Gangguan stres pascatrauma
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
|
|
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. Tag ini diberikan tanggal Juni 2011 |
| Gangguan stres pascatrauma | |
| Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal | |
| ICD-10 | F43.1 |
|---|---|
| ICD-9 | 309.81 |
| DiseasesDB | 33846 |
| MedlinePlus | 000925 |
| eMedicine | med/1900 |
| MeSH | D013313 |
Gangguan stres pascatrauma adalah gangguan kecemasan parah yang dapat berkembang setelah terpapar setiap peristiwa yang menghasilkan trauma psikologis. Kejadian ini dapat memicu ancaman kematian diri sendiri maupun orang lain bahkan merusak potensi integritas fisik, seksual, atau psikologis individu.Sebagai efek dari sebuah trauma psikologis, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder/ gangguan stress pasca trauma) biasanya menunjukkan frekuensi gejala yang tidak sering muncul namun berlangsung cukup lama bila dilihat dan dibandingkan gejala pada penderita stress akut.
Pranala luar [sunting]
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Gangguan stres pascatrauma |
Wikidata: Posttraumatic stress disorder
- Gangguan stres pascatrauma di Proyek Direktori Terbuka
- PTSD professional associations di Proyek Direktori Terbuka
- Management of PTSD in adults and children by the National Institute for Health and Clinical Excellence (UK)
- Practice guidelines from the American Psychiatric Association
- Post Traumatic Stress Disorder Information Resource from The University of Queensland School of Medicine
- Resources for Parents of Children with PTSD from The Children's Hospital of Philadelphia