Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Fakultas Kedokteran
Rumpun Ilmu Kesehatan
Universitas Indonesia
Lambang Makara FK UI
Signature FK UI [1]
Moto Medical Education and Research Excellent for Humanity[2]
Moto dalam bahasa Indonesia Pendidikan Kedokteran Unggulan Berbasis Penelitian untuk Kemanusiaan.[2]
Didirikan 2 Januari 1849 (Bernama Dokter-Djawa School)[3]
Jenis Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum[4]
Dekan Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K)
Staf akademik 822 (2010)[5]
Jumlah mahasiswa 4203 (Genap 2013)[6]
Sarjana

1077 (Genap 2013)[7]

1146 (Genap 2012)[3]
Magister
Doktor 350 (Genap 2013)[6]
Lokasi Depok, Jawa Barat, Indonesia
Kampus

Kampus Urban
Alamat

Luas lahan:

Guru Besar Aktif 71 (2015)[11]
Warna Hijau Tua
    
Atletik Estafet
Olahraga Voli, Futsal, Basket, Tenis, Tenis Meja, Catur, Renang
Julukan Kontingen FK UI
Afiliasi
Situs web http://www.fk.ui.ac.id/
FK-UI.png
Bendera FK UI
DEPARTEMEN
Pre-Klinik
Klinik
PUSAT PENELITIAN
Pusat Riset
  • Pusat Penelitian dan Layanan Kesehatan Teknologi Kedokteran Sel Punca
  • Pusat Penelitian dan Layanan Kesehatan Kedokteran Transfusi
  • Pusat Penelitian dan Layanan Kesehatan Virologi dan Kanker Patobiologi
  • Pusat Penelitian dan Layanan Pendidikan Silent Mentor
  • Pusat Penelitian dan Layanan Kaji Obat
  • Pusat Penelitian dan Layanan Kesehatan Reproduksi dan Infertilitas
  • Pusat Penelitian dan Pengembangan Terpadu Penyakit Infeksi dan Kesehatan Tropis (CRID-TROPHID)
Grup Riset
  • Ilmu Kedokteran Olahraga
  • Penyakit Metabolik-Degeneratif
  • Penyakit Infeksi dan Imunologi
  • Reproduksi dan Infertilitas
  • Ilmu Gizi
  • Kedokteran Okupasi
  • Uji Klinis dan Pengembangan Obat
  • Kanker dan Genetik
  • Neurologi dan Perkembangan Otak
  • Sel Punca dan Rekayasa Jaringan.
KERJA SAMA
Rumah Sakit Mitra
PS Kedokteran yang diampu oleh FK UI
JALUR PENERIMAAN
PROGRAM PENDIDIKAN
SARJANA
(S1)
dan
PROFESI DOKTER (dr.)[12]
MAGISTER
(S2)
DOKTOR
(S3)
SIMAK UI
MAHASISWA ASING
(S1, S2, S3)
TINGKAT SELEKTIVITAS/KEKETATAN
S1 Pendidikan Dokter
(Reg)

SNMPTN

SBMPTN

SIMAK UI

S1 Pendidikan Dokter
(KKI)

Talent Scouting

SIMAK UI

Situs Resmi Penerimaan UI
Gedung Medische Hogeschool (Sekolah Tinggi Kedokteran), kini gedung FK UI, tahun 1937
Gedung FK UI tahun 2011

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau dikenal sebagai FK UI merupakan salah satu sekolah kedokteran di Indonesia. FK UI memiliki dua kampus utama yaitu Kampus Salemba dan Kampus Depok yang terletak di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK). Fakultas Kedokteran UI merupakan bagian dari kelompok fakultas-fakultas rumpun ilmu kesehatan. Saat ini, FK UI dipimpin oleh Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K). FK UI menyelenggarakan pendidikan dokter pada tingkat Sarjana, Profesi Dokter, Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) (Sp-1), Magister (S2), dan Doktor (S3). FK UI merupakan fakultas kedokteran tertua di Indonesia.[17]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

FK UI pada zaman kolonial Belanda[sunting | sunting sumber]

Sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) tidak lepas dari sejarah pendidikan dokter di Indonesia yang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Adapun momentum pendidikan kedokteran di Indonesia lahir pada tanggal 2 Januari 1849 melalui Keputusan Gubernemen No. 22. Ketetapan itu menjadi titik awal penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie), yang ketika itu dilaksanakan di Rumah Sakit Militer. Selang dua tahun, Dokter Djawa School hadir memenuhi kebutuhan tenaga dokter yang dimulai tahun 1851. Walaupun lulusan tersebut diberi gelar Dokter Djawa, sayangnya lulusan sekolah tersebut hanya dipekerjakan sebagai mantri cacar. Nyaris 10 tahun lamanya dokter-dokter Indonesia harus menunggu untuk memperoleh wewenang lebih dari sekadar mantri cacar.[3]

Pada tahun 1864, lama pendidikan kedokteran diubah menjadi 3 tahun dan lulusan yang dihasilkan dapat menjadi dokter yang berdiri sendiri, meskipun masih di bawah pengawasan dokter Belanda. Sejarah kembali bergulir dan mencatat pertambahan waktu studi dokter Indonesia. Tahun 1875, lama pendidikan dokter menjadi 7 tahun termasuk pendidikan bahasa Belanda yang dijadikan sebagai bahasa pengantar. Lebih dari 20 tahun kemudian, 1898, barulah berdiri sekolah pendidikan kedokteran yang disebut STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen). Para alumni ketika itu disebut Inlandse Arts.

Lama pendidikan kembali bertambah menjadi 9 tahun pada tanggal 1 Maret 1902, sekaligus mengiringi berdirinya gedung baru sekolah kedokteran di Hospitaalweg (sekarang Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh 26). Masa pendidikan 9 tahun tersebut dibagi menjadi 2 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran. Baru setahun berselang, sejarah kembali mencatat banyak hal. Waktu studi kedokteran kembali bertambah, kali ini menjadi 10 tahun, bersamaan dengan disempurnakannya organisasi STOVIA pada tahun 1913. Adapun 10 tahun masa studi ini terdiri dari 3 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran. Nama alumni juga berubah menjadi Indische Arts pada waktu itu. Masih pada tahun yang sama, dibuka sekolah kedokteran dengan nama NIAS (Nederlands Indische Artsenschool) di Surabaya.

Untuk memantapkan kualitas lulusan dalam hal praktek, pada akhir tahun 1919, didirikan Rumah Sakit Pusat CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekenhuis, sekarang disebut RS Ciptomangukusumo/RSCM) yang dipakai sebagai rumah sakit pendidikan oleh siswa STOVIA.

Kampus dengan dominasi warna putih yang ada saat ini tercatat selesai dibangun pada tanggal 5 Juli 1920. Pada tanggal yang sama pula seluruh fasilitas pendidikan dipindahkan ke gedung pendidikan yang baru di Jalan Salemba 6 sekarang.

Asa kembali membuncah di kalangan intelek kedokteran di Indonesia ketika pendidikan dokter diresmikan menjadi pendidikan tinggi dengan nama Geneeskundige Hooge School (GHS) pada tanggal 9 Agustus 1927. Yang menarik, sampai periode 1927, syarat pendidikan agar dapat mengikuti pendidikan dokter hanya setingkat SD. Barulah setelah GHS berdiri, syarat pendidikan menjadi setingkat SMA (ketika itu disebut Algemene Middelbare School atau AMS dan Hogere Burger School atau HBS).

Pada masa itu, STOVIA dan NIAS tetap ada namun periode pendidikan kembali menjadi 7 tahun dengan penghapusan masa perkenalan selama 3 tahun. Konsekuensinya, lulusan yang dapat diterima di kedua sekolah tersebut tidak boleh lebih rendah dari tingkat MULO (Meer Uitgebreid Lager Onder-wijs) bagian B.

Pada tanggal 8 Maret 1942, tanpa diduga-duga masa kolonialisme Belanda di Indonesia berakhir. Ketika itu, Belanda bertekuk lutut di bawah kaki tentara Jepang, sekaligus menandai masa pendudukan Jepang di Indonesia.

FK UI pada zaman Jepang[sunting | sunting sumber]

Kontroversi pun terjadi di kalangan mahasiswa kedokteran. Sebagian menyambut, sebagian lainnya menentang negara Asia Timur itu. Dua mahasiswa GHS, Soedjatmoko dan Soedarpo memilih untuk menunggu, sementara massa lainnya dipimpin oleh Chairul Saleh dan Azis Saleh pergi ke Tangerang untuk menyambut kedatangan Jepang. Meski demikian, kelompok mahasiswa itu tetap bersatu untuk menjamin berdirinya sekolah kedokteran.

Adalah inisiatif seorang mahasiswa NIAS bernama Soejono Martosewojo yang memampukan sekolah kedokteran dapat kembali berdiri setelah sempat ditutup selama 6 bulan. Dengan dibantu perwakilan mahasiswa Jakarta-Surabaya serta didampingi oleh Dr. Abdul Rasjid dan beberapa dosen, Soejono mengajukan penggabungan konsep kurikulum eks-GHS dan eks-NIAS. Prof. Ogira Eiseibucho yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pemerintah Militer Jepang, menyetujui proposal tersebut.

Menindaklanjuti hal tersebut, komite pendidikan segera dibentuk, selain untuk mengembangkan kurikulum pendidikan kedokteran, juga mempromosikan staf pengajar untuk menjadi dosen, asisten dosen, dan guru besar. Komite itu beranggotakan antara lain Prof. Dr. Achmad Mochtar, Prof. Dr. M. Sjaaf, Prof. Dr. Asikin Widjajakoesoemah, Prof. Dr. Hidayat, dan Prof. Dr. Soemitro, dengan Dr. Abdul Rachman Saleh sebagai sekretaris.

Bersamaan dengan itu, terbentuk pula komite yang terdiri dari mahasiswa Jakarta, di antaranya Koestedjo, Kaligis, dan Imam Soedjoedi, serta mahasiswa Surabaya, misalnya Eri Soedewo, Soejono, Aka Gani dan Ibrahim Irsan. Komite ini mengembangkan rencana untuk menggabungkan eks-GHS dan eks-NIAS menjadi sekolah kedokteran dengan lama pendidikan 5 tahun. Penyesuaian penerimaan siswa pun dilakukan untuk menunjang sistem pendidikan tersebut.

Akhirnya pada tanggal 29 April 1943, sekolah kedokteran bernama Ika Daigaku dibuka sebagai hadiah dari pemerintah Jepang untuk Indonesia, dengan Prof. Itagaki sebagai dekan fakultas.

FK UI pasca-kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Gegap gempita kemerdekaan RI menjadi penghantar berubahnya nama sekolah kedokteran. Pemerintah Indonesia menggabungkan Ika Daigaku ke dalam Balai Perguruan Tinggi RI dan mengubah namanya menjadi Pendidikan Tinggi Kedokteran. Setelah Indonesia mendapat kemerdekaan penuh pada akhir tahun 1940-an, pemerintah mengambil alih sekolah kedokteran yang didirikan Belanda, Geneeskundige Faculteit Nood Universiteit van Indonesia, dan menggabungkannya dengan Pendidikan Tinggi Kedokteran. Gabungan ini kemudian diberi nama baru, yaitu Fakultas Kedokteran yang berada di bawah naungan Universitas Indonesia pada 2 Februari 1950.

Pada masa itu (era 1950-an), terdapat 28 jenis mata pelajaran dan bagian di FK UI, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 288 orang dan masih terdapat beberapa orang dosen Belanda. Sebagian besar mata pelajaran juga masih diberikan dalam bahasa Belanda. Sarana pendidikan yang ada meliputi Kompleks Salemba 6, Kompleks Pegangsaan Timur 16, Rumah Sakit Umum Pusat dan Rumah Sakit Raden Saleh.

Berkas sejarah tidak diketahui sebagian besar orang sejak masa itu. Beruntung ada Perhimpunan Sejarah Kedokteran Indonesia (Persekin) atau Indonesian Medical History Association yang mendalami mengenai perjalanan kaum intelektual medis di negeri ini. Selain itu ada pula Komunitas Prapatan 10 yang merupakan gabungan alumni fakultas kedokteran dan farmasi pada era sekolah pendidikan masih bernama Ika Daigaku dan Yakugaku. Adapun Prapatan 10 diambil dari nama asrama yang memang berlokasi di Jalan Prapatan No.10, Jakarta.

Yang menggelitik dari komunitas ini ialah jejak langkah para alumni yang mencetak sejarah tersendiri. Pada era penjajahan Jepang dengan sekolah kedokteran bernama Ika Daigaku, beberapa mahasiswa justru bergabung dengan kelompok eks NIAS di Surabaya dan eks GHS di Jakarta. Tidak hanya itu, sebagian alumni juga tidak melengkapi pendidikan hingga menyandang gelar dokter atau ahli farmasi, namun aktif menjalani profesi dalam bidang lain, seperti militer, diplomasi, ataupun pegawai pemerintahan. Bahkan, pada masa perang kemerdekaan 1945-1949, hampir semuanya rela berkorban jiwa dan raga hingga harus gugur di medan perang demi terwujudnya proklamasi 17 Agustus 1945.

FK UI 1955 - 2005[sunting | sunting sumber]

Modernisasi merambah kaum intelektual medis di Indonesia pada tahun 1946 dengan waktu studi kedokteran selama 7 tahun. Dibukanya Nood Universiteit van Indonesia menjadi gema pertama yang menandai dimulainya era modern tersebut, dilanjutkan dengan berdirinya Perguruan Tinggi Kedokteran Universitas Gajah Mada di Klaten tahun 1949. Uniknya, walau tercatat kurikulum resmi selama 7 tahun, mahasiswa dibebaskan untuk menentukan sendiri lama masa studinya. Bahkan, bila sang siswa telah siap ujian, tanggal ujian pun dapat ia tentukan sendiri. Tak heran bila periode ini disebut sebagai masa studi bebas (free study atau vrije studie).

Selang beberapa waktu kemudian, Indonesia terpaksa menelan pil pahit kekurangan tenaga pengajar medis setelah dipulangkannya banyak staf pendidikan kedokteran bangsa Belanda pascakemerdekaan. Pendekatan dengan University of Carolina San Fransisco (UCSF) pun dilakukan oleh Prof. Sutomo demi mengatasi masalah ini. Akhirnya, setelah negosiasi panjang selama bertahun-tahun, kurikulum baru dapat disusun dengan bantuan UCSF pada tanggal 12 Maret 1955. Adapun kurikulum ini memiliki lama studi selama 6 tahun dan disebut dengan studi terpimpin (guided study).

Sistem pendidikan baru tersebut terdiri dari 1 tahun pelajaran premedik, 2 tahun pelajaran preklinik, 2 tahun pelajaran klinik, dan 1 tahun internship. Pada sistem kurikulum tersebut, memasuki tahun ke-4, mahasiswa akan menjalani rotasi klinik di Departemen IPD dan IKB masing-masing selama 12 minggu; Departemen Obsgin, IKA, dan Psikiatri-Neurologi selama masing-masing 8 minggu. Setelah lulus dari masa klinik, mahasiswa akan menjalani internship yang ketika itu dibagi menjadi dua, setengah tahun bidang medisch dan setengah tahun sisanya bidang chirurgisch. Yang menarik, internship seluruhnya dianggap sama dengan ujian dokter bagian II sehingga pada akhir tahun ke-6 tidak perlu diadakan ujian lagi. Para siswa akan memperoleh surat keterangan dari pihak yang diberi kuasa yang menyatakan bahwa ia telah menjalani internship “dengan memuaskan, sudah cukup untuk pemberian ijazah dokter.”

Metode pengajaran tersebut bertahan selama kurang lebih 27 tahun. Sejarah kembali ditorehkan pada tahun 1982, ketika Consortium of Health Sciences (CHS) menerbitkan KIPDI 1. Hal-hal yang ditetapkan dalam KIPDI I tersebut sontak diterapkan departemen-departemen, yakni mengenai tujuan instruksional umum (TIU atau General Instructional Objectivesi/GIO) dan tujuan perilaku khusus (TPK atau Spesific Behavioral Objectives/SBO). TPK sendiri pada prinsipnya merupakan kurikulum yang diterapkan sejak tahun 1955.

Discipline based-curriculum kemudian menjadi penjuru sistem pendidikan kedokteran masing-masing departemen, yang berpedoman pada KIPDI 1 dengan pendekatan aspek kognitif, psikomotor, dan sikap.

Seakan terus berupaya mengembangkan sistem baku pendidikan kedokteran di Indonesia, CHS kembali menerbitkan KIPDI 2 pada tahun 1994, yang memaparkan dengan jelas mengenai Kerangka Konsep dan Orientasi Pendidikan. FK UI segera mengadopsi KIPDI 2 yang bersifat integrated and active learning tersebut dengan menyusun Kurikulum Fakultas yang pertama kalinya bersifat terintegrasi. Sayangnya, baru 3 semester kurikulum itu berjalan, yaitu tahun 1995-1997, sistem pendidikan kembali berubah di kampus ini. Adalah peralihan kepemimpinan yang memungkinkan hal itu tejadi. Pihak pimpinan FK UI ketika itu memutuskan untuk kembali ke kurikulum lama yang bersifat departemental dan pembelajaran pasif. Dengan demikian, sistem pendidikan kembali menjadi traditional curriculum atau department/ discipline based-lecturing. Ironisnya, ketika itu, Fakultas Kedokteran di Singapura justru mulai menerapkan kurikulum terintegasi tersebut.

Memasuki milenium baru dan tantangan globalisasi yang semakin merambah dunia medis membuat FK UI bergegas membenahi diri. Puncaknya, pada tahun 2000, fakultas ini mendapat hibah kompetisi QUE P yang lantas menjadi lokomotif perubahan kurikulum. Hasilnya adalah Kurikulum Fakultas 2005 yang menggebrak berbagai sistem lama serta menghasilkan perubahan struktur organisasi sekaligus tata nilai di FK UI. Yang dimaksud adalah perubahan paradigma dan pola pikir. Sebelumnya, seorang pakar yang dianggap memiliki keterampilan tertinggi seakan diberi beban untuk memberi kuliah bagi mahasiswa. Sejak adanya Kurfak yang merampingkan jam kuliah ini, filosofi itu lambat laun memudar. Kurikulum tersebut menuntut staf pengajar untuk bertindak sebagai fasilitator (sama dengan sebutan tutor di fakultas kedokteran lain) yang menjadi elemen penting dalam pendidikan dokter. Dengan demikian, menjadi staf pengajar tidak lagi identik dengan terbebani menyiapkan kuliah dan menjejali berupa-rupa ilmu kepada mahasiswa, tetapi berpartisipasi dalam mencetak dokter-dokter unggul yang berjiwa kritis, kreatif, dan inovatif. Akhirnya, sejarah mencatat kali kedua disusunnya kurikulum terintegrasi di kampus ini. Sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) FK UI, Kurfak 2005 yang kini disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi FK UI 2005 dibakukan dan diterapkan hingga 2011.

FK UI 2005 - saat ini[sunting | sunting sumber]

Manajemen pengelolaan FK UI terus berbenah dengan persiapan internasionalisasi FK UI menjadi sekolah kedokteran riset berkelas dunia. Hal ini ditandai dengan penutupan program diploma yang ada di FK UI dan perbaikan fasilitas di segala bidang. Perbaikan dimulai dari penyempurnaan kurikulum fakultas kedokteran (Kurfak 2012) dengan penekanan kepada interprofesional learning yaitu pola pembelajaran interprofesional antara fakultas-fakultas rumpun ilmu kesehatan.

Sejalan dengan itu, UI membangun gedung rumpun ilmu kesehatan sejak 2011. Pembangunan gedung rumpun ilmu kesehatan dimaksudkan untuk menyinergikan dan memperkuat kerumpunan ilmu-ilmu kesehatan yang ada di Universitas Indonesia. Selain itu, pendirian rumah sakit pendidikan Universitas Indonesia yang ada di lingkungan kampus UI Depok sebagai sarana praktikum mahasiswa rumpun ilmu kesehatan. Dengan ditandai selesainya pembangunan gedung Rumpun Ilmu Kesehatan pada 2013, perkuliahan mahasiswa program sarjana pendidikan dokter UI yang sebelumnya berada di Salemba, dipindahkan pada kampus UI Depok mulai angkatan (tahun masuk) 2013.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan penelitian di Indonesia, FK UI membangun gedung Medical Education and Research Center (MERC) di area kampus UI Salemba. Pendirian gedung pusat pendidikan riset ini dimulai 5 Februari 2015 diharapkan mampu menyediakan sarana riset pendidikan kedokteran sekaligus fasilitas penelitian yang terdepan di Indonesia. Walaupun demikian, pembangunan gedung MERC FK UI ini tidak mengubah wajah kampus UI Salemba, FK UI tetap mempertahankan kekhasan bangunan gedung fakultas kedokteran yang sudah dikenal sejak lama.

Jejak langkah FK UI tidak berhenti sampai di sini. Dengan semangat yang sama seperti saat berdirinya dulu, semangat perjuangan kampus ini tak pernah padam untuk menggojlok, menata apik, serta mempercantik sistem pendidikan kedokteran demi mencetak dokter-dokter unggul kebanggaan bangsa. Karena bagi fakultas ini, kesehatan paripurna rakyat Indonesia akan terus diperjuangkan sampai kapan pun.

Dekan Fakultas[sunting | sunting sumber]

Sejarah yang panjang mencatat FK UI sebagai salah satu fakultas tertua di Indonesia.[17]. Hal ini tak lepas peran besar para pendiri dan pengelola kampus untuk membangun kesehatan di Indonesia. Mereka adalah para dekan yang mengabdikan dirinya berbakti bagi nusa dan bangsa. Dari kontribusinya, FK UI masih tetap hadir menjadi institusi terdepan dalam memperjuangkan kesehatan paripurna di Indonesia.

No Nama Dekan Asal Departemen Periode Masa Bakti Keterangan Referensi
Tahun Mulai Tahun Selesai
1 Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K) Departemen Ilmu Kesehatan Mata II 2013 2017 Masih menjabat [18]
I 2012 2013 Diperpanjang [19]
2008 2012 - [18]
2 Prof. Dr. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K), FCC Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi - 2004 2008 - [20]
3 Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Ph.D,, SpPD, KGEH Departemen Ilmu Penyakit Dalam II 2000 2004 - [21]
I 1996 2000 - [22]

Departemen[sunting | sunting sumber]

FK UI memiliki 33 departemen yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Pre-Klinik sebanyak 15 Departemen, dan kelompok Klinik sebanyak 18 Departemen. Setiap departemen terdapat staf pengajar, guru besar yang ahli di bidangnya. Departemen juga mengelola program pendidikan spesialisasi keilmuan tertentu di bidang kedokteran.

Pre-Klinik[sunting | sunting sumber]

Departemen preklinik adalah departemen ilmu-ilmu dasar kedokteran. Departemen-departemen tersebut berperan dalam membentuk fondasi pemahaman dasar ilmu kedokteran bagi mahasiswa.

  1. Departemen Anatomi
  2. Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler
  3. Departemen Biologi Kedokteran
  4. Departemen Farmakologi dan Terapeutik
  5. Departemen Fisika Kedokteran
  6. Departemen Fisiologi Kedokteran
  7. Departemen Histologi
  8. Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran
  9. Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas
  10. Departemen Kimia Kedokteran
  11. Departemen Mikrobiologi
  12. Departemen Parasitologi
  13. Departemen Patologi Anatomik
  14. Departemen Pendidikan Kedokteran
  15. Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga

Klinik[sunting | sunting sumber]

Departemen klinik merupakan departemen yang mendidik mahasiswa klinik. Sebagian besar departemen berlokasi di RSU Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo yang merupakan rumah sakit pusat rujukan nasional. Departemen lain seperti Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler terletak di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, yang merupakan Pusat Jantung Nasional, sedangkan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi terletak di Rumah Sakit Persahabatan yang merupakan Pusat Respirasi Nasional.

Di samping memberikan pendidikan kedokteran dan aktif melakukan penelitian, departemen klinik juga menjalankan fungsinya yang integral dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit masing-masing.

  1. Departemen Anestesiologi dan Pelayanan Intensif
  2. Departemen Ilmu Bedah
  3. Departemen Ilmu Bedah Saraf
  4. Departemen Ilmu Gizi
  5. Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
  6. Departemen Ilmu Kesehatan Anak
  7. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
  8. Departemen Ilmu Kesehatan Mata
  9. Departemen Ilmu Penyakit Dalam
  10. Departemen Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok
  11. Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler
  12. Departemen Neurologi
  13. Departemen Obstetri dan Ginekologi
  14. Departemen Patologi Klinik
  15. Departemen Psikiatri
  16. Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi
  17. Departemen Radiologi
  18. Program Studi Rehabilitasi Medik

Program Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Program pendidikan akademik Fakultas Kedokteran UI saat ini berjenjang mulai dari Sarjana (S1), Profesi Dokter (dr.), Dokter Spesialis (Sp-1), Magister (S2), hingga Doktor (S3)

Pendidikan Sarjana Kedokteran (S.Ked)[sunting | sunting sumber]

FK UI menawarkan 2 program sarjana kedokteran yaitu kelas reguler dan kelas internasional.

Kelas Reguler
Program ini merupakan pendidikan tingkat sarjana untuk bidang kedokteran sebagai tingkat pertama dari jenjang perguruan tinggi. Program ini mempersiapkan mahasiswa-mahasiswinya untuk bersaing secara global dalam segala aspek, baik di bidang ilmu sains, sosial humaniora dan kedokteran, dengan mengedepankan nilai-nilai utama kejujuran, visionaris, unggul, dan budaya menolong. Lulusan program ini akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) kemudian dilanjutkan program profesi dokter (dr).

Kelas Khusus Internasional (Gelar Ganda)
Program KKI dirancang untuk mencetak dokter yang mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara lain dan memiliki kompetensi berstandar internasional. Lulusan KKI juga ditargetkan mampu melanjutkan pendidikan pascasarjana di institusi pendidikan kedokteran berskala internasional. Dengan menggunakan kurikulum berskala internasional, mahasiswa didorong untuk mengembangkan cara belajar dan mengembangkan ilmu dan keterampilan klinis melalui berbagai sumber akademik.

Strategi yang diterapkan dalam Program KKI adalah melibatkan kolaborasi internasional, yaitu Universitas Melbourne, Universitas Monash, dan Universitas Newcastle. Oleh karena itu, program KKI di FK UI memiliki nilai tambah joint degree, yaitu dokter (Universitas Indonesia), Bachelor of Medical Science (Universitas Melbourne/Universitas Monash) dan Master of Research (Newcastle University). Mahasiswa program KKI akan menjalankan program studi ke luar negeri (Australia atau Inggris) pada tahun ke-4 selama satu tahun. Program yang dilaksanakan di universitas tersebut berupa coursework atau research project. Mahasiswa berkesempatan untuk mempelajari lebih mendalam tentang seluk beluk penelitian dan mengaplikasikannya dalam proyek riset.

Kegiatan akademis dalam Program KKI dilaksanakan dalam Bahasa Inggris, baik dalam perkuliahan, diskusi, praktikum, tugas, maupun ujian. Penggunaan Bahasa Inggris bertujuan agar lulusan KKI mampu melakukan pembelajaran kedokteran dalam Bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional. Program Kelas Internasional dirancang untuk mengembangkan profesionalisme dan menggunakan kurikulum standar internasional. Kondisi dalam kegiatan belajar mengajar membuat siswa mengembangkan cara belajar mereka dan menggali kemampuan melalui berbagai sumber akademik untuk meningkatkan kemampuan di bidang ilmu kedokteran.

Program Profesi Dokter (dr.)[sunting | sunting sumber]

Program studi profesi Dokter adalah program lanjutan dari Program Studi S1 Pendidikan Dokter dan merupakan rangkaian dalam program Dokter. Kurikulum FK UI mengacu pada Program Standar Internasional di bidang pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas di bidang pendidikan kedokteran. Konsep-konsep yang diimplementasikan di pendidikan kedokteran adalah untuk mencapai karakteristik The Five Star Doctor (WHO) sebagai berikut:

Dokter Bintang Lima (the Five Star Doctor) :

  • Penyedia Pelayanan Kesehatan & Perawatan (Care provider)
  • Pengambil Keputusan (Decision-maker)
  • Komunikator yang baik (Communicator)
  • Pemimpin Masyarakat (Community leader)
  • Pengelola Manajemen (Manager)

Lulusan FK UI harus memiliki kemampuan untuk bekerja dan memberikan kontribusi, baik secara nasional, regional dan internasional. Terkait dengan hal tersebut, lulusan program ini harus memiliki kompetensi dengan standar internasional. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia merupakan keharusan bagi FK UI untuk dapat menghasilkan dokter-dokter Indonesia yang dapat berkompetisi dengan dokter-dokter dari luar negeri.

Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)[sunting | sunting sumber]

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK UI bertujuan untuk mencetak dokter-dokter unggul yang terampil dan berpengetahuan mumpuni dengan mengedepankan etika kedokteran dalam menjalankan profesi. Program ini merupakan program pendidikan akademik profesional dengan lulusan yang mempunyai kualifikasi Magister (S2) bidang kedokteran dan berhak menyandang gelar Magister Kedokteran (M.Ked), dan mendapat sebutan dokter Spesialis-1 yang merupakan jenjang profesi kedua (second professional degree). Kurikulum yang digunakan mengacu pada Standar Pendidikan Dokter Spesialis Indonesia yang ditetapkan Konsil Kedokteran Indonesia.

Saat ini, FK UI memiliki 31 program studi pendidikan dokter spesialis dengan rincian:

No Program Studi Gelar/Sebutan Lama Pendidikan (dlm smstr)
1 Anestesiologi Magister Kedokteran Spesialis Anastesi (M.Ked, Sp.An) 7
2 Ilmu Bedah Magister Kedokteran Spesialis Bedah (M.Ked, Sp.B) 10
3 Ilmu Penyakit Dalam Magister Kedokteran Spesialis Penyakit Dalam (M.Ked, Sp.PD) 9
4 Ilmu Kesehatan Anak Magister Kedokteran Spesialis Anak (M.Ked, Sp.A) 8
5 Obstetri dan Ginekologi Magister Kedokteran Spesialis Obstetri dan Ginekolog (M.Ked, Sp.OG) 9
6 Neurologi Magister Kedokteran Spesialis Saraf (M.Ked, Sp.S) 8
7 Ilmu Kesehatan Jiwa Magister Kedokteran Spesialis Kesehatan Jiwa (M.Ked, Sp.KJ) 8
8 Ilmu Kesehatan Mata Magister Kedokteran Spesialis Mata (M.Ked, Sp.M) 7
9 Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin Magister Kedokteran Spesialis Kulit & Kelamin (M.Ked, Sp.KK) 7
10 Ilmu Kesehatan THT, Bedah Kepala & Leher Magister Kedokteran Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorakan, Bedah Kapala & Leher (M.Ked, Sp.THT-KL) 8
11 Ilmu Penyakit Jantung & Pembuluh Darah Magister Kedokteran Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (M.Ked, Sp.JP) 10
12 Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi Magister Kedokteran Spesialis Pulmonolog (M.Ked, Sp.P) 7
13 Radiologi Magister Kedokteran Spesialis Radiolog (M.Ked, Sp.Rad) 7
14 Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal Magister Kedokteran Spesialis Forensik (M.Ked, Sp.F) 6
15 Patologi Anatomik Magister Kedokteran Spesialis Patologi Anatomik (M.Ked, Sp.PA) 6
16 Patologi Klinik Magister Kedokteran Spesialis Patologi Klinik (M.Ked, Sp.PK) 8
17 Ortopaedi & Traumatologi Magister Kedokteran Spesialis Ortopaedi dan Traumatolog (M.Ked, Sp.OT) 9
18 Urologi Magister Kedokteran Spesialis Urolog (M.Ked, Sp.U) 10
19 Bedah Saraf Magister Kedokteran Spesialis Bedah Saraf (M.Ked, Sp.BS) 11
20 Ilmu Kedokteran Fisik & Rehabilitasi Magister Kedokteran Spesialis Rehabilitasi Medik (M.Ked, Sp.RM) 8
21 Bedah Plastik Magister Kedokteran Spesialis Bedah Plasitik (M.Ked, Sp.BP) 10
22 Ilmu Kedokteran Olahraga Magister Kedokteran Spesialis Kedokteran Olahraga (M.Ked, Sp.KO) 7
23 Mikrobiologi Klinik Magister Kedokteran Spesialis Mikrobiologi Klinik (M.Ked, Sp.MK) 6
24 Farmakologi Klinik Magister Kedokteran Spesialis Farmakologi Klinik (M.Ked, Sp.FK) 7
25 Ilmu Kedokteran Okupasi Magister Kedokteran Spesialis Kedokteran Okupasi (M.Ked, Sp.OK) 6
26 Ilmu Bedah Toraks & Kardiovaskuler Magister Kedokteran Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (M.Ked, Sp.BTKV) 10
27 Onkologi Radiasi Magister Kedokteran Spesialis Onkologi Radi (M.Ked, Sp.Onk.Rad) 7
28 Kedokteran Penerbangan Magister Kedokteran Spesialis Kedokteran Penerbangan (M.Ked, Sp.KP) 9
29 Parasitologi Klinik Magister Kedokteran Spesialis Parasitologi Klinik (M.Ked, Sp.ParK) 9
30 Ilmu Gizi Klinik Magister Kedokteran Spesialis Gizi Klinik (M.Ked, Sp.GK) 6
31 Akupunktur Klinik Magister Kedokteran Spesialis Akupuntur Klinik (M.Ked, Sp.Ak) 6

Pendidikan Magister (S2)[sunting | sunting sumber]

Selain program pendidikan dokter spesialis, FK UI juga menawarkan program pendidikan magister (S2) diantaranya:
Program Studi Ilmu Biomedik
Ilmu Biomedik memiliki 13 peminatan/kekhususan yaitu Anatomi, Biokimia, Biologi Kedokteran, Farmakologi, Fisiologi, Histologi, Imunologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Patobiologi, Reproduksi Kedokteran, Transfusi, Onkologi. Lulusan program studi ini akan menyandang gelar Magister Biomedik (M.Biomed)
Program Studi Ilmu Gizi
Lulusan Program Studi Magister Ilmu Gizi adalah lulusan yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan-kebijakan gizi untuk memecahkan masalah-masalah gizi, baik dalam ilmu pengetahuan, ekonomi maupun sosial budaya. Hal lainnya yaitu dapat mencetuskan gagasan penelitian gizi, merencanakan, mengevaluasi suatu kegiatan penelitian gizi, bekerjasama dengan disiplin ilmu atau institusi yang terkait; merencanakan, merumuskan, membina dan mengelola suatu program Pendidikan/Penelitian di Bidang Ilmu Gizi, serta mengembangkan penampilan dan profesionalismenya, bersikap terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan IPTEK, khususnya yang berkaitan dengan Bidang Ilmu Gizi. Program studi ilmu gizi memiliki kekhususan: Ilmu Gizi Klinik, Ilmu Gizi Komunitas. Lulusan program studi ini akan menyandang gelar Magister Gizi (M.Gz).
Program Studi Kedokteran Kerja
Ilmu kedokteran kerja memiliki kekhususan peminatan: Kedokteran Kerja, Penerbangan, Kedokteran Hiperbarik. Lulusan program studi ini akan menyandang gelar Magister Kedokteran Kerja (M.K.K).
Program Studi Pendidikan Kedokteran
Lulusan magister ilmu pendidikan kedokteran nantinya akan memiliki profil sebagai medical teacher, innovator, researcher dan educational leader melalui berbagai peran yang dijalaninya. Lulusan program studi ini akan menyandang gelar Magister Pendidikan Bidang Kedokteran (M.Pd.Ked)

Pendidikan Doktor (S3)[sunting | sunting sumber]

Program Doktor berlokasi di daerah Salemba, Jakarta Pusat. Fakultas Kedokteran UI memiliki sarana penunjang kegiatan belajar dan mengajar seperti perpustakaan, pusat komputer & laboratorium untuk keperluan analisis dan praktik seperti laboratorium pendidikan dan penelitian.

Program-program studi S3 yang terdapat disini diantaranya adalah:

  • Program Studi Ilmu Biomedik
  • Program Studi Ilmu Gizi
  • Program Studi Ilmu Kedokteran

Guru Besar[sunting | sunting sumber]

FK UI memiliki tenaga pengajar dengan kualifikasi kepakaran terbaik pada bidangnya. Eksistensi FK UI sebagai terlihat dari kuantitas dan kualitas dari para guru besarnya. Guru besar merupakan salah satu indikator kualitas dari perguruan tinggi tersebut. Dalam PP 66 Tahun 2013 tentang Statuta UI, Dewan Guru Besar UI bertugas yang menjalankan fungsi pengembangan keilmuan, penegakan etika, dan pengembangan budaya akademik.

Berikut adalah daftar guru besar aktif FK UI:

No Nama Guru Besar TMT Guru Besar
(dlm tahun)
Departemen
1 Prof. Dr. dr. Asman Boedisantoso R, Sp.PD 1993 Ilmu Penyakit Dalam
2 Prof. Dr. dr. Gulardi Hanifah Wignyosastro, Sp.OG(K) 1995 Obstetri dan Ginekologi
3 Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD 1998 Ilmu Penyakit Dalam
4 Prof. dr. Agus Syahrurachman, Ph.D. 1998 Mikrobiologi
5 Prof. Dr. dr. Nukman Helwi Moeloek 1998 Biologi Kedokteran
6 Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K). 1998 Radiologi
7 Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Syaraswati Harun, Sp.A(K) 1999 Ilmu Kesehatan Anak
8 Prof. Dr. dr. Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K) 2000 Ilmu Kesehatan Anak
9 Prof. Dr. dr. Biran Affandi, Sp.OG(K) 2000 Obstetri dan Ginekologi
10 Prof. dr. Wiguno Prodjo Sudjadi, Sp.PD,Ph.D 2001 Ilmu Penyakit Dalam
11 Prof. dr. Franciscus D. Suyatna, PhD. 2003 Farmakologi
12 Prof. dr. Abdul Aziz Rani, Sp.PD(K) 2003 Ilmu Penyakit Dalam
13 Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD(K) 2003 Ilmu Penyakit Dalam
14 Prof. dr. Usman Chatib Warsa,Sp.MK,Ph.D 2003 Mikrobiologi
15 Prof. Dr. dr. Budhi Setianto 2003 Kardiologi dan Kedokteran Vaskular
16 Prof. dr. Mochammad Ruswan Dahlan, Sp.An.Kic. 2003 Anestesiologi dan Pelayanan Intensif
17 Prof. dr. Faisal Yunus, Ph.D 2004 Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi
18 Prof. Dr. dr. H. Ichramsjah A Rachman, Sp.OG(K) 2004 Obstetri dan Ginekologi
19 Prof. dr. Amin Subandrio W. Kusumo, Sp.MK, Ph.D 2004 Mikrobiologi
20 Prof. dr. H. Muchlis Ramli, Sp.B(K)-Onk 2004 Ilmu Bedah
21 Prof. dr. Djoko Widodo, Sp.PD(K) 2004 Ilmu Penyakit Dalam
22 Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudy, Sp.FK 2004 Farmakologi
23 Prof. dr. Rahayuningsih Dharma, Sp.PK, Ph.D 2005 Patologi Klinik
24 Prof. Dr. dr. Inge Sutanto, M.Phil. 2005 Parasitologi
25 Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema, Sp.Rad(K), Onk.Rad. 2005 Radiologi
26 Prof. Dr. dr. Harry Isbagio, Sp.PD(K) 2005 Ilmu Penyakit Dalam
27 Prof. Dr. dr. Jeanne Adi Winata 2005 Histologi
28 Prof. dr. Herdiman T. Pohan, Sp.PD(K) 2005 Ilmu Penyakit Dalam
29 Prof. Dr. dr. H. Akmal Taher, Sp.U 2005 Ilmu Bedah
30 Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K) 2006 Ilmu Penyakit Mata
31 Prof. dr. Endy Muhardin Moegni, Sp.OG(K) 2006 Obstetri dan Ginekologi
32 Prof. dr. Arwin Ali Purbaya Akib, Sp.A(K) 2006 Ilmu Kesehatan Anak
33 Prof. dr. Lukman Hakim, Sp.PD(K) 2006 Ilmu Penyakit Dalam
34 Prof. dr. Helmi, Sp.THT(K) 2006 Ilmu Penyakit THT
35 Prof. dr. Amir Syarif, SKM., Sp.FK(K) 2006 Farmakologi
36 Prof. dr. Zuljasri Albar, Sp.PD(K) 2006 Ilmu Penyakit Dalam
37 Prof. dr. Bambang Hermani, Sp.THT(K) 2006 Ilmu Penyakit THT
38 Prof. dr. Mohamad Sadikin, D.Sc. 2006 Biokimia dan Biologi Molekuler
39 Prof. Dr. dr. Teuku Zulkifli Jacoeb, Sp.OG-KFER 2006 Obstetri dan Ginekologi
40 Prof. dr. Suzana Immanuel, Sp.PK(K) 2006 Patologi Klinik
41 Prof. dr. Budi Sampurna, SH., Sp.F(K) 2006 Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal
42 Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH., Sp.F(K) 2006 Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal
43 Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E., MS., SpPar(K) 2006 Parasitologi
44 Prof. dr. Ganesja Harimurti, Sp.JP(K) 2007 Kardiologi dan Kedokteran Vaskular
45 Prof. dr. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono, Ph.D., Sp.MK 2007 Mikrobiologi
46 Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K) 2007 Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
47 Prof. Drs. Purnomo Soeharso, Ph.D. 2008 Biologi Kedokteran
48 Prof. dr. Ny. Chaula Luthfia D.S. Hardjakusumah, Sp.B., Sp.BP(K) 2008 Ilmu Bedah
49 Prof. dr. Wiwien Heru Wiyono, Ph.D., Sp.P(K) 2008 Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
50 Prof. Dr. dr. Amir Sjarifuddin Madjid, Sp.An(K) 2008 Anestesiologi dan Pelayanan Intensif
51 Prof. Dr. dr. Ny. Purwantyastuti, M.Sc., Sp.F(K) 2008 Farmakologi
52 Prof. Dr. dr. Suhardjono, Sp.PD(K) 2008 Ilmu Penyakit Dalam
53 Prof. Dr. dr. Herkutanto, SH., Sp.F. 2009 Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal
54 Prof. Dr. dr. Endang Sri Murtiningsih, MPH 2010 Ilmu Kedokteran Komunitas
55 Prof. Dr. dr. Angela Bibiana Maria Tulaar Y De Kort, Sp.RM. 2010 Rebilitasi Medik
56 Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K) 2010 Obstetri dan Ginekologi
57 Prof. Dr. dr. Soegiharto, Sp.OG(K) 2010 Obstetri dan Ginekologi
58 Prof. dr. Jose Rizal Latief Batubara, Ph.D., Sp.A(K) 2011[23] Ilmu Kesehatan Anak
59 Prof. Dr. dr. Bambang Supriyatno, Sp.A (K) 2011[23] Ilmu Kesehatan Anak
60 Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, Sp.PD, K-KV., FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC 2012[24] Ilmu Penyakit Dalam
61 Prof. Dr. dr. Erni Herawati Purwaningsih, MS 2013[25] Ilmu Farmasi Kedokteran
62 Prof. Marcellus Simadibrata, Ph.D., Sp.PD-KGEH, FACG, FASGE, FINASIM 2013[26] Ilmu Penyakit Dalam
63 Prof. dr. Agnes Kurniawan, Ph.D., Sp.Par(K) 2013[26] Parasitologi
64 Prof. Dr. dr. Raden Irawati Ismail, Sp.KJ, M.Epid 2013[27] Ilmu Kesehatan Jiwa
65 Prof. dr. Kusmarinah Bramono, Sp.KK(K), Ph.D 2013[27] Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
66 Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD 2013[28] Ilmu Penyakit Dalam
67 Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD(K), M.Epid, FINASIM 2013[28] Ilmu Penyakit Dalam
68 Prof. Dr. dr. Sri Widia A. Jusman, MS 2014[29] Biokimia dan Biologi Molekuler
69 Prof. Dr. dr. Wachyu Saputra, Sp.OG(K) 2014[30] Obstetri dan Ginekologi
70 Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K) 2014[30] Kardiologi dan Kedokteran Vaskular
71 Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar Sp.PD. KGH 2015[31] Ilmu Penyakit Dalam

Akreditasi[sunting | sunting sumber]

Nasional[sunting | sunting sumber]

Seluruh program studi FK UI telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Republik Indonesia (BAN-PT).[32] Untuk akreditasi pada pendidikan dokter spesialis, akreditasi dilakukan oleh kolegium yang membawahi ilmu kedokteran spesialis tertentu.

Nomor Jenjang Program Studi Akreditasi Keterangan Berlaku Sampai Dengan
1 S1 Pendidikan Dokter A Sangat Baik Oktober 2016
2 S2 Ilmu Biomedik B Baik Februari 2018
3 S2 Ilmu Gizi B Baik Januari 2018
4 S2 Kedokteran Kerja B Baik April 2018
5 S2 Pendidikan Kedokteran B Baik Februari 2018
6 S3 Ilmu Kedokteran B Baik September 2018
7 S3 Ilmu Gizi B Baik Oktober 2018
8 S3 Ilmu Biomedik B Baik September 2018

Internasional[sunting | sunting sumber]

Tahun 2014, FK UI sedang melakukan akreditasi internasional ASEAN University Network on Higher Education for Quality Assurance (AUN-QA) pada program Sarjana Pendidikan Dokter.[33] AUN QA adalah salah satu lembaga akreditasi regional di Asia Tenggara.

Fasilitas dan Layanan[sunting | sunting sumber]

Mahasiswa FK UI akan mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang sama dengan mahasiswa fakultas lain Universitas Indonesia (Lihat bagian Fasilitas di Universitas Indonesia). Selain itu, FK UI juga memberikan fasilitas dan layanan dalam mendukung pengajaran dan pendidikan kedokteran bagi civitas academica FK UI.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Seluruh ruang kuliah yang ada di FK UI telah dilengkapi oleh papan tulis, AC, proyektor, audio, dan komputer yang terakses dengan internet JUITA. Untuk kampus RIK, selain fasilitas standar lain ruang kuliah dilengkapi papan tulis interaktif yang terkoneksi dengan komputer, dan teknologi informasi.[34] Selain itu, FK UI memiliki sejumlah fasilitas laboratorium seperti laboratorium keterampilan klinik, laboratorium basah, dan laboratorium kering dalam mendukung penelitian dan pendidikan.[35]

  • Ruang Kuliah Besar, Menengah, dan Kecil
  • Ruang Diskusi FGD dilengkapi papan tulis interaktif
  • E-Learning
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Balai Kesehatan Masyarakat
  • Laboratorium Bank Mata (Cornea Preservation)
  • Laboratorium Biologi Kedokteran
  • Laboratorium Biomedik
  • Laboratorium Bronkoskopi
  • Laboratorium Kardiovaskuler
  • Laboratorium Kultur Stem Sel Kanker
  • Laboratorium Patologi Klinis
  • Laboratorium Sitopatologi
  • Laboratorium Dermatologi
  • Pusat Penelitian Diagnostik
  • Laboratorium Electroencephalography (EEG)
  • Laboratorium EMG and Evoked Potential
  • Laboratorium Farmakologi & Toksikologi
  • Laboratorium Farmasi Kedokteran
  • Laboratorium Forensik
  • Laboratorium Forensik Histopatologi
  • Laboratorium Forensik Molekuler
  • Laboratorium Histokimia
  • Laboratorium Histologi
  • Laboratorium Histopatologi
  • HLA Lab
  • Human Performance Laboratory
  • Laboratorium Immunologi
  • Laboratorium Immunopatologi
  • Laboratorium Kimia Kedokteran
  • Laboratorium Fisiologi Paru
  • Laboratorium Medical Imaging
  • Laboratorium Instrumentasi Medik
  • Laboratorium Mikrobiologi Klinik
  • Laboratorium Moire Topography
  • Molecular Laboratory for Oxidative Stress Research
  • Laboratorium Neurootologi & Neurooftalmologi
  • Laboratorium Neurophystology
  • Laboratorium Parasitologi Eksperimental
  • Laboratorium Riset Parasitologi
  • Laboratorium Pelayanan Masyarakat
  • Laboratorium Pendidikan
  • Laboratorium Farmakokinetik
  • Laboratorium Programming
  • Laboratorium Pulmonologi dan Respiratori
  • Research dan Medical Service
  • Laboratorium Serologi Forensik
  • Laboratorium Sitopatologi
  • Laboratorium Fisiologi Olahraga
  • Stem Cells Medical Technology Integrated Service Unit RSCM-FKUI
  • Laboratorium Klutur Jaringan
  • Laboratorium Transcranial Doppler/Duplex Carotid
  • Universitas Indonesia Parasite Diagnostic Laboratory (UIPDL)
  • Laboratorium Riset Urologi
  • Virology and Cancer Pathobiology Research Center for Health Service (VCPRH)

Fasilitas dan Layanan Penunjang[sunting | sunting sumber]

  • Auditorium
  • Layanan Akademik
  • Hotspot UI
  • Perpustakaan FK UI
  • Lapangan Olahraga Futsal, Voli, Tenis Meja, dan Basket
  • Akses Jurnal Nasional ataupun Internasional
  • Layanan Perbankan
  • Kegiatan Kemahasiswaan
  • Kantin
  • Masjid ARH di Kampus Salemba
  • Musholla RIK di Kampus Depok

Lainnya[sunting | sunting sumber]

FK UI berkerja sama baik dengan lembaga kesehatan baik pemerintah maupun swasta dengan menjalin kerja sama dengan rumah sakit pendidikan (sebagian besar adalah rumah sakit pusat rujukan nasional), rumah sakit pemerintah, ataupun rumah sakit lainnya dalam mendukung kegiatan pre-klinik maupun klinik para sivitas akademika FK UI.

Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Kegiatan kemahasiswaan di FK UI merupakan wadah organisasi yang bernama Senat Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (SM IKM FK UI).

Organisasi Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa FK UI
Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa FK UI (BEM IKM FK UI atau BEM FK UI) adalah organisasi kemahasiswaan berfungsi sebagai lembaga eksekutif di tingkat FK UI. BEM FK UI merupakan “organisasi induk” yang menaungi organisasi kemahasiswaan lain di FK UI. BEM FK UI menagani berbagai bidang seperti akademik, seni, olahraga, teknologi informasi selain itu organisasi ini mampu menampung minat dan bakat mahasiswa-mahasiswa FK UI.

Badan Perwakilan Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa FK UI
Badan Perwakilan Mahasiswa FK UI adalah organisasi kemahasiswaan berfungsi sebagai lembaga legislatif dan yudikatif yang ada di FK UI. BPM FK UI mengawasi jalannya kegiatan BEM FK UI

Himpunan Mahasiswa
Selain itu, terdapat FK UI memiliki dua lembaga kemahasiswaan yaitu Himpunan Mahasiswa Kelas Internasional (Student Union of International Class), dan Senat Tingkat, mulai dari Senat Tingkat I sampai dengan Senat Tingkat 5.

Badan Kelengkapan[sunting | sunting sumber]

Tim Bantuan Medis (TBM)
Tim Bantuan Medis adalah lembaga kemahasiswaan yang bergerak di bidang kemanusiaan. TBM merupakan wadah mahasiswa FK UI untuk mengembangkan kemampuan klinisnya sekaligus beraksi sosial membantu korban bencana.

Badan Film Mahasiswa (BFM)
Badan Film Mahasiswa atau dikenal BPM FK UI berdiri pada tanggal 27 April 1975. Sesuai dengan namanya, badan ini mewadahi minat, hobi, dan kreatifitas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam bidang perfilman, fotografi, dan desain.

Lembaga Penelitian dan Pengkajian (LPP)
Lembaga Penelitian dan Pengkajian (LPP) Adalah organisasi kemahasiswaan di FK UI yang bergerak di bidang riset dan penelitian ilmu pengetahuan, terutama kedokteran. Organisasi ini tergolong Badan Kelengkapan yang berada di bawah koordinasi Senat Mahasiswa FK UI. Organisasi ini berdiri tanggal 27 November 1993.

Media Aesculapius (MA)
Media Aesculapius FK UI merupakan badan jurnalistik yang terbentuk dari upaya mahasiswa FK UI mendistribusikan informasi kesehatan ke pusat kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.

Kafetaria
Kafetaria merupakan organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang penjualan makanan dan minuman. Bertempat di perbatasan FK UI dengan RSCM, membuat kafetaria berada di tempat yang strategis untuk berbelanja berbagai jenis makanan bagi staf RSCM maupun mahasiswa FK UI.

Bursa Kedokteran
Organisasi mahasiswa ini bergerak di bidang penjualan alat dan buku kedokteran. Keberadaan bursa selama puluhan tahun di FK UI telah memberikan banyak kontribusi dalam menyediakan alat dan buku kedokteran yang murah dan terjangkau oleh mahasiswa.

Organisasi Keagamaan[sunting | sunting sumber]

Forum Studi Islam (FSI) FSI merupakan wadah bagi mahasiswa muslim FK UI. Berdiri sejak tahun 1980, FSI telah mewarnai kehidupan ke-Islaman di FK UI selama hampir tiga puluh tahun. Mahasiswa yang terlibat di dalam FSI diharapkan dapat menjadi dokter muslim yang memahami dan mengamalkan Islam sebagai rahmat bagi semuanya.

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Keluarga Mahasiswa Katholik merupakan organisasi rohani mahasiswa Katholik yang didirikan dengan landasan cinta kasih. Badan ini berisikan mahasiswa FK UI tingkat satu sampai akhir yang tergabung dalam semangat kekeluargaan dan iman Katholik. Berbagai kegiatan pun diselenggarakan untuk melayani Tuhan dan sesama, yang terutama adalah Jumatan, yaitu pertemuan rutin mingguan mahasiswa Katholik di FK UI.

Persekutuan Oikumene (PO) Persekutuan Oikumene lahir sebagai wadah mahasiswa FK UI beragama Kristen Protestan untuk berkumpul, bersekutu, dan berdoa bersama-sama.

Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma FK UI terdiri dari para pemeluk agama Hindu di FK UI. KMHD memberikan sarana bagi para anggotanya untuk melatih keterampilan berorganisasi, selain untuk memupuk persaudaraan sesama umat Hindu.

Keluarga Mahasiswa Buddha (KMB) Keluarga Mahasiswa Buddhis FK UI merupakan wadah penganut agama Buddha di FK UI untuk berorganisasi. Tidak hanya acara kerohanian, KMB FK UI juga mengadakan pelatihan softskill bagi para anggotanya. Selain itu, para pengurus KMB FK UI secara rutin mengadakan kerja sama dengan KMB tingkat universitas dalam mengadakan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian dan kontribusi mereka bagi masyarakat.

Afiliasi Internasional[sunting | sunting sumber]

Mahasiswa FK UI juga memiliki kesempatan mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di tingkat internasional. Beberapa pusat kegiatan kemahasiswaan (student center) yang berafiliasi dengan FK UI:

Center for Indonesia Medical Students' Activities (CIMSA)
Sebagai lembaga kemahasiswaan, Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) UI merupakan sarana mahasiswa kedokteran memberikan kontribusinya dalam bidang promosi kesehatan dan pengembangan ilmu kedokteran. Melalui kegiatan-kegiatan pertukaran mahasiswa dan kerja sama riset, CIMSA UI sebagai perpanjangan tangan International Federation of Medical Students’ Association (IFMSA) memberi kesempatan bagi setiap mahasiswa S1 FK UI untuk mengenyam pendidikan kedokteran dan melakukan penelitian di universitas negara-negara lain. Selain dua kegiatan ini, setiap tahunnya CIMSA UI juga menggelar seminar dan proyek mengenai berbagai isu kesehatan untuk meningkatkan peran mahasiswa kedokteran dalam kesehatan masyarakat.

Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia/Asian Medical Students' Association (AMSA)
Sebagai bagian dari himpunan mahasiswa kedokteran Asia Pasifik, Asian Medical Students’ Association (AMSA) UI secara konstan mengadakan berbagai acara berbasis keilmuan, kebudayaan, dan persahabatan. Selain acara-acara yang bertujuan memberikan edukasi kesehatan di Indonesia, AMSA UI juga mengadakan proyek bersama anggota AMSA dari negara-negara lain melalui program pertukaran pelajar. Tidak hanya bagi mahasiswa kedokteran, AMSA UI pun berusaha memupuk ketertarikan para pelajar SMA dengan dunia kedokteran melalui acara National Medical and General Biology Competition setiap tahun, dengan peserta siswa-siswi dari seluruh Indonesia.

Mahasiswa Berprestasi Utama FK UI[sunting | sunting sumber]

Mahasiswa Berprestasi Utama FK UI atau disingkat Mapres FK UI adalah ajang pemilihan mahasiswa beprestasi tingkat fakultas yang diadakan oleh Universitas Indonesia. Setiap fakultas mengirimkan perwakilan mapres untuk bersaing memperebutkan gelar Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Indonesia. Proses seleksi Mapres FK UI memperhatikan riwayat akademis dan kegiatan kurikuler ataupun non-kurikuler masing-masing calon mapres.

Daftar Mahasiswa Berprestasi Utama FK UI:

  • Tahun 2014 : Muhamad Hanifi[36]
  • Tahun 2013 : Patricia Lukas Goentoro[37]
  • Tahun 2012 : Aldo Ferly[38]
  • Tahun 2011 : Rizka Zainudin[39]
  • Tahun 2010 : Felix Chikita Fredy[40]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Panduan Penggunaan Logo Universitas Indonesia (rev 2) 2014. Diakses 11 Maret 2015.
  2. ^ a b Visi dan Misi FK UI. Diakses 7 Maret 2015.
  3. ^ a b c Sejarah FK UI. Diakses 7 Maret 2015.
  4. ^ Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia. Diakses 10 Maret 2015
  5. ^ Staff Pengajar FK UI. Diakses 7 Maret 2015 [Data Sampai Dengan 2010]
  6. ^ a b c d Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Dikti Kemendibud Data Universitas Indonesia. Diakses 8 Maret 2015, Data Sampai Dengan 2013. [Diolah dari sumber yang sama]
  7. ^ Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Dikti Kemendibud untuk S1 Pendidikan Dokter Universitas Indonesia. Diakses 8 Maret 2015, Data Sampai Dengan 2013.
  8. ^ Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Dikti Kemendibud untuk Profesi Dokter Universitas Indonesia. Diakses 8 Maret 2015, Data Sampai Dengan 2013.
  9. ^ Program Studi FK UI. Diakses 7 Maret 2015
  10. ^ Kampus RIK. Diakses 7 Maret 2015
  11. ^ Daftar Guru Besar Aktif FK UI (Data diolah dari berbagai sumber [2015), Diakses Maret 2015)
  12. ^ Profesi Kedokteran UIKeterangan: Profesi Dokter UI adalah jenjang lanjutan terintegrasi dengan pendidikan Sarjana Kedokteran UI sehingga tidak menerima mahasiswa dari FK lain.
  13. ^ Data Keketatan SNMPTN Universitas Indonesia. Diakses 11 Maret 2015.
  14. ^ a b Data Keketan Universitas Indonesia. Diakses 11 Maret 2015.
  15. ^ Situs Resmi SBMPTN. Diakses Maret 2015.
  16. ^ a b c d Kelas Internasional. Diakses Maret 2015
  17. ^ a b Profil FK UI Diakses 9 Maret 2015
  18. ^ a b Ratna Sitompul Terpilih Kembali Jadi Dekan FK UI] Diakses 9 Maret 2015
  19. ^ 8 Dekan UI Kembali Aktif. Diakses 9 Maret 2015
  20. ^ Profil Prof. Menaldi Rasmin. Diakses 9 Maret 2015
  21. ^ Komunikasi dengan Empati, Informasi, dan Edukasi: Citra Profesional Dokter. Diakses 9 Maret 2015
  22. ^ "Dokter Bintang Tujuh". Diakses 9 Maret 2015
  23. ^ a b Pengukuhan Dua Guru Besar FK UI
  24. ^ Pengukuhan Idrus Alwi Sebagai Guru Besar FK UI
  25. ^ UI Kukuhkan Erni Purwaningsih sebagai Guru Besar FK UI
  26. ^ a b Dua Guru Besar FK UI Dikukuhkan
  27. ^ a b UI Kukuhkan Dua Guru Besar FK UI
  28. ^ a b UI Kukuhkan Dua Guru Besar FK UI
  29. ^ Pengukuhan Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler
  30. ^ a b Dua Guru Besar FK UI Dikukuhkan
  31. ^ Rektor Kukuhkan Guru Besar Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Diakses 11 Maret 2015.
  32. ^ Direktori Akreditasi BAN PT Seluruh Indonesia, Diakses Maret 2015.
  33. ^ Tim Akreditasi AUN QA Lakukan Penilaian di UI
  34. ^ Koran Kampus FK UI Oktober 2014, Diakses Maret 2015
  35. ^ Informasi Laboratorium FK UI
  36. ^ UI Gelar Malam Anugerah Mahasiswa Berprestasi 2014, Diakses Maret 2015
  37. ^ Patricia Lukas Goentoro, Mapres FKUI 2013, Diakses Maret 2015
  38. ^ Mahasiswa Berprestasi Utama UI 2012, Diakses Maret 2015
  39. ^ Rizka Zainudin, Mapres FKUI 2011, Diakses Maret 2015
  40. ^ UI Gelar Penobatan Mapres UI, Diakses Maret 2015

Pranala luar[sunting | sunting sumber]