Galotanin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Corilagin salah satu contoh galotanin

Galotanin adalah polimer dari asam galat, yaitu rantai molekul asam galat yang saling terkait dengan asam galat lain serta dengan sukrosa dan gula lainnya.[1]Galotanin banyak terdapat pada mangga dan berfungsi sebagai antioksidan.[2]

Banyak galotanin yang sangat menghambat pertumbuhan tanaman karena galotanin dapat mendenaturasi (melepas ikatan protein) protein seperti enzim.[1] Ketahanan tumbuhan yang mengandungnya mungkin karena galotanin diangkut ke vakuola dan di situ mereka tidak dapat merombak enzim sitoplasma.[1] Galotanin termasuk tanin hidrolisis (en:hydrolizable tannin) yaitu tanin yang mudah terpotong menghasilkan asam galat dengan perlakuan pengenceran dengan asam, berbeda halnya dengan tanin kondensasi (en:Condensed tannin) yang tidak mudah terpotong.[2]


Fungsi[sunting | sunting sumber]

Galotanin dan khususnya tanin lain digunakan secara komersial untuk menyamak kulit, karena mereka memotong dan mendenaturasi protein .[1] Selain itu, sebagai tanin hidrolisis, galotanin dapat mengikat dan mengendapkan protein kolagen pada kulit binatang sehingga mencegah pembusukan oleh bakteri.[2] Galotanin bertindak sebagai senyawa alelopati, menghambat pertumbuhan spesies lain yang tumbuh di sekitar tumbuhan yang mengandung dan melepaskan galotanin. Tanin lainnya tersebar luas di dalam tumbuhan dibandingkan galotanin dan fungsi utamanya adalah melindungi tumbuhan terhadap serangan bakteri dan fungi.[1] Meskipun demikian, tanin hapir pasti bertindak sebagai zat yang menyebabkan berbagai herbivora (hewan pemakan tumbuhan} tidak mau memakan tumbuhan yang mengandungnya, sebagian karena sifat astringensinya (kemampuan mengkerutkan mulut) dan sebagian karena menghambat pencernaan dan penggunaan makanan.[1]


Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
  2. ^ a b c (Inggris)Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN-13: 978-1-4051-2509-3