Gema Nurani Televisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari GNTV)
Langsung ke: navigasi, cari

Gema Nurani Televisi (GNTV) adalah salah satu stasiun televisi lokal di Indonesia yang menyelenggarakan siaran di Kota Malang, Jawa Timur. GNtv mengudara sejak tahun 2002 hingga 2005.

[sunting] Sejarah

Pada awalnya, GNTV & Batu TV merupakan dua stasiun televisi lokal pertama di Malang raya yang berhasil mengudara. Setelah itu, mengudara ATV (Argopolitan Televisi) milik pemerintah Kota Batu, dan sekitar 2 tahun kemudian berdiri 2 stasiun televisi lokal lainnya.

GNtv berawal dari Jakarta, berkantor di Plasa 3 Pondok Indah, Jakarta Selatan. GNtv memulai kegiatan operasinya pada pertengahan tahun 2000. Pada saat itu masih bernama WGN-TV (World Good News Television / Wahana Gema Nurani Televisi) yang merupakan salah satu channel pada siaran televisi satelit Indovision. Namun, siarannya hanya bertahan beberapa bulan.

WGN pada saat awal berdirinya dikomandani oleh Abraham Gustafa sebagai General Manager, Meirvon Kawatu sebagai Manager Finance, Wishnu Hendroyono sebagai Penanggung Jawab Program & Teknik, Kristian sebagai Sales Koordinator, Didik Julaidi sebagai Program, Rully Sasmita sebagai administrasi & Mohan sebagai staff. Mereka akhirnya mengubah nama akte perusahaan menjadi WGNG-TV (Wahana Gema Nurani Gaharu Televisi) untuk mengadakan beberapa pembenahan pada struktur organisasi perusahaan tersebut. Pada saat yang sama, beberapa nama baru bergabung dengan perusahaan ini, antara lain Andy Atis Manuhutu, Bivi Edo, Sihar Siagian, Avona Yonarita Tumanggor, Hendry, Saul, Lisbowo.

Dengan demikian struktur organisasi maka WGNG-TV berubah menjadi:

  • Senior Manager Marketing : Andy Atis Manuhutu
  • Senior Manager Administrasi & Finance : Meirvon Kawatu
  • Manager Program & Teknik : Wishnu Hendroyono
  • Manager Sales & Promosi : Kristian
  • Program : Didik Julaidi, Lisbowo
  • Sekretaris Managers : Avona Yonarita Tumanggor
  • Design Grafis/3D artist : Hendry & Saul
  • Sales : Sihar Siagian
  • Promosi : Bivi Edo Panggabean.

Setelah beberapa bulan, melihat perkembangan yang terjadi dan melihat diperlukannya seorang General Manager, maka pada tahun 2001 bergabung Ferdo Raturandang dengan posisi sebagai General Manager.

Setelah berusaha untuk mendapatkan frekuensi siaran di daerah Jakarta raya sekitar 1 tahun dan tidak berhasil, juga kondisi perusahaan yang sulit sekali untuk terus survive, perusahaan memberhentikan (merumahkan) hampir seluruh karyawannya.

Pada awal tahun 2002, bergabunglah Welly Sumardi sebagai Penanggung Jawab Teknik manggantikan Wishnu Hendroyono yang pada saat itu akhirnya memutuskan untuk keluar karena akan bergabung dengan Pacific televisi (sebuah stasiun televisi lokal untuk daerah Manado, Sulawesi Utara) dan seiring dengan arus kebijakan pemerintah untuk memajukan industri televisi lokal, maka WGNG-TV mendapatkan alokasi frekuensi siaran di daerah Malang raya. Akhirnya, di tahun yang sama, WGNG-TV mengudara di daerah Malang raya pada channel 26 UHF dan mengubah nama station id menjadi GNtv.

GNtv awalnya menggunakan pemancar dengan kekuatan sekitar 150 kW, peralatan seadanya, dan bangunan pemancar yang masih menumpang di kantor Batu-TV. Pada saat itu GNtv yang diawaki oleh Subagyo, Mohan, Lisbowo, Avona, dan Kristian mengudara sampai sekitar 4 bulan lamanya. Sekitar tahun 2003, GNtv memutuskan untuk memindahkan pemancar dan menambah daya kekuatan pancar sampai 1000 kW. Dengan usaha tersebut, GNtv sempat merupakan salah satu staisun televisi yang cukup disegani di daerah Malang dikarenakan kualitas siarannya yang baik secara teknis. GNtv mengudara mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 20.00 dan 85% siarannya masih merupakan siaran relay dari salah satu channel di Indovision.

Dikarenakan kondisi keuangan yg makin sulit dan kondisi persaingan stasiun televisi lokal di Malang raya yang pada saat itu sampai berjumlah 5 stasiun televisi lokal, maka GNtv pun tidak dapat bertahan untuk terus beroperasi. Setelah tahun 2004, pemilik GNtv (Rudy Lumenta) memutuskan untuk menjual GNtv kepada pihak lain atau berusaha bekerjasama. Falcom, yang pada saat itu merupakan vendor peralatan siar GNtv, berusaha untuk melakukan merger, dengan berusaha membeli saham GNtv. Namun, tidak ditemukan kata sepakat, terutama dikarenakan proses pengakuisisian GNtv oleh Falcom mengalami tentangan dari karyawan-karyawannya. Akhirnya Falcom pun mundur. Dalam keadaan yang sudah amat darurat dan kondisi perusahaan yang sudah tidak sanggup untuk terus beroperasi lagi, maka sebagian besar karyawan GNtv Malang akhirnya mengundurkan diri dan dikeluarkan.

Proses "penjualan" yang berlangsung lama dan berlarut-larut membuat kondisi semakin memburuk. Beberapa perusahaan dari Malang maupun luar Malang memperlihatkan minat untuk membeli GNtv. Pada tahun 2005 GNtv diresmikan bubar, seiring dengan dibelinya frekuensi dan pemancar GNtv oleh sebuah organisasi pesekutuan umat Buddha dan sejak saat itu GNtv dinyatakan. Sejak April 2005, alokasi saluran frekuensinya digunakan oleh Dhamma TV.

Akun
Ruang nama

Varian
Tindakan
Navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan