Gedalya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Gedalya (bahasa Ibrani: גְּדַלְיָּה, G'dalyyâh atau גְּדַלְיָהוּ G'dalyyâhû, artinya Yah telah menjadi agung; bahasa Inggris: Gedaliah play /ɡɛdəˈl.ə/ or /ɡɪˈdɑːljə/)[1] adalah nama seorang laki-laki Israel yang diangkat oleh raja Babel, Nebukadnezar II, menjadi gubernur atas provinsi Yehuda, menurut catatan Alkitab Ibrani] atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[2] Provinsi ini dibentuk setelah jatuhnya Kerajaan Yehuda dan kehancuran Yerusalem, yang meliputi sebagian wilayah dari kerajaan tersebut. Ia didukung oleh sepasukan tentara Kasdim yang bermarkas di kota Mizpa daerah suku Benyamin.[3] Setelah mendengar pengangkatan tersebut, sejumlah orang-orang Yahudi yang mengungsi ke negara-negara tetangga, kembali ke Yehuda.[4]

Gedalya adalah putra Ahikam[5] (yang menyelamatkan nyawa nabi Yeremia)[6] dan cucu Safan (yang disebut namanya sehubungan penemuan gulungan pengajaran, yaitu oleh para ahli diidentifikasi sebagai bagian inti dari Kitab Ulangan).[7]

Ia bekerja giat mendorong penduduk untuk menanami ladang dan kebun anggur, dan karenanya mencipatakan suasana damai. Banyak orang Yahudi yang mengungsi ke negara-negara sekitarnya ketika Babel menyerang, pulang ke kembali setelah mendengar berita kebangunan kembali komunitas tersebut. Mereka menemui Gedalya di Mizpa dan diterimanya dengan hangat.

Ismael, dan sepuluh orang yang bersama dia, membunuh Gedalya, bersama dengan banyak orang Yahudi yang mendampinginya dan banyak orang Babel yang ditinggalkan oleh raja Nebukadnezar untuk berjaga dengan Gedalya (Yeremia 41:2-3). Orang-orang Yahudi yang masih tinggal, menjadi ketakutan atas pembalasan Nebukadnezar (karena pejabat yang diangkatnya dibunuh oleh orang Yahudi) dan melarikan diri ke Mesir. Tanggal kejadian ini tidak ditulis jelas di Alkitab, tetapi diperkirakan terjadi pada tahun 582/581 SM, sekitar empat sampai lima tahun dan tiga bulan setelah kejatuhan Yerusalem dan kehancuran Bait Suci Pertama yang dibangun oleh raja Salomo pada tahun 586 SM. Lokasi Mizpa ini masih diperdebatkan, karena kalau Mizpa ini adalah Tell en-Nasbeh sekarang, yang terletak di jalanan ke Sikhem, Ismael tidak akan lari ke Amon melalui kota Gibeon[8] yang terletak di sebelah barat makam Samuel (kota Neby Samwil) yang berhadapan dengan Yerusalem. Lagi pula, Yudas Makabe, ketika mempersiapkan peperangan melawan tentara Siria, mengumpulkan orang-orangnya "di Maspha, yang berhadapan dengan Yerusalem: karena di Maspha terdapat tempat sembahyang sampai saat itu di Israel".[9]

Puasa Gedalya[sunting | sunting sumber]

Untuk meratapi pembunuhan Gedalya, yang mengakibatkan Yehuda sama sekali kosong dari orang Yahudi dan penguasaan Yahudi serta kehancuran Bait Suci Pertama, orang-orang bijak Yahudi (Jewish Sages) menetapkan hari ke-3 bulan Tisyri sebagai hari "Puasa Gedalya". Meskipun dari catatan Alkitab, pembunuhan Gedalya terjadi pada hari ke-1 bulan Tisyri,[10] namun hari puasanya diperingati pada hari ke-3 agar tidak bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Rosh Hashanah.

Gedalya bin Pasyhur[sunting | sunting sumber]

Tercatat pada masa hidup Yeremia disebutkan seorang pejabat tinggi raja Zedekia yang bernama: "Gedalya bin Pasyhur" dalam Kitab Yeremia sebagai berikut:

Tetapi Sefaca bin Matan, Gedalya bin Pasyhur, Yukhal bin Selemya dan Pasyhur bin Malkia mendengar perkataan yang tidak henti-henti diucapkan oleh Yeremia kepada segenap orang banyak itu:[11]

Perbuatannya, bersama ketiga sejawatnya, terhadap nabi Yeremia dicatat sebagai berikut:

Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.[12]

Pada tahun 2008, arkeolog Dr. Eilat Mazar, memimpin tim ekskavasi dari Hebrew University of Jerusalem, sedang melakukan penggalian di bagian utara "Kota Daud". Mereka sedang memperbesar tempat galian dan menyaring debu tanah dari lokasi ekskavasi di mana mereka menemukan "Meterai Yukhal" pada tahun 2005. Hanya beberapa meter dari tempat penemuan Meterai Yukhal, Dr. Mazar sedang membersihkan kotoran dan debu dari suatu kepingan tanah liat lain yang berusial 2600 tahun, ketika tulisan dari kepingan yang sudah agak bersih itu dapat dibaca dan ukiran dalam huruf Ibrani Kuno itu berbunyi “le Gedalyahu ben Pashur” — ”milik Gedalya bin Pasyhur”. Kepingan ini dikenal sebagai Meterai Gedalya. [13][14]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]