Gempa bumi Aceh 2013

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gempa bumi Aceh Juli 2013
Gempa bumi Aceh 2013 is located in Sumatra Topography
Tanggal 02 Juli 2013 (2013-07-02)
Waktu: 07:37:02 UTC
Lama: 15 detik
Kekuatan 6,2 Mw
Kedalaman: 10 km (6 mil)
Episentrum: 4°41′53″LU 96°41′13″BT / 4,698°LU 96,687°BT / 4.698; 96.687Koordinat: 4°41′53″LU 96°41′13″BT / 4,698°LU 96,687°BT / 4.698; 96.687
Negara yang terkena Indonesia
Kerugian: 3.000+ rumah hancur
Tanah longsor: Ya
Gempa susulan: 4,3, 5,5, 5,2 Mw
Korban: 39 tewas, 420 cedera[1]

Pada tanggal 2 Juli 2013, gempa berkekuatan 6,1 mengguncang provinsi Aceh di pulau Sumatera, Indonesia.[2] Gempa ini menewaskan sebanyak 39 orang dan melukai lebih dari 400 orang.[1][3] Lebih dari 3.000 rumah hancur.[3][4]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Gempa bumi lazim terjadi di Sumatera karena pulau ini berada di batas konvergen tempat Lempeng Sunda bersubduksi di bawah Lempeng Indo-Australia. Lempeng ini bergerak miring dengan kecepatan 60 mm per tahun dan komponen belahan kanannya didorong oleh patahan strike-slip di dalam pulau Sumatera, terutama di patahan besar Sumatera.[5] Tahun 2004, Sumatera diterjang gempa bumi Sumatera–Andaman dan tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang di daerah itu dan 230.000 orang di seluruh kawasan Samudra Hindia.[6][3] Tahun 2009, gempa bumi dekat Padang menewaskan lebih dari 1.000 orang. Bulan April 2012, gempa berkekuatan 8,6 menewaskan 5 orang di Aceh.[3]

Ciri gempa[sunting | sunting sumber]

Pukul 14:37 waktu setempat (07:37 UTC) tanggal 2 Juli 2013, gempa berkekuatan 6,1 terjadi di kedalaman 10 kilometer (6.2 mil) dengan episentrum di dekat ujung barat laut Sumatera, 55 kilometer (34 mil) di selatan Bireun.[5] Gempa ini terjadi di patahan Semangko.[7] Gempa mengguncang selama kurang lebih 15 detik dan dapat dirasakan mulai dari ibu kota provinsi Banda Aceh sampai Bener Meriah.[6] Gempa begitu kuat sampai-sampai memunculkan kekhawatiran masyarakat di Banda Aceh, 320 mil (510 km) dari episentrum, dan guncangannya terasa hingga Malaysia.[3] Sedikkitnya 15 gempa susulan terjadi. Tiga di antaranya berkekuatan 4,3, 5,5, dan 5,2.[7][8]

Kerusakan[sunting | sunting sumber]

Sebuah rumah yang rusak akibat gempa di dataran tinggi Gayo

Per 3 Juli, jumlah korban tewas resmi versi pemerintah adalah 29 orang dan korban cedera 420 orang,[9][10][11] tetapi seorang pejabat resmi menyatakan bahwa sedikitnya 42 orang tewas.[3] Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah adalah wilayah yang paling parah kerusakannya akibat gempa.[2]

Di Bener Meriah, 14 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.[3] Lebih dari 100 orang dilarikan ke rumah sakit dan 1.500 rumah hancur di seluruh kabupaten ini.[3][4] Sekian ratus orang tidur di luar rumah pada malam hari tanggal 2 Juli karena khawatir terjadi gempa susulan.[6] Seorang pejabat mengatakan, "Terjadi beberapa gempa susulan kuat dan orang-orang tidak mau pulang ke rumah, jadi mereka tidur di luar, namun persediaan tenda yang kami miliki tidak mencukupi".[3]

Di Aceh Tengah, 17 orang dilaporkan tewas.[3] Sebuah masjid runtuh dan menewaskan enam anak dan memerangkap 14 orang lainnya.[6] Tim penyelamat menggali reruntuhan sepanjang malam 2-3 Juli, tetapi gagal menemukan jenazah anak-anak tadi. Longsor terjadi di daerah itu dan menghancurkan 1.600 rumah. Tanggal 3 Juli, pejabat setempat mengatakan, "Masyarakat masih ketakutan, terutama setelah terjadi gempa susulan malam sebelumnya. Tidak ada yang berani tidur di rumah. Semua orang tidur di jalan atau lapangan parkir."[3] Rumah sakit dipenuhi pasien sehingga banyak tenda didirikan di luar untuk menangani korban yang lain.[3]

Tanggapan[sunting | sunting sumber]

Sebuah pesawat dan helikopter pemerintah dikirimkan untuk membantu kepolisian dan tentara setempat dalam upaya penyelamatan.[4] Banyak jalan rusak akibat gempa atau tertutup longsor, sehingga menghambat upaya penyelamatan.[6] Ketiadaan listrik dan sinyal telepon seluler menyulitkan komunikasi ke luar.[3] Tiga truk penuh air kemasan, makanan, dan persediaan lain dikirim ke kawasan ini.[7] Badan mitigasi bencana Aceh mengatakan bantuan akan disediakan setelah mereka mendapatkan data yang lebih akurat tentang hal-hal yang diperlukan.[3]

Tanggal 3 Juli, 40 miliar rupiah (sekitar US$4 juta) digelontorkan untuk pemulihan daerah. Masa tanggap darurat selama satu minggu, bisa diperpanjang jika perlu, diberlakukan di Bener Meriah.[7] Lima lokasi pengungsian berada di Bener Meriah dan 10 lokasi pengungsian terdapat di Aceh Tengah.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b [1]
  2. ^ a b Jethro Mullen; Kathy Quiano (July 3, 2013). "Quake in Indonesia kills 22, injures more than 200". CNN. Diakses July 3, 2013. 
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n Nurdin Hasan; Fikri Ramadhavi; Muhammad Hamzah (July 3, 2013). "42 Reported Dead in Aceh as Rescue Crews Search Earthquake Wreckage". Jakarta Globe. Diakses July 3, 2013. 
  4. ^ a b c "22 Indonesians killed, over 200 injured in Aceh quake". Xinhua. July 3, 2013. Diakses July 3, 2013. 
  5. ^ a b "M6.1 - 55km S of Bireun, Indonesia". USGS. July 3, 2013. Diakses July 3, 2013. 
  6. ^ a b c d e "Rescue after deadly earthquake in Indonesia's Aceh". BBC. July 3, 2013. Diakses July 3, 2013. 
  7. ^ a b c d e "Indonesia imposes week emergency response period in Aceh earthquake". Xinhua. July 3, 2013. Diakses July 3, 2013. 
  8. ^ "USGS - two further earthquakes". USGS. Diakses July 3, 2013. 
  9. ^ "At least 29 dead, hundreds injured in devastating Indonesia earthquake", The Province, July 3, 2013
  10. ^ "Indonesia Earthquake: Strong Temblor In Aceh Province Kills 29 And Destroys 1,500 Buildings", The Huffington Post, July 3, 2013
  11. ^ "Indonesia searches for victims of earthquake that left 29 dead", CTV News, July 3, 2013