Galuh Timur, Tonjong, Brebes

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Galuh Timur
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Brebes
Kecamatan Tonjong
Kodepos 52271
Luas -
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Galuh Timur adalah desa di kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Terdiri dari 9 perdukuhan / dusun yaitu: Galuhtimur 1, Sabrang kulon, Karangasem, Kalipucung, Kalirau, Dukuh tengah, Ketabasa dan Makamdawa serta dukuh Tiong. Batas sebelah timur kelurahan Linggapura, sebelah barat desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan desa Pangarasan Kecamatan Bantarkawung, sebelah selatan desa Kalijurang Kecamatan Tonjong, dan sebelah utara desa Tonjong dan Kutamendala Kecamatan Tonjong. Desa ini berupa tanah darat yang berbukit penghasil melinjo, buah-2an mangga dan jambu mete, dan hasil pertanian ladang lain (ubi-ubian, kacang tanah, jagung, dll). Hanya kurang dari sepertiganya berupa sawah, itupun sawah tadah hujan.

Mayoritas pencaharian penduduk adalah petani, buruh, perantau di Jakarta sebagai tukang batu, pekerja pabrik, sopir taksi/angkot, dan tentu saja ada yang jadi PRT). Sangat sedikit industri kerajinan rumahan. Desa ini akan menjadi ramai pada saat lebaran, setelah itu kembali sepi... Namun desa ini juga melahirkan beberapa orang yang dianggap 'sukses' karena pendidikan yang tinggi di berbagai universitas tekenal dan mulai ada kesadaran untuk menggapai pendidikan lebih baik untuk kemajuan, kesejahteraan melalui perbaikan level pekerjaan atau berprofesi sebagai entrepeneur di luar kota. Pendirian sekolah dari TK hingga SLTP di desa itu menunjukkan keinginan memperoleh pendidikan yang baik.

Di Galuhtimur juga ada warisan-2 budaya berupa situs Gajahwong, Gagang golok, makam dawa (makam panjang), juga ada warisan bangunan arsitektur kelas tinggi berupa jembatan kereta api peninggalan Belanda yang sama sekali berbeda dengan jembatan-2 KA lainnya di Indonesia secara arsitektur, yaitu jembatan Kali Belang dengan panjang +/- 100 mtr, tinggi 50 mtr, dan tiang-2 penyangga kokoh berbentuk tangga sejumlah 22 tiang (Jawa: saka). Di antara 11 tiang berbentuk tangga itu ada 'saka kembar' (sering disebut penduduk 'saka penganten')sehingga jembatan tsb 'terputus di tengah' sekitar 25 cm. Bagi peminat arsitektur bangunan sipil, bangunan jembatan ini mestinya menjadi bahan studi yang berharga. (Added by Puad Hasan Dipaleksana -- LPPM 'Putra Galuh')