Feminisme kegemukan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagian dari seri
Feminisme

Subtipe
Ekofeminisme
Feminisme anarki
Feminisme bionik
Feminisme budaya
Feminisme kegemukan
Feminisme hitam
Feminisme individualis
Feminisme keagamaan
Feminisme lesbian
Feminisme liberal
Feminisme Marxis
Feminisme pasca-modern
Feminisme psikoanalitis
Feminisme radikal
Feminisme separatis
Feminisme sosialis


Topik
Feminisme positif seks
Gerakan feminis
Hak perempuan / Hak suara
Pro-feminisme
Sejarah feminisme
Teori / Teori film


Daftar
Literatur
Tokoh feminis
Topik


Sejarah
Gelombang feminisme kedua

Feminisme kegemukan atau feminisme positif kegemukan merupakan salah satu bentuk feminisme yang memperdebatkan bahwa wanita yang gemuk sering menerima diskriminasi baik secara ekonomi, pendidikan, dan sosial akibat bentuk tubuh mereka. Oleh karena itu, mereka menyerukan agar semua wanita diperlakukan sama tanpa melihat perbedaan berat badan. Feminisme kegemukan bermula pada masa feminisme gelombang kedua, dan tidak mencapai arus utama sampai baru-baru ini. Meski kerap kali dihubungkan dengan gerakan untuk menerima kegemukan, para feminis penganut paham ini memfokuskan diri pada perempuan yang kerap mengalami diskriminasi akibat ukuran tubuh mereka.

Sekilas[sunting | sunting sumber]

menurut Monica Persson, lebih dari 56 persen perempuan yang mengalami kegemukan menjawab bahwa mereka telah diperlakukan tidak hormat oleh para konselor kesehatan mereka, dan sebanyak 46 persen menyatakan bahwa konselor kesehatan mereka tidak nyaman dengan perempuan yang memiliki berat badan berlebih.

Para feminist ini berpendapat bahwa kemungkinan bagi perempuan untuk mengalami diskriminasi meningkat secara relatif seiring dengan ukuran tubuh mereka; perempuan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar ketimbang ukuran perempuan pada umumnya akan terjerat pada sebuah siklus kemiskinan ayam atau telur dan diskriminasi sosial.

Hal yang juga diperdebatkan adalah diskriminasi ukuran yang dihubungkan dan dapat serupa dengan rasisme, seksisme dan ageisme. Secara biologis, perempuan cenderung untuk memiliki lemak tubuh lebih banyak ketimbang laki-laki, ini juga memperlihatkan sebuah pandangan bahwa diskriminasi ukuran lebih berpengaruh terhadap perempuan ketimbang laki-laki. Diskriminasi ukuran kerap dihubungkan dengan rasisme, dan beberapa menyebutkan bahwa ukuran dipengaruhi oleh ras seseorang. Argumen yang diajukan oleh para ageist menyatakan bahwa perempuan mengalami peningkatan berat badan akibat proses yang alami seiring dengan bertambahnya usia mereka, terutama setelah kelahiran anak.

Tokoh-tokoh feminis kegemukan[sunting | sunting sumber]

  • Toni Cassista
  • Sara Fishman
  • Judy Freespirit
  • Lee Martindale
  • Lynn McAfee
  • Susie Orbach
  • Karen Stimson
  • Mary Evans Young

Lihat pula[sunting | sunting sumber]