Fungsionalisme (filsafat budi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Fungsionalisme adalah teori budi dalam filsafat kontemporer yang dikembangkan sebagai alternatif dari teori identitas dan behaviourisme. Menurut teori ini, keadaan budi seperti kepercayaan, kehendak, dan rasa sakit hanya terdiri dari peran fungsionalnya - atau hubungan sebab-musababnya dengan keadaan budi lain, input indera, dan output perilaku.[1] Fungsionalisme berbeda dari dualisme Descartes yang mendukung keberadaan substansi budi dan fisik yang terpisah, dan behaviourisme dan fisikalisme yang hanya mengakui keberadaan substansi fisik, karena fungsionalisme hanya terkait dengan fungsi otak yang efektif melalui pengorganisasiannya.

Karena keadaan budi diidentifikasikan berdasarkan peran fungsionalnya, keadaan-keadaan budi direalisasikan dalam berbagai tingkatan; dalam kata lain, keadaan-keadaan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai sistem seperti komputer selama sistem tersebut menjalankan fungsinya.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Block, Ned. (1996). "What is functionalism?" a revised version of the entry on functionalism in The Encyclopedia of Philosophy Supplement, Macmillan. (PDF online)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]