Fathiyah (Musim 2)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Fathiyah 2
Poster191poster bg.jpg
Jumlah episode 30
Siaran
Saluran asal MNCTV
Pertama tayang Senin, 22 Oktober 2012 – Rabu, 21 November 2012
Kronologi Musim
← Sebelumnya
Fathiyah
Berikutnya →
Tamat

Fathiyah Musim 2 adalah sebuah sinetron yang ditayangkan di MNCTV, dan diproduksi MD Entertainment. Sinetron yang merupakan kelanjutan dari Fathiyah.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Seorang remaja putri yang lugu, baik hati, dikucilkan oleh orang-orang di hutan tempat tinggalnya karena dianggap berbeda. Ia dianggap tidak mengetahui aturan karena tidak mempunyai ayah dan ibu yang mendidiknya. Oleh karena itu, ia sedih dan ingin tahu siapa ayah ibunya. Saat ia sedang berdoa sambil menatap langit, tiba-tiba sebuah botol jatuh dari langit. Botol itu sebenarnya botol yang dibuang oleh Fahri (Evan Sanders), pemuda keren dan kaya raya yang sedang terjun parasut di atas wilayah hutan tempat tinggalnya.

Remaja Putri ini menganggap botol tersebut merupakan botol keramat yang dapat membantu menemukan siapa orang tuanya sehingga ia selalu membawa botol tersebut. Tanpa sengaja, ia malah bertemu dengan Fahri yang tersangkut di dahan pohon. Pada pertemuan pertama, mereka langsung bertengkar sehingga ia pergi dengan membawa botol yang ternyata berisi cincin dari Amanda (Dinda Kanya Dewi), kekasih Fahri yang berwatak angkuh dan sombong. Kemudian ia bertemu dengan lima orang anak, Deden (Ezel), Ohan (Syahfiqar), Ogeng (Dareen), Pepi (Rendy Asmara), dan Noni (Quinlin) ketika menolong mereka yang hampir jatuh ke dalam jurang. Karena telah menyelamatkan mereka, Noni memberinya nama Fathiyah (Aryani Fitriana). Fathiyah kemudian mengantar Deden dan adik-adiknya pulang ke desa. Setibanya di desa, Fathiyah membuat kerusuhan di sebuah acara pernikahan seorang juragan bernama Didin, ayah kelima anak itu. Juragan tersebut meninggal karena serangan jantung. Maura (istri baru Didin) dan ibunya geram saat tahu bahwa harta warisan Didin baru bisa mereka dapat setelah Deden berusia 21 tahun.

Maura (Gracia Indri) dan Reni (Yurike Prastika) ternyata memperlakukan anak-anak Didin dengan tidak baik. Fathiyah dan Deden beserta adik-adiknya memutuskan pergi ke Jakarta untuk mencari ibu kandung mereka. Di Jakarta, mereka bertemu seorang nenek bernama Saliha (Marina SS), seorang nenek baik hati dan kaya raya yang ternyata merupakan neneknya Fahri. Saliha kaget melihat Fathiyah karena wajahnya sangat mirip dengan wajah anak perempuannya yang telah meninggal. Saliha lantas mengajak Fathiyah dan lima bersaudara tinggal di rumahnya. Fahri yang mengetahui itu menjadi kesal. Keadaan bertambah rumit ketika Maura dan Reni juga tinggal di sana.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]