Tanggal Peristiwa
1 Januari 2010 GKR mandiri mengadakan pemilihan pucuk pimpinan yang mengesahkan Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi sebagai wok GKR pertama
2 Januari 2010 GKR membentuk klasis-klasis, yakni klasis utara dan klasis selatan
4 Januari 2010 GKR memecah klasis utara menjadi klasis Renah Seklawi dan klasis Curup
6 Januari 2010 Pentahbisan gereja wilayah Tebing Penyamun
7 Januari 2010 Renungan suci pertama GKR pusat
15 Maret 2010 GKR memilih Pdt. John Yunus, MSi sebagai ketua pelayanan kategorial
17 April 2010 GKR mengesahkan dokumen kegerejawian
22 April 2010 Liturgi gereja disahkan di GKR Pondok Kelapa, di mana GKR tidak terikat Liturgi Lima dari Dewan Gereja-gereja se-Dunia
13 Oktober 2010 GKR mendirikan yayasan sekolah Budi Bengkulu Utara yang meliputi jenjang pendidikan SD dan SMP
14 Oktober 2010 GKR meresmikan Taman Kanak-kanak St. Peters dan St. Yacob.
Kedua TK ini ialah sekolah gratis bagi orang tidak mampu
4 November 2010 Sebagian Alkitab modern berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Rejang.
13 November 2010 Pengakuan iman gerejawi disahkan dan dikabarkan kepada seluruh umat di seluruh klasis
15 November 2010 Kongres GKR untuk mendirikan gereja di Batu Bandung
20 November 2010 Kongres GKR untuk mendirikan gereja di Babakan Baru
21 November 2010 Kongres GKR untuk mendirikan gereja di Ketahun
29 November 2010 Jamuan kudus GKR 2010
30 November 2010 Persekutuan sekolah minggu GKR disatukan di bawah bapak Morits Irawan
7 Desember 2010 Dharma Wanita GKR disatukan sebagai pelayanan kategorial
20 Desember 2010 GKR membaptis 20 anggota baru yang datang dari Lebong Tandai.
Pembaptisan dilakukan usai pembacaan 4 pengakuan iman oleh 20 anggota baru.
21 Desember 2010 Sidang rutin 3 bulan sekali para pimpinan GKR pusat di Mahlem yang pertama.
Membahas pendanaan wilayah Sengkuang
22 Desember 2010 Bertempat di balai kesenian GKR di Ipuh, GKR mengadakan GMB yang pertama.
23 Desember 2010 Sidang agung apolistik GKR pusat di GKR Pondok Kelapa membahas perayaan Natal 25 Desember 2010.
24 Desember 2010 Kebaktian menjelang Natal dari jam 2 sore sampai jam 9 malam.
Dipimpin oleh Pdt. Dr. Adriano Ilyasa
25 Desember 2010 Pesta perayaan Natal GKR mandiri yang pertama, berpusat di GKR Yehezkiel.
Acara berlangsung dengan khidmat, puncak acara adalah sakramen tahunan pertama oleh Pdt. Dr. Adriano Ilyasa.
Pohon Natal raksasa 10 meter dibuat dari pohon cemara dan diletakkan di depan Mahlem.
27 Desember 2010 Pertemuan di GKR Pondok Kelapa membahas persiapan hari ulang tahun/HUT GKR ke-1 pada 30 Desember
28 Desember 2010 Pembentukan kaum paruh baya aktif GKR yang beranggotakan 27 Rejang-Kristen tua.
29 Desember 2010 GKR meresmikan logo gereja dan logo persekutuan sekolah minggu GKR
30 Desember 2010 Perayaan besar HUT GKR ke-1.
Dimeriahkan dengan festival tari, nyanyi dan pembacaan sambei adat Rejang.
Pada malam harinya diadakan pesta kembang api dan renungan suci bersama.

Tahun 2011[sunting | sunting sumber]

Tanggal Peristiwa
1 Januari 2011 Perayaan tahun baru pertama GKR mandiri yang dipusatkan di GKR Yehezkiel.
5 Januari 2011 Renungan suci GKR yang ke-2. Diikuti 200-an anggota GKR.
7 Januari 2011 GKR meluncurkan portal harian "Kabar Keme Tun Jang".
8 Januari 2011 Perjamuan dan pertemuan anggota persekutuan sekolah minggu di Balai kesenian GKR Ipuh.
9 Januari 2011 Persekutuan misi adat GKR diresmikan Pdt. Dr. Adriano Ilyasa di GKR Pondok Kelapa.
Ketua umum persekutuan misi adat GKR pertama untuk masa bakti 2011-2017 adalah bapak Ivan Akbar Suranto, S.Pd.
15 Januari 2011 Kunjungan angota badan pekabaran injil GKR ke POT Galilea menyerahkan bantuan
berupa 10 sak semen, 5 dus mie instan, 10 kaleng beras dan 40 kg gula pasir.
10 Februari 2011 Renungan suci GKR bulan Februari di GKR Pondok Kelapa.
15 Februari 2011 GKR meluncurkan logo kaum paruh baya aktif.
8 Maret 2011 Perjamuan dan pertemuan anggota persekutuan sekolah minggu di GKR Tebing Penyamun,
materi disampaikan oleh Pdt. Yahya Alberto, STM.
15 Maret 2011 Pdt. Alex Munandar terpilih menjadi ketua pelayanan kategorial.
21 Maret 2011 Sidang rutin 3 bulan sekali para pimpinan GKR pusat di Mahlem yang ke-2.
Membahas tentang kebangkitan muda-mudi GKR.
22 Maret 2011 Persekutuan pemuda GKR didirikan sebagai wujud konkret kebangkitan iman dan
pelayanan muda-mudi. Ketua pertama yang terpilih ialah Anita Dwi Felix dari GKR Sukarami.
8 Mei 2011 Pertemuan anggota persekutuan sekolah minggu di GKR Yehezkiel,
membahas tentang pengadaan buku pelajaran sekolah minggu.
16 Mei 2011 Pentahbisan GKR jemaat wilayah Batu Bandung
20 Juni 2011 GMB yang kedua dilaksanakan di GKR Air Meles Atas.
Puisi rohani, lagu rohani dan berkhotbah adalah lomba yang dipertandingkan.
GKR Taba Penanjung dari klasis Bengkulu Tengah-Kepahiang keluar sebagai juara umum.
21 Juni 2011 Sidang rutin 3 bulan sekali para pimpinan GKR pusat di Mahlem yang ke-3.
Membahas tata liturgis gereja yang terbaru dan penerjemahan kitab Yudit dan Ester ke dalam Bahasa Rejang.
8 Agustus 2011 Pertemuan persekutuan sekolah minggu yang hasil akhirnya adalah
akan segera mengadakan lomba essay tentang gereja, iman, trinitas dan cinta tanah air
21 September 2011 Sidang rutin 3 bulan sekali para pimpinan GKR pusat di Mahlem yang ke-4.
Membahas keadaan kas gereja tahun 2011
13 Oktober 2011 HUT 1 tahun SD dan SMP Budi Bengkulu Utara
14 Oktober 2011 HUT 1 tahun TK St. Peters dan St. Yacob.
8 November 2011 Perjamuan persekutuan sekolah minggu dan berlangsungnya
perlombaan essay tentang gereja, iman, trinitas dan cinta tanah air.
19 November 2011 Renungan suci GKR bulan November. Dihadiri lebih kurang 112 anggota.
24 November 2011 GKR kedatangan duta dan bantuan dari Basel Mission, Swiss.
29 November 2011 Penata muda GKR diresmikan oleh ketua taneak/klasis Renah Seklawi Markus Pb. Christ
1 Desember 2011 GKR Tebing Penyamun terpilih menjadi kantor pusat kaum paruh baya aktif GKR.
21 Desember 2011 Sidang rutin 3 bulan sekali para pimpinan GKR pusat di Mahlem yang ke-5.
Sidang ini membahas tentang pemberian Tabut Tabernakel untuk persekutuan pemuda GKR.
22 Desember 2011 Sidang dadakan persekutuan pemuda GKR yang menandakan
persekutuan pemuda GKR siap aktif dalam kegiatan gerejawi.
23 Desember 2011 GKR pusat meletakkan pohon Natal tahun 2011 yang
terbuat dari botol bekas setinggi 10 meter di depan Mahlem.
24 Desember 2011 Malam kebaktian Natal 2011 beserta renungan suci GKR di bulan Desember
25 Desember 2011 Puncak perayaan Natal 2011 dengan festival tari dan kirab budaya suku Rejang.
Pada malam hari diadakan pengarakan Tabut Tabernakel di seluruh GKR Yehezkiel dan penyalaan kembang api.
26 Desember 2011 Kitab 1 dan 2 Makabe, Kitab Kebijaksanaan Salomo
dan Kitab Kisah Para Rasul berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Rejang.
27 Desember 2011 GMB yang ke-3 diadakan.
30 Desember 2011 Pesta ulang tahun gereja yang ke-2 sekaligus malam sakramen 2 tahun GKR mandiri.

Tahun 2012[sunting | sunting sumber]

Tanggal Peristiwa
1 Januari 2012 Perayaan tahun baru dengan renungan suci bulan Januari, dipimpin Pdt. Samuel Prasetyo, STM
8 Februari 2012 Pertemuan persekutuan sekolah minggu di balai pelatihan pendeta GKR.
Acara ini bertujuan untuk mengenalkan cara berkhotbah yang baik.
21 Maret 2012 Sidang 3 bulan sekali pimpinan GKR pusat di GKR Yehezkiel yang ke enam. Membahas rancangan AD dan ART gereja yang terbaru
22 Maret 2012 Persekutuan pemuda melakukan bersih-bersih gereja massal serentak di 4 gereja yakni
GKR Turan Baru, GKR Lebong Tandai, GKR Ketahun dan GKR Air Meles Atas.
26 Maret 2012 Persekutuan pemuda meresmikan sekolah muda-mudi di GKR Yehezkiel.
Pentahbisan oleh Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi.
29 Maret 2012 Dharma wanita GKR dan persekutuan pemuda mengadakan diskusi panel di GKR Yehezkiel
4 April 2012 Bedah buku kekristenan dan buku-buku rohani oleh juru misionaris.
10 April 2012 Renungan bulan April, dipimpin oleh Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi
12 April 2012 Sakramen 2012 diberikan kepada anggota kaum paruh baya aktif dipimpin oleh Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi
20 April 2012 Pembaptisan Theresia Okta Cendani sebagai anggota baru GKR.
21 April 2012 Sidang 3 bulan sekali pimpinan GKR di GKR Yehezkiel yang ke tujuh.
Membahas penyatuan GKR Muara Kemumu dan GKR Batu Bandung, di mana hasil sidang ialah GKR tidak jadi menyatukan
karena alasan historis kedua gereja tersebut adalah berbeda sekali.
8 Mei 2012 Sidang persekutuan sekolah minggu GKR,
membahas rancangan kegiatan sekolah minggu yang edukatif, aplikatif dan efektif.
9 Mei 2012 Persekutuan pemuda dan badan pekabaran injil GKR mengadakan presentasi umum
mengenai statistik dan dana gereja tahun 2012-2013
13 Mei 2012 Dharma wanita GKR mengadakan penyuluhan kesehatan,
yakni penyuluhan anti-narkoba dan anti-rokok kepada ibu-ibu di wilayah Bengkulu Utara
25 Mei 2012 2 anggota badan pekabaran injil GKR pusat mengadakan kunjungan ziarah ke gereja-gereja protestan tua di pulau Enggano
1 Juni 2012 Pertemuan tingkat pendeta membahas proyek pembangunan gereja
di desa Kerkap, Bengkulu Utara, Pinang Belapis, Lebong, Padang Bano, Air Dingin, Durian Depun/Merigi, Kepahiang dan Bumi Sari.
2 Juni 2012 GKR kedatangan pengurus PGI Wilayah (PGIW) Bengkulu.
29 Juni 2012 GKR kembali mengadakan GMB atau Gereja Mencari Bakat di bidang khotbah,
cipta puisi rohani, menyanyi rohani, vocal grup rohani, kontes biola rohani dan cipta khotbah.
8 Agustus 2012 Persekutuan sekolah minggu bersama juru misionaris menghitung dana
untuk pengadaan buku pelajaran dan perbaikan gedung sekolah minggu di GKR Ketahun, GKR Cawang Lama dan GKR Putri Hijau.
21 September 2012 Bala Jemaat Allah GKR mengadakan pergantian kepengurusan inti sekaligus sidang rutin 3 bulan sekali yang ke-8.
Pdt. Mazmur Muhida, STM dijadikan pimpinan GKR tentatif untuk masa jabatan 2014-2022 menggantikan Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi.
1 Oktober 2012 GKR pusat mengadakan perkemahan persekutuan pemuda dan persekutuan sekolah minggu di GKR Ipuh II.
Dimaksudkan sebagai sarana pengikat generasi muda GKR.
5 Oktober 2012 Sakramen 2012 kepada umat Tuhan/anak domba di wilayah GKR Babakan Baru.
10 Oktober 2012 Kebaktian persekutuan pemuda dan dharma wanita GKR di wilayah bhakti GKR Sengkuang
11 Oktober 2012 Festival dan kirab budaya Rejang yang ditampilkan para pengurus dan murid balai kesenian Ipuh.
Festival ini dipusatkan di Kurai, Bengkulu Utara.
12 Oktober 2012 Pdt. Marchelano Darmawan membaptis 1 orang anggota baru GKR, Domingus Alexis Ahsan
di GKR Putri Hijau dihadapan 60 anggota GKR.
13 Oktober 2012 HUT 2 tahun SD dan SMP Budi Bengkulu Utara GKR.
14 Oktober 2012 HUT 2 tahun TK St. Peters dan St. Yacob GKR.
15 Oktober 2012 Bala Jemaat Allah GKR bersidang, menggabungkan persekutuan sekolah minggu dan
persekutuan pemuda GKR menjadi satu badan sosial yaitu persekutuan Anok Titik GKR (belum resmi dan belum diratifikasi oleh pimpinan GKR pusat)
20 Oktober 2012 Pertemuan tingkat juru misionaris membahas pembukuan Alkitab modern berbahasa Rejang.
24 Oktober 2012 Dharma wanita klasis diperkenalkan oleh ibu Elka Sumartini Suryani,
ibu Suryana Amilwati dan ibu Adela Tina di GKR Pondok Kelapa
26 Oktober 2012 GKR menyumbangkan 3 ekor kambing kepada masjid desa Lebong Tandai sebagai wujud kegembiraan GKR atas diberlangsungkannya hari raya Islam, Idul Adha.
1 November 2012 GKR mengadakan diskusi resmi seluruh anggota gereja di GKR pusat Yehezkiel
14 November 2012 Pembaptisan anggota baru, Nora Iryani, Intan Wedi, Anes Putri & Che Putri di GKR Semelako
16 November 2012 Renungan suci di GKR Semelako
18 November 2012 Panitia Natal GKR 2012 resmi dibentuk dengan ketua Ibu Pari Jayanegara
19 November 2012 Temu Karya Gereja Kristen Rejang diadakan di Arga Makmur
29 November 2012 GKR melakukan bedah buku *Kristus Si Pembawa Terang*
20 Desember 2012 GKR mengadakan kebaktian suci menjelang Natal 2012
21 Desember 2012 GKR mengadakan bersih-bersih gereja menghadapi natal 2012
22 Desember 2012 Renungan suci digelar serentak di seluruh gereja GKR di provinsi Bengkulu
23 Desember 2012 Pembaptisan 4 anggota baru atas nama Maryati Hilda, Rosi, Nengah dan Marda Sastri
24 Desember 2012 Renungan suci sekaligus kebaktian selama 24 jam di 3 gereja
25 Desember 2012 Puncak Perayaan natal GKR
Berkas:GerejaRintisanPinangBelapis.jpg
Gereja Rintisan GKR di Pinang Belapis ialah gereja yang baru diselesaikan pembangunannya pada bulan Januari 2012. Gereja Pinang Belapis akan didewasakan dari Pos PI GKR Semelako 2013 nanti

Pimpinan GKR[sunting | sunting sumber]

Kepimpinan GKR dijalankan oleh Bala Jemaat Allah GKR Pusat (BJAGKP) yang dipimpin oleh seorang ketua/penatua yakni para pendeta didikan balai pelatihan pendeta Lais yang disebut sebagai "Wok" (wok dalam bahasa Rejang diartikan sebagai "orang tua yang berpengalaman dan dihormati"). Para ketua BJAGKP sejak berdirinya calon gereja mandiri GKR dalam tubuh Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan mulai tahun 1999 sampai berdirinya GKR mandiri pada tahun 2009 yaitu:

  1. Pdt. Roni Agus Suhendro , MTh (2002–2005) dari Tapus, Lebong
  2. Pdt. Dr. Kristian Maulana, STh (2005–2007) dari Lais, Bengkulu Utara
  3. Pdt. Dr. Adriano Ilyasa (2007 – 2009 dari Cawang Lama, Rejang Lebong
  4. Pdt. Dr. Cornelis Harris Munandar, STM (2009–2010) dari Rimbo Pengadang, Lebong
  5. Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi (2010–2014) dari Ujung Karang, Bengkulu Tengah
  6. (Tentatif) Pdt. Mazmur Muhida, STM (2014-2022) dari Muara Kemumu, Kepahiang

Para wok dan anggota BJAGKP GKR berkedudukan di GKR Pusat Yehezkiel Arga Makmur disebuah ruangan yang disebut "Mahlem". "Mahlem" adalah ruangan paling sentral dalam gereja Yehezkiel melebihi ruang kebaktian. "Mahlem " adalah ruangan khusus dimana para wok/pendeta berserta jajaran juru misionaris GKR, badan pekabaran injil GKR dan anggota kepengurusan GKR pusat (BJAGKP) setiap 3 bulan sekali mengadakan rapat. Hasil rapat biasanya diumumkan kepada masyarakat GKR diseluruh klasis melalui stasiun radio Aurora. Kadang kala, rapat GKR dihadiri para tetua adat suku Rejang diwilayah Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.

BJAGKP sesungguhnya telah ada dan jauh lebih tua dibanding wadah GKR itu sendiri. Tercatat, sudah sejak 1950 para tetua adat Rejang-Kristen (13 orang) telah rutin mengadakan perkumpulan resmi yang akhirnya dikenal sebagai Bala Jemaat Allah GKSBS wilayah Bengkulu yang akhirnya menjadi BJAGKP atau Bala Jemaat Allah GKR Pusat.

Sedangkan kepemimpinan GKR di klasis-klasis di seluruh wilayah Bengkulu dipimpin oleh dua orang juru misionaris dan lima anggota badan pekabaran injil GKR.

Berikut daftar kepemimpinan GKR ditiap klasis:

Klasis Curup[sunting | sunting sumber]

dipimpin oleh:

  1. Pdt. John Yunus, MSi(1999-2005)
  2. Pdt. Samuel Prasetyo, STM (2005-2012)
  3. Pdt. Rina Margareta, STh (2012-2015)
  4. (Tentatif) Tel Aviv, SE (2015-2022)

diputuskan berdasarkan rapat tertutup sidang rutin yang ke 7 di Mahlem

Klasis Bengkulu Tengah-Kepahiang[sunting | sunting sumber]

dipimpin oleh:

  1. Morits Irawan (2004-2007)
  2. Pdt. Rina Margareta, S.Th. (2007-2012)
  3. (Tentatif) Rohayati Leti Subagya, M.Div. (2012-2016)

diputuskan berdasarkan rapat tertutup sidang rutin yang ke 7 di Mahlem

Klasis Renah Seklawi[sunting | sunting sumber]

dipimpin oleh:

  1. Aldo Titania (2004-2007)
  2. Markus Pb. Christ (2007-2013)
Berkas:GKR Sukarami.jpg
GKR Sukarami ialah salah satu gereja terindah yang ada di Bengkulu. Didirikan tahun 1999 dan ditahbiskan tahun 2005 oleh Pdt. Roni Agus Suhendro, MTh

Dewan Adat Klasis[sunting | sunting sumber]

Disingkat DAK. Ialah sebuah dewan keparokialan yang dibentuk GKR demi mempercepat pewartaan injil di daerah-daerah/klasis-klasis. Dewan adat klasis dapat disamakan dengan kedudukan paridental (tidak dipakai lagi). Dewan adat klasis yang ada dalam tubuh GKR meliputi 7 DAK yaitu:

  • DAK Sengkuang
  • DAK Tebing Penyamun
  • DAK Sukarami
  • DAK Pondok Kelapa
  • DAK Air Meles Atas
  • DAK Lebong Tandai
  • DAK Semelako

Kantor pusat[sunting | sunting sumber]

Kantor pusat GKR untuk sementara waktu berlokasi di Jl. Raya lintas Lais-Arga Makmur, Kelurahan Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Direncanakan, dengan adanya bantuan dari Dewan Gereja Asia dan Federasi Lutheran Se-Dunia, GKR akan membuat kantor pusat yang baru di bekas lokasi Gereja GPIB yang lama di Sektor 1, distrito Porto (Taba Renah), Curup, kabupaten Rejang Lebong.

Sekretariat[sunting | sunting sumber]

Sekretariat GKR berkedudukan di Jl.Ahmad Yani No.2, Kelurahan Gunung Alam, kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Sekretariat GKR berkedudukan lebih kurang 3 kilometer dari Kantor pusat di Yehezkiel. Di sekretariat GKR terdapat sebuah gereja kecil yang setiap hari mengadakan kebaktian rutin yang biasanya dihadiri lebih bukrang 30-an orang.

Keanggotaan[sunting | sunting sumber]

GKR saat ini memiliki 800-an lebih anggota yang tersebar kedalam 3 klasis/tane'ak, 7 paridental/bang mego (digantikan oleh Dewan Adat Klasis/DAK) dan 20 jemaat/jema'et. Keanggotaan GKR hanya ada 1 yaitu anggota penuh. Setiap anggota penuh bebas menjadi calon pelayanan misi dan diperbolehkan terlibat dalam kegiatan-kegiatan pewartaan iman.

Organisasi anggota[sunting | sunting sumber]

Anggota GKR dibebaskan mendirikan organisasi-organisasi yang dianggap bermanfaat dan mampu menunjang atau mengimbangi pelayanan misi, iman dan sosial gereja. Organisasi milik anggota GKR yaitu:

  • Jemaat Ibu-Ibu Rejang Bersatu
  • Jemaat Pemuda Yang Kudus
  • Jemaat GKR Yang Aktif
  • Jemaat Persiapan Gospel
  • Jemaat Tanai (Khusus)

Jumlah organisasi massa milik anggota GKR terus bertambah seiring waktu berjalan.

Moto pelayanan gereja dan kategorial[sunting | sunting sumber]

"Maro Ite Samo Bepegong Tangen" yang dalam bahasa Indonesianya diartikan sebagai "Mari Kita Bersama-sama Berpegang Tangan". Mott pelayanan Gereja dan Kategorial GKR ditentukan dalam musyawarah adat GKR di GKR Sengkuang pada bulan Mei 2012. Diharapkan, dengan adanya motto pelayanan, GKR menjadi gereja yang mampu mengayomi umat dan siap bersatu dengan gereja-gereja lain.

95 Dalil Marthin Luther menjadi ilham bagi moto pelayanan GKR dan pelayanan kategorialnya.

Pelayanan gereja masa kini[sunting | sunting sumber]

GKR aktif mewartakan injil. GKR mewartakan injil dengan sangat aktif baru sebatas wilayah kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Muko-Muko. GKR sampai tahun 2012 masih aktif dan turut serta dalam pengembangan bidang pendidikan, kemanusiaan dan sosial-budaya/kesenian (khusus dikalangan suku Rejang). GKR memiliki portal harian yang disebut "Kabar Keme Tun 'Jang".

GKR telah memulai penyebarluasan/pewartaan Injil melalui media jejaring sosial seperti facebook, plurk dan twitter. GKR juga menjajaki pembuatan website resmi, blog resmi dan portal harian resmi.

Dalam mendukung pewartaan injil dan iman di kalangan suku Rejang, GKR secara resmi pada tanggal 1 Oktober 2012 meluncurkan stasiun radio Aurora dan stasiun radio Christ Jesus. Radio Aurora membahas tentang pelayanan iman GKR sedangkan radio Christ Jesus menceritakan tentang Yesus serta kisah-kisah para Rasul. GKR juga mengambil bagian dalam siara TV Bengkulu yakni dengan jam siaran pada pukul 10.00 WIB dengan judul acara "GKR di tengah kemajemukan provinsi Bengkulu".[1]

Media Pelayanan[sunting | sunting sumber]

  • TV

GKR mengambil bagian dalam siaran TV Bengkulu yakni dengan jam siaran pada pukul 10.00 WIB dengan judul acara "GKR di tengah kemajemukan provinsi Bengkulu". Selain itu, GKR juga masuk dalam acara TV di Jambi dan Pagar Alam, Sumatera Selatan.[1]

  • Radio

Pelayanan melalui radio dipusatkan atas 2 stasiun radio milik GKR yaitu stasiun radio Aurora dan stasiun radio Yesus Christ. Selain itu, GKR juga memiliki jam siar/jam terbang pada pukul 3 sore di stasiun radio Namora, 4Fm dan radio Stanza.[1]

Bentuk pelayanan gerejawi[sunting | sunting sumber]

GKR sebagai suatu gereja Kristus kudus yang mandiri dengan sistem episkopal/sinodial/sinode tersendiri memiliki beberapa bentuk pelayanan gerejawi sehari-hari. Bentuk pelayanan gerejawi GKR yaitu : kebaktian jemaat, kebaktian khusus, kebaktian bahasa Indonesia, pelayanan sosial, kemanusiaan, kemajuan daerah, komuni, liturgi, pelayanan sakramen, misi, sekolah minggu, sekolah muda-mudi, kebaktian ibu-ibu, pekabaran injil, pelayanan gembala, siraman rohani, renungan suci, disiplin jemaat, hosti jemaat, disiplin iman, kebangkitan jemaat dan ekumenisme.

Pelayanan gereja khusus anak-anak lebih menekankan nilai-nilai luhur individu dibandingkan dengan nilai-nilai iman atau rohani. Pelayanan gereja khusus anak-anak meliputi penanaman nilai moral, etika, tata adat Rejang, tata krama khas bangsa Rejang, sikap pantang menyerah, kebijaksanaan, keadilan, kearifan lokal, nilai karakter penuh, karakter yang gigih, nilai pantang menyerah, kedisiplinan, cinta damai, kasih kudus, welas asih, budi yang baik dan nilai-nilai kemanusiaan (mendidik anak-anak sekolah minggu menjadi orang yang manusiawi dan paham dengan hak asasi manusia/HAM)

Bentuk pelayanan gerejawi terbaru yang dikeluarkan berdasarkan maklumat Bala Jemaat Allah GKR pusat (BJAGKP) no. 87 tahun 2012 yaitu Kebaktian kebangunan rohani atau KKR.

Alkitab Rejang[sunting | sunting sumber]

Sejarah Rejang-Kristen memiliki Alkitab dalam bahasa daerah Rejang sudah dimulai sejak tahun 1999 sewaktu ketiga pelayanan semi-mandiri dimulai. Pada waktu itu, Alkitab Rejang belum ada dan orang Rejang-Kristen masih memakai Alkitab berbahasa Melayu sebagai kitab pegangan hidup sehari-hari. Untuk Alkitab berbahasa Rejang, GKR telah memulai pembuatan Alkitab dan "Kidung Berjanji" dalam bahasa Rejang sejak tahun 2010 dengan dibantu penerjemah adat dari wilayah Lebong. Alhasil sekarang, GKR telah berhasil menerjemahkan beberapa isi dari Alkitab modern. Berikut beberapa kitab yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rejang:

Kitab-kitab Perjanjian Lama yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rejang yaitu:

  1. Kitab Kejadian (Prsitiweak)
  2. Kitab Keluaran (klua')
  3. Kitab Imamat (Imem)
  4. Kitab Ulangan (ujian/tes)
  5. Kitab 1 Tawarikh (Bukeu Isei Ne O Pjanjei)
  6. Kitab 2 Tawarikh (Bukeu Isei Ne O Pjanjei)
  7. Kitab Amsal (Kiteb)
  8. Kitab Ester (Kiteb Estea)

Kitab-kitab dalam Perjanjian Baru yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rejang yaitu:

  1. sebagian Injil Markus (Deteng'ea Enjea Maku)
  2. sebagian Injil Lukas (Deteng'ea Enjea Lekas)
  3. sebagian Injil Yohanes (Deteng'ea Enjea Yoanes)
  4. Kisah Para Rasul (Kiseak Nabei-Nabei)
  5. Surat Yakobus (Su'et utuk Yakob)

Kitab-kitab dalam kumpulan Deuterokanonika yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rejang yaitu:

  1. Kitab Tobit (bukeu tobik)
  2. sebagian kitab Yudit (bukeu yudi)
  3. Kitab Kebijaksanaan Salomo (bukeu tehtang ba'ees ne Salomo o)
  4. Kitab 1 Makabe (kiteb do Makabeak)
  5. Kitab 2 Makabe (kiteb duai Makabeak)
  6. Kitab Yeremia (kiteb Nabei Jerman)

GKR bisa jadi dikatakan sebagai Gereja bermazhab Protestan yang unik dan lain dari pada yang lain. GKR mungkin juga merupakan gereja Protestan pertama di Indonesia yang memakai dan memasukkan kitab Deuterokanonika di dalam Alkitab pegangan sehari-harinya. Sementara, hampir semua gereja Protestan yang lain tidak memasukkan kitab Deuterokanonika ke dalam Alkitab masa kini mereka. Kitab Deuterokanonika biasanya dipakai dalam Alkitab gereja Katolik Roma, gereja Katolik ritus timur dan gereja Anglikan.

Penyebaran Injil di wilayah Rejang[sunting | sunting sumber]

Penyebaran injil di tanah Rejang dilakukan misionaris Jerman sebenarnya jauh lebih awal dibanding pekabaran injil di tanah Batak, tanah Malesung/bumi Minahasa dan tanah Dayak/pulau Kalimantan namun, hasilnya pekabaran injil di tanah Rejang terkesan tidak berhasil dan hanya jalan di tempat. Penyebaran injil tanah Rejang kembali aktif sejak bergabungnya GPIB Porto ke dalam tubuh Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan dan akhirnya diteruskan oleh Gereja Kristen Rejang yang berpusat di Arga Makmur, Bengkulu Utara.

Nyanyian ibadah[sunting | sunting sumber]

GKR mengenal kebaktian Sabtu dan Minggu. Dalam kebaktian Sabtu dan Minggu, umat/anggota GKR memiliki tata liturgis yang salah satunya berisi nyanyian ibadah dan nyanyian rohani. Untuk seluruh gereja GKR di seluruh Bengkulu, buku nyanyian yang dipakai ialah "Sambei Risten Jang Taun 2006" dan "Sambei Kidung Ite Taun 2010" yang memakai bahasa Rejang serta "Nyanyian Kidung Baru", "Nyanyian Suci Kudus", "Kitab Tuntunan Ibadah Tahun 2012", "Kitab-Kitab Kidung Agung", "Kidung Ibadah Jemaat", "Buku Ibadah Jemaat" dan "Ibadat Harian GKR" yang berbahasa Indonesia.

Baru-baru ini, GKR telah menerbitkan buku nyanyian resmi gerejawi sebanyak 220 eksemplar yang dibagikan ke tiap gereja lokal maisng-masing 11 buah buku. Buku nyanyian resmi GKR memuat "Sambei Risten Jang Taun 2006, Sambei Kidung Ite Tsun 2010" yang berbahasa Rejang dan "Nyanyian Kidung Baru, Nyanyian Suci Kudus, Kitab Tuntunan Ibadah Tahun 2012, Kitab-kitab Kidung Agung, Kidung Ibadah jemaat, Buku Ibadah Jemaat dan Ibadat Harian GKR" yang berbahasa Indonesia.

Kutipan syair atau lirik nyanyian kebaktian GKR[sunting | sunting sumber]

Disadur dari "Sambei Risten Jang Taun 2006 Paseah 14-A"

Tuhan Tulung Ba Uku
Nak Lem Madep Cobaan Iyoo
Ngen Apii Igay Keme Minai Tulung
Selyen Mage'ak Ko Tuhan
Tuhan Tulung Ba

Disadur dari "Sambei Risten Jang Taun 2006 Paseah 2-B"

Tabeak Kan Atey Yo Tuhan
Tegoak Kan Iman Yo Tuhan
Nak Lem Madep Cobaan Iyo
Tuhan Tulung Ba

Disadur dari "Sambei Risten Jang Taun 2006 Paseah 2-C"

Yesus Ko Padek Nyen
Ko Padek Luk Lud
Ko Ade Kuaseah Utuk Bebaskan Ke'te Tun Dee Teiket
Ko Tuhan Ku
TuMeKoKat

Disadur dari "Sambei Risten Jang Taun 2006 Paseah 10"

Tuhan
Tuhan Uku Ngen Tun Jang Lehyen
Kinai Ku Ngen Kumu Tuhan
Umua Ku Pan nyang
Kinai Ku Ngen Yesus
Si Berkati Keme
Kinai Ku Ngen Allah Bapok
Idup Yo Coa Sengsaro

Kutipan Lagu "Sambei Risten Jang Taun 2006" yang terbaru tanpa penggubahan

Sembeak Pujei Yesus Te
TuMeKoKat
Maro Ba Ite Pcayo Ngen Si
Si Ba Gi Mmbin Dalen
Utuk Ite Kete
Slamat Denyo Akhirat
TuMeKoKat

Syair ke 5 bait ke 3 "Sambei Risten Jang Paseah 7"

Yesus Ngen Kuaseak Ne
Melei Ite Berkat Idup Denio Ngen Akhirat
Si Coa B'kinai Jano-Jano Ngen Ite
Si Baik Nyen
TuMeKoKat

Kutipan lirik lagu "Sambei Risten Jang Taun 2006 Paseah 8-A"

Cinta Ku Ngen Yesus
Uku T'pesoneak Nyen
Kemleak Cinta Kasiak Yesus Gik Baees
Uku Pcayo
Uku Bdu'o
Uku Cinta Ngen Ko Yesus

Syair pasal 6 "Sambei Risten Jang Taun 2006"

Yesus Ade Nak Lem Iduep Ku
Melei Kasiak Cinta Ne
Si O Ba Gik Padek Ne
Si O Ba Gik Baees Ne
Si O Ba Gik Dahsyat Nyen

Syair-syair dari kidung khusus "Sambei Risten Jang Taun 2006 Ngen Pngubea'an"

Kunyeu Pun Uku Yo Bduso Nyen
Kumu Mley Ampun
Yesus Ku

Ajaran khas[sunting | sunting sumber]

Ajaran Martin Luther yakni tiga sola, yaitu sola fide, sola gratia, dan sola scriptura, yang berarti "hanya iman", "hanya anugerah", dan "hanya Kitab Suci". Dipakai dalam pengajaran dan pelayanan iman Gereja Kristen Rejang.

Sakramen[sunting | sunting sumber]

Sakramen GKR mengikuti tata sakramen Gereja-Gereja Lutheran. Katekismus Lutheran mengajarkan bahwa pembaptisan adalah karya Allah, berlandaskan perkataan dan janji Kristus; sehingga dilayankan baik bagi bayi maupun orang dewasa. Gereja Lutheran percaya bahwa roti dan anggur dalam perjamuan kudus adalah sungguh-sungguh tubuh dan darah Kristus yang dianugerahkan kepada umat Kristiani untuk dimakan dan diminum, yang diperintahkan oleh Kristus sendiri, dan inilah yang diikuti oleh sinode GKR.

Pengakuan iman GKR[sunting | sunting sumber]

GKR sebagai gereja-gereja Lutheran memiliki 4 buah bentuk pengakuan iman jemaat-jemaat. GKR menyatakan, para umat dan jemaat yang mengaku satu dalam Yesus yang kudus harus berani menyatakan pengakuan keimanan didepan umat-umat yang lain di dalam gereja yang akhirnya diikuti dengan penahbisan oleh pucuk pemimpin gereja dan pembaptisan serta "Naje'a" ("naje'a" dalam bahasa Rejang berarti "diajar"). Maksudnya adalah seseorang yang sudah mengakui keimanan dengan syahadat GKR akan diajarkan mana yang baik dan mana yang buruk.

Pengakuan iman oleh umat GKR ada 4 buah bentuk yang semuanya dipakai dalam bahasa Rejang, yakni:[2]

  • besaksei nak lem Yesus maha lei"
dalam kesaksian ini, seorang umat GKR mengakui dan percaya bahsa Yesus adalah Tuhan tertinggi yang terwujudkan dalam Tri Tunggal: Allah Bapa yang Esa, Allah Yesus yang Maha Besar dan Roh Kudus yang Agung.
  • mengakeu bahwa te yo bi' siap bpaneu ngen Yesus
dalam kesaksian ini, seorang umat GKR harus berani menyatakan bahwa ia berjalan di dalam dan bersama Tuhan Yesus.
  • bniet ngen atei b'ucep syahadat rasuli
dalam kesaksian ini, seorang umat GKR harus percaya bahwa Allah telah menurunkan sebuah karya agung jalan kebenaran yaitu Alkitab/Injil yang terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang mana, Alkitab/Injil adalah jalan hidup (the way of life)
  • mngucep Tuhan Tulung Ba Uku
dalam kesaksian ini, seorang umat GKR harus mengucapkan "Tuhan Tolonglah Aku" yang dalam bahasa Rejangnya "Tuhan Tulung Ba Uku" sebagai bentuk kepercayaan penuh akan Yesus sang messiah penebus dosa umat manusia.

Tata liturgis gereja[sunting | sunting sumber]

Tata liturgi GKR cukup menarik dan terbilang berbeda dari tata liturgi gereja-gereja lainnya. Tata liturgis GKR tidak mengacu pada dokumen lima/liturgi lima yang ditetapkan Dewan Gereja-gereja se-Dunia. Liturgis tiap kebaktian minggu yang umum dilakukan di gereja-gereja lokal GKR diseluruh Bengkulu adalah pembacaan Firman Kudus baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, khotbah, nyanyian kudus berbahasa Rejang dan penampilan seni Rejang. Tata liturgis perayaan gerejawi seperti Paskah, Natal dan Tahun Baru tidak jauh berbeda dibanding liturgis tiap kebaktian minggu, hanya ditambahkan renungan suci dan renungan salib.

Dalam GKR, tidak ada perbedaan kebaktian antara anak dan dewasa. Semua berkumpul dalam satu kebaktian. Kebaktian GKR diadakan 2kali seminggu, yakni hari Sabtu/Sabat sebagai hari kebaktian umum bahasa Rejang dan hari Minggu sebagai hari perjamuan dalam bahasa Rejang dialek Kepahiang. Sakramen Ekaristi dan Perjamuan Kudus diadakan 2 kali setahun, pada Paskah (Pas'keak) dan Natal (Lahia).[3]

Pelayanan kategorial gereja[sunting | sunting sumber]

Dalam tugas dan pelayanannya, GKR dibantu oleh beberapa badan pelayanan kategorial Gereja yang fungsinya adalah nyata. Pelayanan kategorial berkedudukan di tiap gereja lokal di semua klasis.

Pelayanan kategorial GKR ialah sebagai berikut:

  1. Persekutuan Sekolah Minggu GKR
  2. Persekutuan Pemuda GKR
  3. Persekutuan Misi Adat GKR
  4. Dharma Wanita Rejang GKR
  5. Kaum Paruh Baya Aktif GKR
  6. Penata Muda GKR

Persekutuan sekolah minggu[sunting | sunting sumber]

Persekutuan Sekolah Minggu GKR ialah persekutuan dan persatuan anak-anak Rejang-Kristen dari sekitar 20 sekolah minggu di 20 gereja lokal diseluruh Bengkulu. Persekutuan sekolah minggu berkantor di GKR Sukarami. Ruangannya disebut sebagai Bilik. Pertemuan sekolah minggu diadakan tiap 2 bulan sekali secara bergiliran disemua gereja GKR diseluruh klasis. Pertemuan sekolah minggu disebut sebagai Kedurai Skul Minggeuw, dimana dalam Kedurai Skul Minggeuw anak-anak Rejang-Kristen akan dijamu oleh seorang pendidik dari badan pekabaran injil.

Persekutuan pemuda GKR[sunting | sunting sumber]

Kebangkitan besar di tubuh anak-anak remaja dan pemuda-pemudia Rejang-Kristen dalam masa pelayanan semi-mandiri 1999-2009 kurang lebih 10 tahun dan masa pelayanan GKR mandiri 2009-2012 kurang lebih 3 tahun adalah suatu anugerah dari Tuhan yang Maha Kudus. Sebagai wadah dan perwujudan nyata dari kebangkitan anak-anak remaja dan pemuda-pemudi GKR di seluruh klasis, maka dibentuklah sebuah persekutuan resmi pada tahun 2010 yang ditahbiskan oleh Pdt. Rina Margareta, STh sebagai Persekutuan Pemuda GKR yang dalam bahasa Rejang disebut Psatuan Anok Titik Jang Risten.

Persekutuan misi adat GKR[sunting | sunting sumber]

Selain kebangkitan besar pelayanan imam di tubuh sekolah minggu dan remaja, para tetua adat Rejang-Kristen memilih membentuk sebuah lembaga pelayanan kategorial tersendiri yang memiliki maksud mewartakan injil lintas budaya Rejang. Persekutuan Misi Adat GKR dalam bahasa Rejang disebut sebagai Psatuan Ngen Ma'sud Adet Te GKR.

Dharma wanita Rejang GKR[sunting | sunting sumber]

Kebangunan Kristen di kalangan 100-an wanita GKR di seluruh klasis telah melahirkan Dharma Wanita GKR pada 2010 dengan pucuk pimpinan tertinggi dipegang oleh Pdt. Maya Sharon Christ, MSi, dan koordinator oleh Ibu Mela Felicia dari GKR Sengkuang klasis Bengkulu Tengah-Kepahiang.

Kaum paruh baya aktif GKR[sunting | sunting sumber]

Ialah kelompok orang-orang tua yang memiliki misi pelayanan kategorial diberbagai wilayah GKR. Misi kelompok ini berada di bawah pimpinan Pdt. John Yunus, MSi yang berumur 60 tahun. Kaum Paruh Baya berkedudukan di GKR Tebing Penyamun. Kaum Paruh Baya juga aktif mendatangi beberapa panti jompo dan POT di Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan.

Penata muda GKR[sunting | sunting sumber]

Penata muda GKR adalah badan pelayanan kategorial paling dini yang dibentuk oleh sekitar 13 mahasiswa D3, D4 dan S1 Rejang-Kristen pada 1 Januari 2012 lalu. Penata muda mempromosikan GKR lewat akun facebook, twitter dan blog anggotanya.

Penata muda, Bala Jemaat Allah GKR pusat, Persekutuan Misi Adat, Dharma Wanita Rejang, Kaum Paruh Baya Aktif, Persekutuan Pemuda dan Persekutuan Sekolah Minggu mengadakan jamuan rutin 6 bulan sekali di GKR Pondok Kelapa sebagai wujud pengikat tali persaudaraan sesama Rejang-Kristen.

Penyatuan persekutuan sekolah Minggu dan PP GKR[sunting | sunting sumber]

Persekutuan Sekolah Minggu di bawah bimbingan bapak Morits Irawan bersama Persekutuan Pemuda (PP) GKR akhirnya dipersatukan menjadi "Persekutuan Anok Titik Jang GKR" yang akan dipusatkan di GKR Sengkuang. Hal ini diputuskan pada bulan Oktober 2012 oleh Pdt. Marchelano Darmawan, STh, MSi, dan anggota Bala Jemaat Allah.

Afiliasi[sunting | sunting sumber]

GKR adalah gereja calon penuh anggota Dewan Gereja-gereja Asia, Dewan Gereja-gereja se-Dunia, Federasi Lutheran se-Dunia dan Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia. GKR melalui seorang juru misionarisnya, Bapak Ilham Kurniawan pada 2011 menyatakan bahwa GKR tidak ikut serta dalamPersekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) karena jumlah anggota jemaat kurang dari 10.000 jiwa. Walaupun GKR adalah gereja bermazhab Protestan aliran Lutheran namun, GKR juga ikut kedalam Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia yang beraliran Calvin sebagai bentuk dukungan GKR kepada unifikasi/penyatuan gereja-gereja diseluruh dunia sehingga tercipta suatu pelayanan gereja yang esa dan kembali ke masa gereja mula-mula. Selain itu, GKR juga merupakan bagian dari Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) dan anggota dari Sinode Am Gereja-Gereja Protestan Se-Subalaja (Sumsel Raya, Bangka-Belitung, Lampung, Jambi), yang terdiri atas Gereja-gereja di Sumatra Selatan Raya (Sumsel-Bengkulu), Lampung, Bangka Belitung dan Jambi serta merupakan relasi Gereja Kristen di Sumatera Bagian Selatan. GKR juga memiliki hubungan dekat dengan GPdI dan gereja-gereja dari gerakan karismatik lainnya.

GKR sedang mencoba menjajaki hubungan dengan kelompok gereja Methodis demi memperluas pelayanan iman.

GMB[sunting | sunting sumber]

GMB atau Gereja Mencari Bakat adalah sebuah festival resmi dan program tahunan GKR yang diselenggarakan di GKR pusat Yehezkiel atau di balai kesenian GKR di Ipuh. GMB atau Gereja Mencari Bakat memiliki program-program perlombaan yakni, perlombaan membaca puisi, cipta puisi rohani, berprosa rohani, cipta lagu rohani, komposer rohani, cipta cerpen rohani, melukis rohani, menghias telur, bernyanyi lagu rohani dan memainkan alat musik/instrumen serta berkhotbah, menjadi pemazmur, menghafal ayat Alkitab dan lomba lainnya termasuk lomba balap karung, kelereng dan lain-lain. GMB diapresiasi oleh PGI wilayah (PGIW) Bengkulu sebagai sesuatu yang menarik dan patut di apresiasi serta dipuji oleh gereja-gereja lain di Bengkulu. Oleh PGIW, GKR dinilai telah menjadi gereja pertama yang banyak mengadakan kegiatan-kegiatan positif dan unik salah satunya ialah GMB atau Gereja Mencari Bakat. GMB diadakan oleh GKR tiap 6 bulan atau setengah tahun sekali.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Aras Gereja Protestan - Gereja Kristen Rejang
  2. ^ Sumber: Peraturan Dasar Pengakuan Iman Suku Rejang
  3. ^ Sumber: Tata Liturgi Gereja Pusat, tahun 2012

Pranala Dalam[sunting | sunting sumber]