Gambas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Gambas
Luffa acutangula1.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Luffa
Spesies: L. acutangula
Nama binomial
Luffa acutangula
(L.) Roxb.

Gambas atau oyong (Luffa acutangula, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), adalah komoditi sayuran minor. Penanamannya biasanya dilakukan di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman lain. Gambas dipanen buahnya ketika masih muda dan diolah sebagai sayur.

Oyong masih sekerabat dengan belustru (Luffa aegyptica).

Habitat[sunting | sunting sumber]

Oyong pada dasarnya mudah hidup di mana saja. Tanaman ini termasuk tanaman merambat, yang membutuhkan iklim kering, dengan ketersediaan air yang cukup sepanjang musim. Lingkungan tumbuh yang ideal bagi tanaman oyong adalah di daerah yang bersuhu 18–240C, dan kelembaban 50-60%. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5–6,8. Tanah yang paling ideal bagi budidaya oyong adalah jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial, dan podsolik merah kuning.[1]

Oyong rentan terhadap serangan hama kumbang daun, ulat grayak, ulat tanah, lalat buah, busuk daun, embun tepung, antraknos, layu bakteri dan virus mosaik.[1]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Oyong dipercaya bisa menurunkan kadar gula darah, yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Jawa Barat sebelum naik haji. Manfaat ini didapat dari kandungan cucurbitasin di dalam bijinya. Tak hanya berkasiat bagi diabetes, oyong dapat menyembuhkan penyakit semisal, Radang usus, asma hingga meningkatkan air susu ibu (ASI). [2] Oyong juga dikonsumsi untuk mencegah pilek, meredakan radang sendi, nyeri otot, serta menormalkan siklus menstruasi. Daging buahnya bisa digosokkan ke kulit untuk membuang sel mati. Namun manfaat ini belum diteliti terlalu jauh. [3]

Untuk setiap 100 gram, oyong mengandung 1.09 g protein, 17 mg calcium,1.6 mg iron, 5.6 lU vitamin A, 7 mg vitamin C[4].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Budidaya Oyong di Cariu, Bogor. Diakses dari situs Kementrian Pertanian pada 15 Oktober 2013.
  2. ^ Oyong sebagai Antidiabetes. Diakses dari situs berita Republika pada tanggal 15 Oktober 2013
  3. ^ Luffa. Diakses dari situs WebMD pada 15 Oktober 2013.
  4. ^ Loofah Ridged Gourd. Diakses dari situs Nutrition Education

Pranala luar[sunting | sunting sumber]